Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Bisnis » Gelapkan Sepeda Motor Kreditan, Pak RT Ditahan

Gelapkan Sepeda Motor Kreditan, Pak RT Ditahan

Gelapkan Sepeda Motor Kreditan,  Pak RT Ditahan

JEMBER (titik0km.com) –

Ini peringatan bagi anda yang melakukan kredit sepeda motor,  jangan sekali kali menjual atau menggadaikan kendaraannya kalau kreditnya masih berjalan, jika tidak ingin bernasib seperti Suyono warga Dusun Plalangan Rt. 001 Rw. 004 Desa Plalangan Kecamatan Kalisat Jember.

Gara-gara menggelapkan dan menjual sepeda motor Supra X 125 nopol P 6291 TA yang ia beli secara kredit melalui PT Adira Dinamika Multi Finance Cabang Jember dipindahtangankan, Suyono harus mendekam di jeruji besi.

“Yang bersangkutan membeli sepeda motor secara kredit ke klien kami pada bulan Februari 2017, namun saat pembayaran angsuran masuk 4 bulan, yang bersangkutan mulai ada itikad tidak baik, bahkan saat klien kami mendatangi rumahnya, ia berkelid dan tidak mengaku kalau menjadi kreditur di Adira,” ujar Koswara Panduwinata SH pengacara PT. Adira Dinamika Multi Finance Selasa (6/2/2018)

Pandu (panggilan akrab Koswara Panduwinata) menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh pelaku kemungkinan karena banyak beredar jika kredit sepeda motor masuk undang-undang Fidusia yang perkara hukumnya masuk ke Perdata dan bukan pidana, padahal tidak demikian.

“Banyak kreditur yang selama ini menganggap kredit kendaraan masuk undang-undang Fidusia, dan beranggapan pasal yang diterapkan adalah perdata, padahal perkaranya bisa ke ranah pidana, seperti yang dilakukan Suyono ini,” beber Pandu.

Pandu juga mengatakan bahwa klien nya sebenarnya masih berniat menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan,  namun karena yang bersangkutan selalu berkelit,  terpaksa pihaknya melaporkan kasus penggelapan ini ke Polsek Kalisat pada pada Oktober 2017 lalu.

“Pelaku kami laporkan ke Polsek Kalisat pada Oktober lalu dan hari ini dinyatakan P 21 dan yang bersangkutan di tahan oleh pihak kejaksaan karena dikhawatirkan melarikan diri,” kata Pandu sambil menunjukkan surat perintah penahanan dari kejaksaan dengan nomor : Print-52/O.5.12.3/Euh.2/02/2018.

Pandu juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membeli sepeda STNK an yang marak diperjual belikan di facebook,  karena jika kendaraan yang dibeli dalam laporan kepolisian,  maka bisa dianggap swbagai penadah, “Biasanya modus dari kreditur nakal seperti yang bersangkutan, kendaraan dijual hanya dilengkapi STNK saja, padahal hal ini melanggar undang undang, kendaraan seperti ini banyak dijual melalui group jual beli online kendaraan ‘STNK’ an, saya melihat di media sosial facebook, anggotanya ada 90 ribu lebih,” pungkas Pandu (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top