Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Entrepreneur » 23 Tahun Menunggu, Jember Raih Sertifikat Adipura

23 Tahun Menunggu, Jember Raih Sertifikat Adipura

23 Tahun Menunggu, Jember Raih Sertifikat Adipura

JEMBER (titik0km.com) Masa 23 tahun bukan waktu pendek. Baru tahun 2017 di era pemerintahan Bupati Faida, Jember berhasil meraih sertifikat Adipura sekaligus mengakhiri penantian selama 23 tahun tersebut. Anugerah Sertifikat Adipura diberikan langsung Menteri Lingkungan Hidup, Dr Ir Siti Nurbaya Barak, M.Sc, di Jakarta, Rabu (2/8/2017) pukul 20.00 WIB.

Kabupaten Jember meraih sertifikat Adipura, yang berarti Kota Karnaval ini berhak dan berpeluang besar meraih Piala Adipura di tahun mendatang selama upaya masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan Kota, dan lingkungan semakin meningkat.

Sertifikat Adipura ini menunjukkan komitmen dan keyakinan pemerintah pusat kepada masyarakat di daerah untuk menjaga dan meningkatkan kebersihan lingkungannya. Baik lingkungan tempat tinggal, lingkungan tempat fasilitas umum, dan lingkungan kerja atau kantor.

Artinya pula, bahwa masyarakat juga telah memiliki tingkat kesadaran dan pengertian yang tinggi tentang kebersihan lingkungan.

Bupati Jember dr Hj Faida, bersama rombongan bertolak ke Jakarta untuk menerima penghargaan kebersihan lingkungan di Kementerian Lingkungan Hidup itu didampingi Kadis LH Arismaya Parahita, SP, staf LH Adrian, Kabag Humas Drs Soponyono dan sejumlah staf.

Gelar bergengsi itu, diakui Faida, sebagai prestasi setelah masyarakat Jember menunggu masa penantian selama 23 tahun. Anugerah tersebut patut disyukuri dan cara bersyukur tentu saja masyarakat dengan cara meningkatkan kebersihan lingkungan dan budaya hidup bersihnya.

“Alhamdulillah, kita patut berbangga hati. Kabupaten Jember menerima Sertifikat Adipura, karena dari sejak 1994 sama sekali tidak pernah mendapatkan penghargaan di bidang kebersihan lingkungan,” kata Bupati usai menerima Sertifikat Adipura.

Bupati Faida, yang baru setahun melaksanakan pemerintahan sejak terpilih ini langsung melakukan berbagai upaya akseleratif untuk menciptakan kebersihan lingkungan bersama masyarakat.

Arismaya Parahita, SP, M.Sc, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, mengatakan bahwa Piala Adipura tetap ditargetkan untuk diraih.  Adanya raihan Sertifikat Adipura ini sekaligus membuka peluang diraihnya Adipura ke depan, dan minimal telah mengakhiri penantian panjang selama 23 tahun setelah mendapat apresiasi dari Pusat.

“Keberhasilan ini tentu saja karena keterlibatan dan kemauan masyarakat Jember yang telah bahu membahu mewujudkan keinginan dan mimpi panjang selama 23 tahun untuk meraih Adipura. Yang ada sekarang patut disyukuri, dan saya tetap berkomitmen untuk meraih Piala Adipura tahun 2018 karena ibaratnya sekarang pondasinya sudah terbentuk tinggal ditingkatkan lagi,” tukasnya bertekad.

Untuk diketahui, nilai Kabupaten Jember untuk menyentuh Piala Adipura terpaut tipis dari penilaian minimal yakni 71 poin, sehingga Kabupaten Jember masih membutuhkan 4 digit lagi dari persyaratan yang harus dipenuhi untuk meraih Piala Adipura. Di penilaian pertama  meraih nilai 61, tahap kedua sekitar 71 dengan rata –rata nilai 71.

Yang penting, kata Arismaya, di Jawa Timur, untuk Kabupaten yang lolos pinalti dan mendapat Adipura, adalah Jember dan Kota Batu (sebelumnya tidak pernah). Jika tahun ini tidak memperlihatkan upaya serius untuk membangun kebersihan akan dipinalti tidak dapat DAK Lingkungan.

“Raihan sertifikat Adipura, menunjukkan minimal 2 hal mendasar. Pemerntah pusat menilai pimpinan daerah menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap LH, disertai upaya mewujudkannya, dan adanya perbaikan serta peningkatan kualitas LH,” tegas Arismaya.

Selain Kabupaten Jember, kota kota besar seperti Jakarta Barat, Jakarta Timur, Kota Bogor, Kota Kediri, Kabupaten Soreang, Kota Batu, Kota Wlingi Blitar, Kabupaten Garut, Kabupaten Bantul, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Sampang. (hms/ali/mlj)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top