Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Bisnis » Dihadapan Sopir Angkot, Bupati Berikan Asuransi dan Solusi Hadapi Angkutan Berbasis Online

Dihadapan Sopir Angkot, Bupati Berikan Asuransi dan Solusi Hadapi Angkutan Berbasis Online

Dihadapan Sopir Angkot, Bupati Berikan Asuransi dan Solusi Hadapi Angkutan Berbasis Online

JEMBER (titik0km.com) – Ratusan sopir plat kuning di Jember, seperti Angkot, Angkudes maupun minubus plat kuning, Jumat sore (6/10/2017) berkumpul di Pendopo Wahyawibawagraha Pemkab Jember, berkumpulnya ratusan sopir ini bukan untuk demo, melainkan acara silaturrahmi yang di gagas oleh Pemkab Jember.

“Ternyata sopir angkot di Jember banyak sekali, jika dilihat dai semangatnya, ini bukan demo ya tapi mirip kongres sopir angkot,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida saat menyapa ratusan sopir angkot yang sudah lebih dulu menunggu,

Dalam acara silaturahmi pengemudi angkutan kota dan pengemudi angkutan pedesaan ini, disamping dihadiri petugas dari Dinas Perhubungan Pemkab Jember, juga dihadiri oleh Dinas Koperasi, dan petugas dari BPJS Ketenagakerjaan. “Sopir angkot tidak perlu risau dengan adanya angkutan berbasis online yang ada di Jember, tidak perlu khawatir tidak dapat penumpang, bila diperlukan bupati siap carikan penumpang, nanti kita sinergikan dengan melayani siswa sekolah, dan angkot yang ramah ibu dan anak,” ujar Faida.

Pada kesempatan tersebut, Faida juga memberikan asuransi dari fasilitas BPJS Ketenagakerjaan kepada sopir angkot melalui koperasi angkutan kota, “Kita juga berikan asuransi dari fasilitas BPJS Tenaga Kerja langsung diberikan Kepala BPJS Kanwil Jatim kepada para sopir melalui koperasi angkutan kota, kita juga menghadirkan kepala Dinas Koperasi untuk membina koperasi angkutan kota,” ujar Faida.

Banyak ger geran pada saat ratusan sopir angkot ini berkumpul di pendopo bertemu dengan bupati, terlebih saat bupati menyebut bahwa sopir angkot sama pentingnya dengan pejabat pemkab lainnya di Jember, “Sopir angkot ini juga tamu penting di pendopo, bukan hanya tamu dari Jakarta saja, pendopo ini rumah rakyat Jember,” ujarnya disambut tepuk tangan riuh ratusan sopir.

Dia menambahkan, soal angkot ada aturan sendiri dan ada peraturan daerahnya. “Jadi kita sepakat sopir angkot dan angkutan desa untuk tertib, todus mon tak tertib, todus mon e tilang,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Pemkab Jember saat ini ada angkutan kota ada 302 memiliki ijin, dan angkutan pedesaan ada 95 ijin. Validasi angkot ijin 168, dan angkudes 49 ijin.

“Kami minta para koperasi angkutan kota dan desa mematuhi aturan soal tarif kendaraan umum, selain itu juga mematuhi surat kendaraan dan SIM,” ujarnya.

Soal adanya persaingan angkot dan angkudes dengan angkutan modern aplikasi, Bupati Faida berharap sopir tidak khawatir. “Jangan khawatir tidak dapat penumpang, kalau perlu bupati yang mencarikan penumpang. Nantinya disinergikan angkot melayani siswa sekolah dan ramah anak dan siswa,” ujarnya.

Bupati Faida juga menyinggung soal umur kendaraan angkot yang umurnya sudah lebih 15 tahun dan kedepan perlu peremajaan kendaraan. Selain itu Pemkab Jember juga memberikan perhatian beasiswa pendidikan kepada anak para sopir agar mampu menempuh bangku kuliah atau minimal tingkat SMA. “Ada lima ribu beasiswa pendidikan bagi mahasiswa, kita berharap anak-anak sopir angkot dan angkudes nantinya bisa difasilitasi oleh Pemkab,” ujarnya. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top