Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Features » Dibuatkan Tabungan, 2294 Honor Guru Ngaji Tahap Pertama Diberikan Bupati

Dibuatkan Tabungan, 2294 Honor Guru Ngaji Tahap Pertama Diberikan Bupati

Dibuatkan Tabungan, 2294 Honor Guru Ngaji Tahap Pertama Diberikan Bupati

JEMBER (titik0km.com) – Honor guru ngaji Kabupaten Jember setelah melalui verifikasi panjang, serta menyesuaikan regulasi baru, yang bersumber dari dana Dinas Pendidikan APBD tahun anggaran 2017 dicairkan, Kamis (25/5/2017). Pencairan honor guru ngaji ini diberikan langsung oleh bupati Jember dr. Faida MMR dalam bentuk tabungan, sekaligus menjawab realisasi 22 program kerja untuk menaikkan honor guru ngaji sebesar 3 (tiga) kali lipat dibanding periode sebelumnya.

Realisasi tahap pertama ini diberikan langsung di Ponpes Al Qodiri Gebang, Patrang Jember, yang dikemas dengan acara istighosah bersama pukul 11.30 WIB. Bupati Jember dr Hj Faida, MMR akan memberikan sendiri memberikan secara langsung kepada 2.555 orang guru ngaji hasil verifikasi di tahap pertama ini.

“Pemberian honor guru ngaji berupa buku tabungan, untuk menghindari adanya pungli, sehingga honornya langsung masuk ke rekening masing-masing penerima, karena kami tidak ingin hak guru ngaji dipotong oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab, sebab selama ini masih banyak honor guru ngaji yang dipotong oleh oknum dengan dalih untuk ongkos dan biaya administrasi,” tegas Faida.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Suko Winarno, pada kesempatan lain menjelaskan,  bahwa realisasi atau pencairan honor guru ngaji mekanismenya, dari 31 Kecamatan di Kabupaten Jember dibagi 5 titik. Tiap titik itu berisi sekitar 5 – 6 Kecamatan di sekitar titik yang ditetapkan.

“Untuk tahap pertama misalnya, ditempatkan di Ponpes Al Qodiri, Kelurahan Gebang Kecamatan Patrang, meliputi guru ngaji di 6 Kecamatan antara lain, Sumbersari, Kaliwates, Patrang, Sukorambi, Ajung dan Panti,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan ini.

Sedangkan pencairan tahap ke dua akan ditempatkan di Kecamatan Bangsalsari, ke tiga di Kecamatan Sumberjambe, ke empat di Kecamatan Kencong, dan ke lima di Kecamatan Jenggawah.

“Setiap guru ngaji akan mendapatkan honor sesuai nilai yang ditetapkan yaitu empat ratus ribu rupiah per orang dikalikan tiga. Jadi setiap guru ngaji mendapat honor Rp 1,2 juta dalam setahun,” ujar Sukowinarno.

Suko Winarno menambahkan, bahwa data guru ngaji yang direalisasikan tahun anggaran 2017 ini, berjumlah 13.400 – an orang, sesuai hasil verifikasi. “Saya lupa pastinya, karena saya masih persiapan acara,” ujar Suko Winarno.

Menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini muncul tentang kesalahan data, masih ditemukannya guru ngaji yang tidak semestinya, atau yang guru ngaji belum mendapatkan, maka sepanjang tahun 2017 ini terus dilakukan update berjalan.

“Data kita ini kita dapat dari Bagian Kesra yang sekarang Bina Mental. Sedangkan Dinas Pendidikan melakukan verifikasi ulang. Dari verifikasi ulang ini,muncul angka 13.400 –an orang,” paparnya lagi.

Diharapkan tahun ini data base guru ngaji bisa diselesaikan termasuk jika ada data guru ngaji susulan. Dalam pendataan dan verifikasi Tim Dinas Pendidikan melibatkan RT dan RW di tingkat bawah, serta dibentuk Kordes untuk mengevaluasi dan memvalidasi data. “Kita siapkan juga  blanko jika ada yang kececer belum terdata, dan blanko koreksi data,” pungkasnya.

Dalam pencairan honor guru ngaji ini, Pemerintah Kabupaten Jember sesuai motto dan tekad Bupati Jember, No Pungli No Korupsi, tidak memberikan dalam bentuk tunai yang rawan pungli, tetapi tiap  guru ngaji akan diberikan buku tabungan. Pencairan tahap pertama Rp 400 ribu, tahap ke dua tahun 2017 ini akan masuk otomatis ke rekening masing – masing guru ngaji sebesar Rp 800 ribu. Jadi total dalam setahun Rp 1.200.000 per orang.(aisy/myn/,mlj)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top