Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Entrepreneur » Ini Kesepakatan Bersama Bagi Tempat Hiburan di Jember Selama Ramadhan

Ini Kesepakatan Bersama Bagi Tempat Hiburan di Jember Selama Ramadhan

Ini Kesepakatan Bersama Bagi Tempat Hiburan di Jember Selama Ramadhan

Jember, (titik0km.com) – Memasuki bulan puasa Ramadhan yang tinggal hitungan hari, Polres Jember bersama dengan Pemkab dan MUI (Majelis Ulama Indonesia), Senin (14/5/2018) menggelar pertemuan di ruang Rupatama Polres Jember dan menungakan 20 poin kesepakatan bersama antara Polres, Pemkab dan MUI serta sejumlah tokoh agama.

Dari 20 poin kesepatakan yang ditandatangani bersama tersebut diantaranya adanya larangan bagi tempat hiburan untuk buka selama bulan pusa, disamping itu, juga ada poin yang melarang organisasi apapun untuk melakukan sweeping selain dilakukan oleh pihak berwenang, serta batasan pengeras suara yang digunakan mengaji sampai pukul 22.00 WIB.

“Untuk menciptakan suasana Ramadhan tenang dan menghormati warga yang menjalankan ibadah puasa, kami mengimbau para pemilik tempat hiburan untuk menutup usahanya selama bulan Ramadhan 1439 H, rencananya, mulai Selasa malam kita menutup tempat hiburan,” jelas kapolres di Rupatama Polres Jember.

Kapolres juga mengatakan bahwa pada selasa malam atau besok, pihak Polres bersama dengan TNI dan sejumlah tokoh agama akan berkeliling ke tempat hiburan untuk memastikan tempat hiburan sudah tutup.

Hal senada juga disampaikan oleh Asisten Pemerintahan Setkab Jember Hadi Mulyono, dalam kesempatan tersebut Hadi juga mengatakan kepada organisasi apapun untuk tidak melakukan sweeping, “Jangan sampai ada sweeping bagi organisasi apapun, kecuali yang dilaksanakan oleh pihak berwenang,” ujar Hadi.

Hadi juga mengingatkan kepada pengurus partai politik, mengingat dalam waktu dekat ada pilkada jatim, pihaknya juga melarang masjid maupun mushola dijadikan untuk kegiatan politik, “Selain larangan ini tertuang dalam 20 poin kesepakatan, dalam peraturan KPU pun sudah dicantumkan larangan tempat ibadah dijadikan tempat berpolitik,” ungkapnya.

Sementara Ketua MUI Jember Prof. KH. Halim Subahar menyerukan umat Islam untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan penuh rasa senang. Sebab Allah SWT berjanji mengharamkan jasad orang yang senang dengan datangnya bulan Ramadhan. “Tapi, kegembiraan menyambut bulan Ramadhan terkadang salah kaprah. Sekarang, Ramadhan kurang beberapa hari lagi, sudah banyak yang buat mercon, lebih baik uangnya digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat,” pesannya. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top