Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Features » Banyak Berita Hoax Saat Laga Persebaya Vs Semeru FC di Jember

Banyak Berita Hoax Saat Laga Persebaya Vs Semeru FC di Jember

Banyak Berita Hoax Saat Laga Persebaya Vs Semeru FC di Jember

JEMBER (titik0km.com) – Pertandingan Liga 2 Indonesia yang mempertemukan Persebaya Surabaya FC versus Semeru FC Lumajang yang berakhir dengan skor kacamata, Rabu (4/10/2017) kemarin tidak hanya seru tengah lapangan, namun di sejumlah media sosial (medsos) dan group watshapp kabar diluar pertandingan terkait perseteruan Bonek dengan perguran silat PSHT tidak kalah seru, bahkan tidak sedikit yang bertanya dan menjelaskan jika pertandingan yang di gelar di Stadion Jember Sport Garden (JSG) memakan korban jiwa.

“Tidak benar jika saat pertandingan Liga 2 Indonesia antara Persebaya melawan Semeru Lumajang ada korban jiwa, memang ada insiden kecil di Balung dan Ambulu, dan sekitar lokasi JSG, tapi semua bisa diantisipasi, jadi berita di media sosial yang memberitakan ada 16 korban meninggal dari bonek itu berita hoax dan harus dilawan,” tegas Kapolres saat memberikan klarifiiasi Kamis (5/10/2017) usai pulang dari mengantar Bonek di Surabaya.

Sedangkan mengenai pertandingan antara Persebaya Surabaya melawan Semeru Lumajang di gelar di Jember, Kapolres mengatakan, bahwa jauh hari sebelum insiden bentrok antara PSHT dengan Bonek di Surabaya, pihaknya sudah menyarankan kepada Panpel untuk menunda atau membatalkan laga di Jember.

“Saya tidak menyudutkan pihak yang memberikan ijin pakai stadion JSG, karena memang haknya walaupun kami sudah menyarankan untuk ditunda/dibatalkan. Bahkan sebelum kejadian bentrok PSHT dan bonek tanggal 30 September di Surabaya, apalagi setelah terjadi bentrok. Namun kami harus siapkan pengamanan ketika pertandingan itu tetap dilaksanakan,” terang Kapolres Kusworo.

Menurutnya, adapun kenapa dilaksanakan di Jember dimana seharusnya dilaksanakan di Lumajang, karena stadion Lumajang hanya mampu menampung 4.000 orang sehingga panpel bermohon untuk dilaksanakan di Jember kepada pimpinan daerah untuk pinjam Stadion jember Sport Garden (JSG) yang berlokasi di kecamatan Ajung.
“Oleh karenanya sejak 1 Oktober saya merapatkan barisan dengan ketua cabang dan ketua ranting PSHT cabang Jember untuk menyiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik dengan menunjukkan kebesaran hati. Polres Jember sudah berkordinasi dengan Polres-polres tetangga untuk melakukan razia dan penyekatan terhadap masuknya oknum dari luar Jember. Polres Jember juga melakukan giat intelijen yang tidak bisa saya kupas disini. Penegakkan hukum kita terapkan untuk sebagai proses pembelajaran,” tambanya.

“Pasukan kami perkuat dari mulai pengawalan masuk di Jember, transit di Stadion Notohadinegoro, sampai ke JSG, pelaksanaan pertandingan kami jaga dengan pengamanan extra ketat melibatkan 1.120 personel termasuk brimob, TNI, Sabhara Polda, gabungan Polres, bahkan pasukan anjing kami siapkan,” ujarnya.

Pihak Polres Jember pun sudah melakukan mapping kerawanan setelah pertandingan bisa saja terjadi penyegatan kepada supporter pertandingan sehingga kami antisipasi dengan kami tutup arus lalu lintas. “Kami bersama ketua cabang dan ketua ranting PSHT se kabupaten Jember melakukan patroli utk mengantisipasi adanya oknum yg masih terpancing emosi. Kami pun melakukan pengamanan extra ketat thdp 15.432 orang bonek yang pulang dari JSG ke Surabaya, Bondowoso, Lumajang dan kota-kota lainnya. Kami siapkan kendaraan dinas Polres Jember, Situbondo, Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi, Pemkab Jember, Jajaran TNI bahkan kurang dan kami hrs menyewa bis dan truk tambahan utk digunakan mengangkut para supporter demi keamanan mereka sehingga bonek-bonek tidak ada yang keliaran masing2. Walaupun awalnya tidak semua dari 15.000 orang itu mau diatur untuk sepaham,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Jember beberapa tahun lalu ini.

“Alhamdulillah secara garis besar situasi Jember masih kondusif. TIDAK ADA KORBAN JIWA. Semua supporter bisa pulang ke rumahnya masing-masing dengan aman. Selama jalannya pertandingan tidak ada gangguan, semua supporter bisa berjalan pulang dengan tidak ada pencegatan dan halangan,” terangnya.

Kapolres Jember menambahkan, itu semua adalah berkat Rahmat dan Ridha Allah SWT, doa masyarakat Jember semua, kebesaran hati dan jiwa ksatria elemen masyarakat Jember. “Saya pribadi maupun atas nama pimpinan Polres Jember mengucapkan terima kasih banyak kepada semua masyarakat yang sudah mendoakan dan membantu jalannya proses pengamanan termasuk memberikan info dimana titik2 kerawanan, dan lainnya. Mari kita berfikir secara positif dan menciptakan suasana yang kondusif demi kabupaten Jember yang kita cintai. Kami sayang dan cinta kalian semua warga masyarakat Jember. We love you all,” ucap Kapolres Jember AKBP Kusworo. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top