Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Entrepreneur » Jadikan Jember Kota Layak Anak, Menteri PPPA Intruksikan Semua Elemen Harus Bantu Bupati !

Jadikan Jember Kota Layak Anak, Menteri PPPA Intruksikan Semua Elemen Harus Bantu Bupati !

Jadikan Jember Kota Layak Anak, Menteri PPPA Intruksikan Semua Elemen Harus Bantu Bupati !

JEMBER (titik0km.com) Kabupaten Jember ditetapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Prof Dr Yohana Susana Yambise  menuju  Kabupaten Layak Anak (KAL). Hal itu menjadi tugas sangat berat bagi Bupati dan Wakil Bupati Jember, sehingga seluruh elemen masyarakat harus membantunya secara gotong royong.

Sebelum mengibarkan bendera tanda Festival Egrang VIII dimulai dengan defile egrang dari para peserta, Menteri Yohana, menegaskan bahwa tugas berat Bupati dan Wakil Bupati Jember adalah merealisasikan 24 indikator sebelum Jember ditetapkan atau meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KAL).

“Indikator itu semua harus dijalankan bersama semua elemen baik unsur pemerintah kabupaten, hingga masyarakat. Mulai dari aparat  Kepala Desa dan Camat, indikator itu melibatkan semua pihak, dunia usaha, dunia pendidikan dan lembaga masyarakat,” ujar Yohana.

Hak – hak anak harus terus dijaga. Salah satunya, akte kelahiran harus dimiliki seluruh anak di Kabupaten Jember tanpa terkecuali karena merupakan hak dasar anak. Semua anak – anak tampa diskriminasi harus mendapat akte kelahiran.

“Karena akte kelahiran itu berguna untuk kemudahan akses kesehatan dan pendidikan sampai dewasa terutama untuk mencari pekerjaan dan lain lain,” tegas Menteri Yohana.

Anak – anak Indonesia harus dijaga. Termasuk anak di Jember harus dijaga. Tidak boleh ada kekerasan anak, tidak boleh ada  aksi pukul – pukul terhadap anak. “Tidak boleh ada lagi. Apalagi sudah ada UU Perlindungan Anak. Orang tua tidak boleh lagi pukul anak. Guru di sekolah juga  tidak boleh memukul siswanya. Karena gurunya bisa dituntut bila ada kekerasan di sekolah,” ujarnya.

Menurut Yohana, sanksi bagi pelaku kekerasan terhadap anak di dalam Undang – undang tersebut sangat keras. Terutama di UU Nomor 17 tahun 2016, disebutkan bahwa “barang siapa melakukan kejahatan seksual terhadap anak sehingga anak menderita kecatatan diancam hukuman seumur hidup,  tembak mati, dan kebiri serta pemasangan chips di tubuh pelaku. Sehingga di mana saja pelaku bisa dipantau keberadaanya,” tutur Menteri Yohana.

Ditegaskan, bahwa melindungi  anak di Indonesia menjadi komitmen Pemerintah RI saat ini tanpa diskriminasi, anak – anak Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, mendapat perlindungan yang sama.

Sehingga  anak – anak memiliki  hak untuk diperhatikan Pemerintah. Termasuk pemerintah daerah. Dalam menuju KAL itu, semua pihak harus fokus memperhatikan. Sementara tugas anak – anak Indonesia adalah  belajar.

“Siapa yang mau jadi  Menteri..,” ujar Menteri Yohana, disambut acungan jari oleh ratusan anak – anak Desa Ledokombo.

Bagi Pemerintah Indonesia, persoalan perlindungan anak sudah final. Masa depan bangsa ini berada di tangan anak – anak.  Anak – anak Indonesia adalah masa depan Indoensia. Presiden RI Jokowi sendiri telah meratifikasi  konvensi hak anak dan menjadi perhatian utama negara  tanpa  diskriminasi.

“Saya ucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati yang telah menyatakan komitmen membangun Kabupaten Jember menuju Kabupaten Layak Anak,” ujar Menteri Yohana.

Sementara itu, Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, mengatakan bahwa dengan tugas itu artinya ke depan Kabupaten Jember sudah harus mensinkronkan semua perencanaan, program, kegiatan ke dalam upaya perlindungan terhadap anak dan perempuan.

“Sinergi itu, kita harapkan segera kita realisasikan. Ada target – target yang menurut kami akan dikawal oleh kementerian yang disesuaikan dengan program di Kabupaten Jember,” ujarnya.

Faida, lantas mengajak dukungan semua pihak mulai dari organisasi LSM, ormas kepemudaan, ormas, kepala desa, dunia usaha, hingga elemen pemerintah Kabupaten Jember, serta wartawan untuk mendukung realisasi Kabupaten Jember menuju Kabupaten Layak Anak (KAL). (ali/mjl)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top