Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Bisnis » Ditjen Hubud Agus Santoso : “Kopi Jember Enak dan Khas”

Ditjen Hubud Agus Santoso : “Kopi Jember Enak dan Khas”

Ditjen Hubud Agus Santoso : “Kopi Jember Enak dan Khas”

JEMBER (titik0km.com) Ada kesempatan promosi produk lokal, langsung dimanfaatkan Bupati Jember dr Hj Faida, MMR. Siapa pun yang berkunjung ke Pendopo, Faida langsung menggeretnya keliling melihat stand pameran produk lokal baik kerajinan, handycraft, hingga alat kesenian dan produk kopi asli Jember di dalam pendopo.

Seperti pemandangan yang terlihat Sabtu (2/9/2017) sore. Begitu Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Agus Santoso, mampir ke Pendopo, Faida langsung mengajaknya melihat produk kopi asli Jember di café corner ruangan pendopo.

Di sana sudah ada barista sedang beraksi meracik sajian minuman kopi khas Jember. Mulai dari jenis kopi Robusta hingga Arabica dipromokan kepada Dirjen Hubud.

“Di sini ini Pak Dirjen, ada kopi produksi perkebunan daerah kita. Kopi Kahyangan, ada kopi rakyat lainnya dengan cirri khas dan aroma masing- masing. Ini ada yang biji kopi hasil roasting siap digrider jadi bubuk sebagai sajian fresh,” ujar Faida, disambut senyum Dirjen Hubud, Agus Santoso yang menyimak seksama.

Sementara Agus Santoso, lulusan ITB yang juga mantan Kepala Badan Lemlit Kemenhub dan Direktur Bandara ini – mengaku suka dengan kopi Jember. Rasanya mantap dan khas. “Seperti yang disampaikan Bupati , kopi Jember enak, dan rasanya khas,” ujarnya.

Sambil diwawancarai sebuah stasiun televisi nasional Dirjen Hubud, menyeruput minuman kopi yang disajikan oleh barista khusus Pendopo. Barista ini seperti pengakuan Faida telah memiliki sertifikat lulus sebagai barista (peracik kopi).

“Siapa mengira, barista kita saja seorang wartawan,” ujar Faida, menyela disambut tawa heran Dirjen Hubud, Agus Santoso.

Tak puas di situ, Faida, yang mengaku sebagai kepala marketing produk Jember ini, mengajak Dirjen melihat – lihat kamar tamu pejabat negara di pendopo yang didesain serta melihat stand pameran produk lokal di salah satu sudut pendopo.

Ada kerajinan tasbih kualitas ekspor, tas wanita, tas batik, alat masak, kerajinan jimbe yang dikirim ke Afrika, dan sejumlah kerajinan seni ukir bonggol bambu yang dikirim pesanan negara Mesir.

Suasana hangat Bupati Faida membuat Agus Santoso Dirjen Hubud ini terus mengangguk dan berdecak kagum karena potensi Jember sangat luar biasa. Sesekali kelakar terjadi di antara keduanya membahas bagaimana produk lokal di Jember bisa melayani negara luar, kemudian pembelinya adalah masyarakat Indonesia sendiri yang berangkat ke luar negeri semisal kotak nasi dari alumunium untuk kebutuhan jamaah haji.

Ke depan menurut Bupati Jember dr Faida, impact dari kegiatan ekonomi akibat pembangunan Bandara di Jember sangat besar. Dia menegaskan bahwa dengan bandara dibangun, tentu saja sinergi kekompakan tiga Kabupaten tetangga juga akan terjadi, baik Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

“Sinergi otomatis terjadi kekompakan, karena urusan haji masyarakat dari tiga dan empat Kabupaten tetangga, membuat kita bersatu membangun di daerah tapal kuda ini,” ujar Bupati.

Agus Santoso, kemudian memilih meninggalkan Pendopo transit di salah satu hotel di Jember untuk menunggu jam jadwal penerbangan besok pagi kembali ke Jakarta

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top