Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Bisnis » Bupati Jember : “Festival Pegon Tradisi Yang Perlu Dipertahankan”

Bupati Jember : “Festival Pegon Tradisi Yang Perlu Dipertahankan”

Bupati Jember : “Festival Pegon Tradisi Yang Perlu Dipertahankan”

Jember, (titik0km.com) – Festival Pegon (Cikar) yang digelar di Pantai Watu Ulo Ambulu Jember resmi ditutup oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR pada Sabtu (23/6/2018) siang, penutupan Festival Pegon ini sendiri menandai berakhirnya masa libur lebaran dan sudah menjadi tradisi sejak puluhan tahun oleh warga yang tinggal di wilayah Jember selatan seperti Wuluhan dan Ambulu.

“Even seperti ini sudah turun temurun puluhan tahun lamanya, dan ini bisa menjadi kekuatan wisata Jember, karena memiliki karakter pandhalungan, dan masih tradisional sekali, saya berharap tradisi yang masih tradisional ini bisa bertahan dan tidak tergeser oleh kemajuan zaman, selain melestarikan budaya, festival ini juga menjadi hiburan gratis bagi masyarakat,” ujar Bupati Jember dr. Faida MMR dalam sambutannya.

Pegon sendiri merupakan kendaraan dari gerobak atau pedati yang masih kuno, karena untuk menjalankan kendaraan ini tidak menggunakan mesin, akan tetapi oleh 2 ekor sapi sebagai penggerak rodanya, pegon merupakan moda transportasi tak ubahnya truk pada zamannya, dan hingga kini oleh sebagian besar masyarakat di wilayah Ambulu dan Wuluhan masih dilestarikan.

“Meski kuno, keberadaan pegon merupakan satu kearifan lokal yang perlu dipertahankan, dan Dinas Pariwisata yang harus bertanggung jawab untuk mempertahankan tradisi arak-arakan pegon ini sebagai destinasi wisata tahunan,” ujar Faida.

Bupati sendiri pada kesempatan tersebut juga di daulat untuk ikut naik ke atas pegon yang menjadi juara satu dalam festival Pegon 2018 yang diikuti oleh 65 peserta festival dari dua kecamatan, dalam acara penutupan tersebut, bupati menyerahkan hadiah seekor sapi dan kambing kepada pemenang festival pegon. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top