Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Features » Agar Tepat Sasaran, Dinsos Jember Bakal Validasi Data Penerima PBI JKN se Objektif Mungkin

Agar Tepat Sasaran, Dinsos Jember Bakal Validasi Data Penerima PBI JKN se Objektif Mungkin

Agar Tepat Sasaran, Dinsos Jember Bakal Validasi Data Penerima PBI JKN se Objektif Mungkin

JEMBER (titik0km.com) – Program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) serta Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Jember yang selama ini banyak salah sasaran, membuat Dinas Sosial menggelar Rakor, bersama dengan BPJS Kesehatan untuk verifikasi dan validasi data pada Rabu (27/9/2017).

Wakil Bupati Jember, Abdul Muqit Arief, yang membuka acara tersebut berharap agar program berjalan lancara dan tepat sasaran, Wabup meminta kepada petugas dan relawan agar betul-betul melakukan pengawalan saat pendataan calon penerima dengan menggunakan parameter yang objektif.

“Pendataan yang objektif untuk menghindari timbulnya permasalahan di kemudian hari, Karena saat ini, kalau kita mau merasakan, kepedulian sosial di Jember sudah sangat tipis, hal itu dapat kita dilihat dari berkurangnya perhatian warga yang mampu kepada tetangganya yang miskin,” ujar Wabup.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya laporan masyarakat tentang rumah tidak layak huni ataupun orang sakit keras yang sangat membutuhkan pertolongan yang diarahkan kepadanya, oleh karena itu, untuk menjadikan Jember menjadi kabupaten yang religius tidak hanya masyarakatnya yang senang membaca sholawat, akan tetapi juga perilaku dan sikap yang sesuai ajaran agama.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jember, Isnaini Dwi Susanti, mengatakan, bahwa dalam mendata calon penerima PBI-JKN, harus ada sinergitas dari semua pihak untuk melakukan validasi tersebut. Pihaknya berharap, semua pihak mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga pemerintah di tingkat dusun dan RT/RW, turut terlibat dalam verifikasi data yang bakal dilakukan.

“Jadi untuk memvalidkan data, nantinya harus dibantu oleh semua pihak. Sedangkan untuk penerima manfaat, harapan saya agar mengatakan yang sejujur-jujurnya. Kalau memang merasa mampu untuk bayar katakan mampu, kalau tidak katakan tidak. Sehingga program ini nantinya akan tepat sasaran,” kata Santi, sapaan karibnya.

Kabupaten Jember sendiri mendapat jatah 960 ribu orang yang akan mendapat bantuan program PBI-JKN dan PMKS, sehingga, jika ditambah dengan Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID), jumlahnya bisa mencapai lebih dari satu juta penerima manfaat. “Sedangkan untuk verikasi, kita akan melakukan [interval] tiga bulan dan enam bulan sekali. Dan datanya langsung kita kirim ke pusat,” pungkasnya. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top