Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Bisnis » Bupati Faida Perjuangkan Wisata Jember di Depan Petinggi Astra Internasional Tbk

Bupati Faida Perjuangkan Wisata Jember di Depan Petinggi Astra Internasional Tbk

Bupati Faida Perjuangkan Wisata Jember di Depan Petinggi Astra Internasional Tbk

JAKARTA (titik0km.com) – Bukan dr Hj Faida, MMR, Bupati Jember kalau tidak memasarkan potensi pariwisata Jember dan Jember Fashion Carnaval di forum – forum. Kali ini Faida, presentasi di depan PT Astra International Tbk, di Jakarta, Senin (31/7/2017) di Gedung Astra Lantai 6.

Faida, berhasil memukau para petinggi Astra Tbk, yang dihadiri para head officer dan head of chiefment CSR division, manajemen dan kepala cabang daerah yang diundang hadir, serta dihadiri Dadang Rizki Ratman, SH, MPA, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Wisata, Kementerian Pariwisata RI.

Bupati Jember, dr Hj. Faida, MMR, dalam paparannya sering membuat Chief of Corporate Social Responsibility and Security, Pongky Pamungkas, tertawa lebar. Karena Pongki yang sosok asal Malang ini disebut – sebut sebagai Arema (sebutan supporter bola asal Malang).

Hadir pula dalam acara itu, Head of Corporate Communication Division, Yuliawarman, asal Padang, jajaran manajemen, dan eksekutif Astra Group Tbk. Joke – joke segar, disampaikan Faida, termasuk saat menjelaskan bahwa saking hobinya dia menjadi Pecinta Alam, temannya sampai ragu menyapa karena Bupati baru terpilih ini dulunya dikenal tomboi.

“Teman saya sungkan mau nyapa. Karena katanya dia ragu. Bilangnya begini. Bukan Faida, itu. Dulu Faida kan “laki”,” ujarnya kelakar disambut aplaus hadirin.

Lulusan Fakultas Kedokteran Unair, dan Magister Manajemen RS di UGM ini, adalah sosok berkarir murni di bidangBerkarir murni di Rumah Sakit (RS) mendiang ayahnya.

“Setelah 35 tahun sebagai pengelola PTP, Ayah saya berbekal dana pensiun Rp 40 juta membuat klinik 24 jam. Lalu saya melamar pakai surat lamaran, dia diterima dengan gaji Rp 300 ribu,” ujarnya diselingi joke segar.

Dengan semangat tinggi, dan amanah almarhum, maka dua RS Bina Sehat, dan Al Huda di Genteng, dia memperjuangkan agar sukses. “Janjinya Allah tidak akan memberikan ujian lebih dari kemampuan kita. Maka dua RS sama sama mendapat prestasi nasional. RS Bina Sehat, juara I, PERSI di tingkat Asia. Human and Development,” ujarnya.

Sebelumnya, PT Astra Tbk menjalankan program CSR nya untuk diarahkan kepada program Kampung Berseri Astra (KBA). Saat ini sudah ada   63 KBA dibentuk PT Astra Tbk, yang berada di 26 Provinsi yang tersebar di Indonesia.

Model pembinaan kampung itu secara integrasi empat pilar. Bahkan KBA yang dibentuk sangat terkait erat dengan Pariwisata. Untuk itu PT Astra Interatnional Tbk, mengundang khusus Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, tetapi sayang Menteri tidak hadir karena dipanggil Presiden Jokowi di Istana Negara, sehingga diwakili Deputi, Pak Dadang.

Kampung Berseri Astra (KBA) ini mendorong masyarakat membangun potensi diri, membangun aneka usaha agar bisa menjadi peluang membangun dunia usaha kecil dan menengah.

“Sengaja kita undang ibu dokter hj Faida, MMR yang juga kepala daerah sekaligus muallaf politik. Dia itu sukses mengurus dua rumah sakit (RS), yang berdarah Arab, Jawa,” ujar Riza.

Dari 63 KBA ini selanjutnya bisa dikembangkan menjadi kampung wisata dan saat ini sudah ada yang punya potensi itu antara lain di Pangkalpinang, di Lumajang, di Tanon Semarang, dan Kampung Cyber

Astra menurut Riza membutuhkan masukan dan inspirasi dari Kemenpar RI dan Bupati Jember dr Hj Faida, MMR. Yang menurut saya, bahwa yang susah itu adalah bukan membangun tapi memeliharanya.

“Kita pingin tahu ibu dokter Faida, bisa mempertahankan dan mengembangkan Jember Fashion Carnaval (JFC) misalnya yang telah dijadikan Kota Karnaval itu. Dan forum ini memang sudah pernah dihadiri pula oleh Pak Anas, Wali Kota Bogor Ridwan Kamil, Nuril Abdullah dari Banggai, dan Pak Ahok, “ ujarnya.

Riza, mengaku mengundang tokoh dari luar itu agar bisa menginspirasikan kepada beberapa cabang di daerah sehingga bisa bekerja sama agar KBA yang terbentuk itu menjadi objek wisata. Bahkan Astra Tbk, membentu kerjasama dengan KKN UGM akan datang ke KBA.

“Jadi ada MoU nya dengan UGM, dan LIPI untuk melestarikan buah langka.

Kita sebarkan ke daerah dan ditanam, agar buah yang sudah langka bisa ditanam di KBA dan lestari,” aku Riza.

Menurutnya, Astra adalah insan – insan yang ingin mengembangkan bangsa Indonesia melalui jalur pariwisata. Dia berharap Astra bisa lebih berbuat lebih dalam membangun Indonesia.

Dadang Rizki Ratman, SH, M.PA, dari Deputi bidang pengembangan destinasi dan industri pariwisata di Kementerian Pariwisata RI, dia mohon maaf karena Menteri Pariwisata RI Arief Yahya tidak bisa hadir karena bersama Presiden.

Kali ini dia ditemani Ibu Fitria, Ketua Tim Pengembangan Percepatan Desa Wisata, kerjasama dengan Kementerian PDT untuk menata 75.000 Desa se Indonesia dan dipilih mana yang bisa dikembangkan jadi potensi pariwisata. “Kami akan coba kembangkan agar tahun 2019 terbentuk 2000 desa wisata.

Kami apresiasi Astra yang telah membentuk KBA di 26 provinsi dan ditargetkan seluruh 34 Provinsi. Tapi kami ajak targetnya jadi 2000 KBA desa wisatatargetnya. “ ujar Dadang.

Selanjutnya, dari data Pariwisata ada 1.200 Desa yang telah memiliki pelaku usaha pariwisatanya, dari 7.500 Desa. Kemenpar RI, tentu sangat respect dengan program KBA Astra Tbk, yang sudah ada indikator baik tentang kesehatan, dan pendidikan.

“Nanti akan mendukung dan tidak sulit. Kepada para Menteri, kalau ada aturan jangan yang mempersulit diri,” ujarnya.

Untuk itu ke depan embrio pengembangan desa wisata melalui KBA segera dilakukan. Sehingga Tim KBA berkolaborasi dengan Kementerian untuk menunjang Desa Wisata.

“Jurusnya, kita harus punya grand spirit. Harus kompak. Kita ciptakan musuh dalam wisata dunia yakni Vietnam. Karena Vietnam ini meninggi terus jumlah kunjungannya,” ujar Dadang. (hms/ali/mlj)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top