Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Bisnis » Berbisnis Via Online, Kerajinan Lokal Tembus 35 Negara

Berbisnis Via Online, Kerajinan Lokal Tembus 35 Negara

Berbisnis Via Online, Kerajinan Lokal Tembus 35 Negara

JEMBER (titik0km.com) – Khairul Anam, mulai menikmati kerja kerasnya. Setelah sekian tahun menekuni bisnis online lewat situs eBay, kini pria 40 tahun tersebut beromset rata-rata Rp35 juta perbulan dengan menjual kerajinan lokal ke toko daring. Bahkan produk yang Ia jual menembus hingga ke 35 negara di dunia.
Kisah sukses Khairul Anam tidaklah instan. Sebelum ayah dua anak ini menekuni bisnis handicraft online, Ia sempat menjual berbagai produk biji-bijian dan rempah-rempah dari Indonesia. Namun usaha itu mengalami kendala, lamanya waktu pengiriman membuat barang yang dijual rusak ketika sampai di tempat tujuan atau pelanggan di luar negeri.
“Pada awalnya saya ingin mencari penghasilan dari bisnis online pada tahun 2013 lalu. Karena habis jatuh dari bisnis tanaman hias. Saya mencoba belajar internet di salah satu warnet yang ada di sekitar Jalan Sumatera Jember,” kata Khairul Anam, mengawali kisah bisnis onlinenya tersebut.
Waktu itu, masih belum marak bisnis online. Pria asal Dusun Krajan, Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji ini, mencoba masuk ke situs daring di luar negeri dan ingin menghasilkan dollar. Ia lantas menemukan situs eBay, dan mencoba mendaftarkan barang dagangannya ke laman jual online tersebut.
Tapi di eBay, Ia menemukan problem. Karena jual beli online di situs ini harus punya paypal. Paypal merupakan satu alat pembayaran atau Payment Procesors dengan bertransaksi menggunakan jaringan internet. Paypal juga merupakan alat pembayaran online terbanyak digunakan orang dan jaminan keamanan transaksinya cukup tinggi.
“Saya berusaha membuat paypal, ternyata syaratnya harus punya kartu kredit untuk verifikasi paypal. Alhamdulilah, saya mendapatkan kartu kredit dari salah satu bank. Sejak saat itu, mulailah saya mendaftarkan diri dan membuat akun eBay. Meski pada awalnya, saya berusaha untuk mencari item yang saya jual di eBay supaya bisa terjual,” tuturnya.
Setelah mengetahui, tiap hari Khairul Anam browsing di eBay. Awalnya, Ia mencoba berjualan biji-bijian dan rempah-rempah. Salah satu yang dijual pada awal itu adalah biji pohon matoa asal Papua. Yang setiap 5 biji, Ia jual dengan harga US$ 20.
“Alhamdulilah laku dibeli sama orang Spanyol. Seketika itu, hati saya begitu senang bisa mendapatkan uang dollar nyata di rekening paypal,” katanya.
Sukses di lapak pertama, Khairul Anam mencoba peruntungan baru dengan menjual biji rambutan. Tiap 10 biji, Ia hargai US$ 5. Produk itu pun laku, dibeli orang Perancis. Selanjutnya, Ia terus berusaha meningkatkan rating di eBay, karena di situs itulah pertama kali Ia menjual.
Karena terus laku, produk dagangannya Ia tambah. Kemudian, Khairul Aman menjual rempah-rempah seperti jahe merah, kunyit dan kunci. Semua laku terjual. Ia juga sempat mencoba menjual biji jeruk kingkit, yang per 15 biji laku US$ 15.
“Alangkah terkejutnya saya! Ternyata yang jual jeruk kingkit di situs eBay sedunia hanya saya,” sebutnya.
Biji jeruk kingkitnya, beredar ke 15 Negara Eropa dan Amerika. Mulai dari USA, Rusia, Spanyol, Perancis, Inggris dan Negara lainya. Setelah bisnis itu berjalan lima bulan, limit Khairul Anam ditambah oleh pihak eBay. Ia pun memanfaatkan kesempatan itu dengan menjual lebih banyak item, seperti biji anturium gelombang cinta, biji anturium hokery, serta biji salak. “Pokoknya yang tidak mengeluarkan modal,” ucapnya.
Namun, berbisnis biji-bijian dengan tujuan luar negeri, lama kelamaan ada kendala pengiriman. Sebab, pengiriman itu mengunakan register dan tiba di tujuan bisa mencapai satu bulan lamanya. Sehingga banyak pembeli yang mengaku biji tersebut rusak sesampai di negaranya.
“Dari situ saya berfikir keras, untuk menjual barang yang tidak mudah busuk,” tuturnya.
Khairul Anam, lantas mencari-cari lagi barang apa yang cocok untuk dijual di eBay. Ia kemudian mencari item yang belum dijual oleh seller lainnya di eBay. Setelah sekian lama mencari, Ia menemukan ide. Dirinya harus menjual kerajinan tangan.
“Di eBay banyak orang China menjual egelwood, aloeswood, agarwood, dan itu saya tidak mengerti seperti apa jenis barangnya,” ceritanya, sebelum Ia menjajal peruntungan dengan menjual kerajinan tangan atau handycraft.
Kelemahannya, penjual China itu mematok harganya cukup fantastik, lumayan mahal. Apalagi, dalam lapaknya juga menyebutkan jika kayu yang dibuat kerajinan itu berasal Pulau Borneo, Kalimantan.
“Dari itu saya terus menggali ilmu apakah kayu tersebut? Alhamdulilah tidak sengaja saya jalan-jalan ke Tutul Balung, dan menemukan item tersebut berupa gelang dan tasbih yang ternyata terbuat dari kayu gaharu,” paparnya.
Meski sebenarnya, Ia juga tidak tahu kalau kayu gaharu itu yang juga disebut egelwood, agarwood dan aloeswood. Ia pun menemukan penjual kerajinan di Desa Tutul, Kecamatan Balung, yang menjual gelang jenis kayu gaharu buaya.
“Saya mulai membeli dua gelang ukuran 20mm kayu gaharu buaya. Dari dua gelang itu saya posting di eBay, ternyata yang jual gaharu pertama kali di Indonesia di situs eBay hanya saya,” ucapnya, bangga.
Di situs eBay, Khairul Anam, membranding produknya dengan nama gaharu crocodile asal Kalimantan. Ia menjualnya dengan sistem lelang dan dibuka dengan harga US$ 50 untuk setiap gelang. Sementara harga beli dari pengrajin, hanya seharga Rp75 ribu per satu gelang.
Ia kembali mendapat kejutan, setelah diposting lima menit, banyak pembeli yang menawar dagangannya. Para calon pembeli itu berasal dari berbagai Negara. Ia membuka lelang dengan batas tiga hari sejak diposting. Dan alangkah terkejutnya, gelang tersebut tembus US$150 per item, atau berkisar Rp1.600.000 per biji.
“Dari satu gelang itu saya punya modal. Pembeli yang pertama kali beli orang Australia. Maka mulailah saya membeli beberapa gelang dan saya jual di eBay, dengan tetap menjual gelang crocodile atau gaharu buaya tersebut,” ujarnya.
Dalam satu bulan, Khairul Anam mengaku, bisa mendapatkan sekitar US$ 1.000 yang berkisaran Rp12 juta. Dengan hasil itu, Ia lantas mebeli komputer dan memasang internet di rumahnya. Bisnis yang sebelumnya Ia kendalikan dari warnet, kini berubah di rumah. Bekerja di rumah, Khairul Anam mengaku semakin tenang dan konsentrasi dalam bisnis tersebut.
Setahun membuka lapak di eBay, tepatnya pada 2014, Ia sudah mendapat label top rated seller, yang artinya penjual yang bonafit di eBay. Label itu menunjukkan jika Khairul Anam adalah penjual yang terpercaya. Setelah itu mendapat predikat itu, banyak pembeli dari Asia, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, China dan Brunai Darussalam, yang membeli dagangannya.
“Dari pembeli Asia inilah, baru saya mengenal apa yang dinamakan gaharu, karena dari buyer saya dari Singapura langsung mengontak saya lewat ponsel dan menjelaskan tentang kayu gaharu tersebut,” urainya.
Kisah sukses Khairul Anam terus berlanjut, dari salah satu pengrajin gaharu di Desa Tutul Kecamatan Balung, Ia mendapat bahan berupa fosil gaharu buaya. Kala itu, barang tersebut seberat 1.5 Kg. Ajaibnya, paska dibuka lelang dengan harga US$ 100, tembus sampai US$ 700 atau kisaran Rp9 juta. Barang itu, dibeli oleh orang dari Kuwait, di Timur Tengah.
“Dari uang itu akhirnya saya bisa membeli kamera besar. Semakin bagus gambar saya, karena dalam jualan online foto berperan penting. Dan saya menjual bahan baku dari gaharu buaya. Sangat fantastik, 1 Kg bahan gaharu buaya seharga Rp75 rib, bisa laku kisaran Rp4 juta – Rp6 juta,” tuturnya.
Lapaknya di eBay, mencapai batas maksimal atau limit. Karena omsetnya per bulan tembus hingga US$ 3.000 atau kisaran Rp40 juta. Akhirnya, Khairul Anam, mencari jalan lain. Ia lantas bekerjasama dengan Kantor Pos dalam pengiriman barang.
“Waktu itu saya di tunjuk Kantor Pos sebagai kordinator online di Jember. Untuk Kantor Pos tiap pengiriman mendapatkan diskon hinnga 15 persen. Dan itu yang pertama terjadi di Jember,” akunya.
Setelah itu, orang Indonesia mulai menjual gaharu di situs eBay. Tapi tidak membuat omsetnya menurun. Ia juga mulai berbagi dengan teman-temannya di Jember untuk jualan online gaharu di eBay. Waktu itu, ada sekitar 6 seller di Jember yang jual gaharu di eBay.
Namun, dengan berjalannya waktu, ada pembeli dari Guangdong China yang datang ke Indonesia dan menuju ke rumahnya. Pembeli asal China itu ingin membeli langsung gaharu dari dirinya.
Bahkan, ada juga pembeli dari Singapura yang meminta bahan gaharu asli, bukan jenis buaya. Permintaan ini yang menjadi PR baginya, karena Ia belum mengetahui dimana tempat mendapatkan gaharu asli tersebut. Hingga suatu ketika, Khairul Anam bertemu dengan seseorang bernama Amang, yang akrab disapa Pak Yek.
Dari Pak Yek inilah, Khairul Anam mendapat pengetahuan tentang jenis gaharu. Ia kemudian bisa membedakan mana yang asli, atau disebut agarwood aquilaria, dan yang bukan. Ia lantas mencoba menawarkan kayu agarwood aquilaria dari Sulawesi itu, ke pembeli adal Singapura, dengan menunjukan foto. Dengan berat 1,8 Kg, Ia mematok harga Rp75 juta
“Saya menawarkan ke pembeli asal Singapura yang datang kerumah saya. Saya tak menyangka, kayu dari Bang Amang itu ditawar Rp150 juta. Saya kaget, karena tidak pernah memegang uang sebanyak itu, apalagi dalam bentuk dolar,” ucapnya.
Mendapat penghasilan yang lumayan besar, Khairul Anam, terus bekerja di situs online eBay. Bahkan suatu ketika, ada salah satu Jenderal dari Amerika yang menjadi pelangannya. Jenderal itu membeli kayu gaharu buaya. Dan sejumlah toko di Malaysia yang menjadi pelanggan tetapnya.
Berkat menekuni bisnis online tersebut, saat ini kondisi ekonomi Khairul Anam membaik. Ia juga mulai menekuni kerajinan kayu gaharu, sehingga barang yang dijual di eBay tak lagi hasil membeli ke pengrajin, melainkan produk buatannya sendiri.
“Saya berhitung, mulai saya awal jual di eBay ada sekitar 35 negara yang pernah saya kirimi barang dengan bukti resi pengiriman. Alhamdulillah, ekonomi saya berubah karena jadi pengrajin (sekaligus penjual) kayu gaharu,” tandasnya. (MYN/MJL)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top