Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Features » Dibuka Menteri Pariwisata, Grand Carnival JFC Pertemukan Kostum Carnaval 5 Negara

Dibuka Menteri Pariwisata, Grand Carnival JFC Pertemukan Kostum Carnaval 5 Negara

Dibuka Menteri Pariwisata, Grand Carnival JFC Pertemukan Kostum Carnaval 5 Negara

Jember (titik0km.com) – Puncak Acara Jember Fashion Carnival (JFC) ke 17 tahun ini pada Minggu (12/8/2018) Grand Carnival dibuka oleh Menteri Pariwisata Prof. Ir. Arif Yahya, pagelaran pada tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena pada tahun ini akan ada kostum Karnaval negara-negara Asia diantaranya Thailand, Filipina, Jepang, India dan Indonesia yang pakai oleh Tallent-Tallent JFC.

Bahkan event tahunan JFC Kali ini, menurut Menteri Pariwisata Ir. Arif Yahya menjadi tranding topik mengalahkan berita pilpres, “JFC kali ini mengambil tema Asialight, yaitu kebangkitan Asia, dan menjadi tranding topik pada hastag Jember Fashion Carnival dan Hastag Wonderfull JFC, bahkan mengalahkan berita Pilpres,” ujar Menteri Pariwisata dalam sambutannya.

Menpar Arif juga mengatakan JFC 2018 yang ke 17 dengan tema Asia Light (Cahaya Asia) ini adalah inspirasi Asian Games Dan itu sejalan dengan tema Asian Games 2018. “Energy of Asia”. “Kami mengucapkan selamat kepada Jember yang terpilih sebagai Kota Karnaval Terbaik Nasional 2017,” terangnya.

Selain sebagai Kota Karnaval Terbaik Nasional 2017, Arief mengatakan, JFC juga terpilih sebagai Top-3 CoE Nasional 2018. Tentu saja dia bangga, karena JFC juga telah memenangkan 11 Penghargaan Internasional untuk kategori Best National Costumes di berbagai event internasional.

“Untuk itu kami berharap JFC ini nantinya bisa setara dengan Karnaval Kelas Dunia seperti Rio Carnival – Brazil, Pasadena Flower Carnival – Los Angeles USA, Notting Hill Carnival – London Inggris. Dan Kemenpar selalu berkomitmen mendukung JFC,” ujarnya.

Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR dalam menyikapi JFC mengatkaan, bahwa JFC merupakan Penciptaan karya seni modern namun tidak melupakan budaya daerah sendiri, baik dalam bidang fashion maupun bidang-bidang lainnya.

“Karya-karya modern yang dipadu-padankan dengan seni kreasi tradisional, bisa memberikan motivasi dan inspirasi seni, yang pada akhirnya akan dapat memberikan seni hiburan yang mendidik kepada masyarakat, sehingga karya seni modern dan tradisional jangan sampai ditinggalkan,” ujar Bupati Jember.

Bupati Faida juga mengingatkan, JFC telah menjadi ikon Kabupaten Jember.  JFC juga mampu menarik minat para wisatawan dalam dan luar negeri untuk berkunjung ke Jember. Di sisi lain, penyelenggaraan JFC ini telah mampu meningkatkan industri kreatif dan pariwisata Kabupaten Jember. Hal ini tentu akan berdampak positif pada kegiatan sektor ekonomi masyarakat.

Sementara Presiden JFC Dynand Faris yang tampil pada defile pertama pada Grand Carnival terlihat membawa pusaka Kujang yang konon usianya mencapai ribuan tahun dan terbuat dari batu meteroid, seperti dijanjikan pada awal kegiatan JFC, Pusaka Kujang ini dipamerkan ke publik untuk pertama kalinya.

Sedikitnya 2500 peserta dijadikan model pada event JFC kali ini, tidak hanya itu, tiga putri Indonesia juga ikut tampil pada JFC yang akan melewati catwalk terpanjang di Dunia, yaitu 3,6 kilo meter, mereka adalah Putri Indonesia 2018, Putri Pariwisata 2018 dan Putri Lingkungan Hidup 2018.

“Ketiga Putri Indonesia hadir secara khusus untuk ikut memeriahkan Jember Fashion Carnaval, dan ketiga-tiganya akan ikut menjadi model di catwalk terpanjang di dunia ini,” ujar Dynan Fariz. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top