Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Bisnis » Ditangan 1000 Pramuka, Jember Miliki Kampung Kelir

Ditangan 1000 Pramuka, Jember Miliki Kampung Kelir

Ditangan 1000 Pramuka, Jember Miliki Kampung Kelir

Jember (titik0km.com) – Festival Wirakarya Kampung Kelir Pramuka 2018, Senin (30/7/2018) malam resmi dibuka oleh Bupati Jember sekaligus Ketua Majelis Pembina Cabang (Kamabincab) Pramuka Jember dr H Faida MMR. Acara yang digelar di Gedung Nasional Indonesia (GNI) ini diikuti oleh 1.000 pramuka penegak dari zona Jember-Lumajang.
Akan ada sekitar 3 Kampung di sekitar Gladak Kembar yang akan berubah wajah menjadi kampung kelir atau kampung warna-warni ditangan 1000 Pramuka, kampung itu meliputi Kampung Kepatihan di Kelurahan Kepatihan, Kampung Sumberdandang (Sebelah selatan Masjid) di Kelurahan Kebonsari, dan Kampung Gladak Kembar di Kelurahan Sumbersari.
Tiga kampung tersebut akan dicat atau dikelir oleh ribuan anggota Pramuka Kwartir Kabupaten Jember dan Pramuka Kwartir Kabupaten Lumajang dalam gelaran Festival Wirakarya “Kampung Kelir” zona Jember-Lumajang.
Acara yang ditempatkan di areal parkir Gedung Nasional Indonesia (GNI) ini dibuka langsung oleh Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, selaku Kamabicab Jember. Dihadapan seluruh pemuda pemudi penegak kepanduan, Kamabicab Jember, Kakak Faida menyampaikan bahwa pembentukan mental kuat, diakui atau tidak telah banyak dibentuk melalui Pramuka.
Bupati Faida juga menegaskan melalui Festival Wirakarya Kampung Kelir ini bahwa dengan semangat pramuka yang selalu gotong royong harus mampu memberikan perbedaan dengan yang lainnya. “Harus ada bedanya, sebelum dan sesudahnya pramuka datang pada kampung yang dijadikan kampung kelir ini,” ujar Bupati Faida.
Dalam festival yang melibatkan sekitar 1.000 orang pramuka dari zona Jember-Lumajang, diakui oleh Bupati Faida bahwa untuk lokasi kampung kelir ditentukannya sendiri, yaitu disekitar lingkungan gladak kembar. Dikarenakan agar setiap kendaraan yang melalui jantung kota ini bisa melihat sesuatu yang indah dari buah tangan para anggota penegak Pramuka. Faida berharap kampung ini akan menjadi kampung percontohan diwilayah lain yang ada di Kabupaten Jember.
Acara ini adalah acara sangat baik dan sangat penting, dimana para anggota penegak pramuka ini dituntut untuk mambangun tim yang solid dan kuat, serta membangun juga kepedulian dan kebersamaan antar sesama. “Acara positif akan kita teruskan”, ungkap Faida.
Selaku Kamabicab Jember, Bupati Faida juga akan menantang para penegak pramuka ditahun 2018 nanti untuk melakukan kegiatan serupa, sehingga kampung-kampung lainnya bisa diubah menjadi kampung kelir yang sehat. Bupati Faida juga meminta agar setelah kegiatan ini, para pramuka untuk mengawasi hasil karyanya sehingga tetap terjaga. “Untuk pengawasannya, biar pramuka sendiri yang mengawasi. Saya yakin akan lebih efektif karena pramuka yang membangunnya dengan didampingi oleh Diknas”, pungkasnya.
Ada sekitar 1000 anggota pramuka dari wilayah lumajang dan Jember. Selain itu ada 850 pramuka tinggal di kampung kelir, sedangkan 150 orang ditempatkan di Gedung GNI. Tujuan dalam even kampung kelir ini yakni untuk perubahan prilaku masyarakat menjadi prilaku yang bersih, nyaman dan indah. (al1)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top