Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Features » Jember Tuan Rumah HKN ke 53 Jatim, Gelar Pameran Kesehatan Dan Senam Lansia

Jember Tuan Rumah HKN ke 53 Jatim, Gelar Pameran Kesehatan Dan Senam Lansia

Jember Tuan Rumah HKN ke 53 Jatim, Gelar Pameran Kesehatan Dan Senam Lansia

Jember (titik0km.com) – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 53 propinsi Jatim di gelar di Kabupaten Jember, serangkaian kegiatan ikut meramaikan HKN propinsi Jatim yang digelar pada Jumat (1/12/2017) diantaranya mulai Jalan Sehat, Senam Lansia, serta pameran kesehatan yang diikuti oleh rumah sakit dari berbagai kabupaten di Jawa Timur dengan melayani pengunjung secara gratis.

“Jember dipilih sebagai tuan rumah peringatan Hari Kesehatan Nasional tingkat propinsi karena jumlah penduduknya yang besar serta kami melihat bupati Jember sangat luar biasa dalam memperhatikan pembangunan kesehatan warganya,” ujar Hartanto Sekretaris bidang Pengembangan SDM dan Kesehatan Dinkes Propinsi Jatim kepada sejumlah wartawan.

Puncak HKN ini sendiri selain acara senam lansia, jalan sehat dan pameran kesehatan, beberapa rumah sakit yang membuka stand juga memberikan layanan kesehatan secara Cuma-Cuma alias gratis.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan agar masyarkat benar benar menjaga kesehatan dimulai dari keluarga dan dirinya sendiri terutama terhadap 10 macam penyakit menular yang saat ini sedang diperangi oleh Dinas Kesehatan, “Masyarakat harus merubah pola hidupnya dengan menjaga dan membiasakan diri dengan pola hidup sehat, makan sayur sayuran serta buah-buahan dan hindari rokok,” pesan Bupati.

Bupati mengatakan tren penyakit tidak menular di masyarakat saat ini sangat tinggi sekali seperti Jantung, Diabetes, kanker dan beberapa penyakit lainnya, sehingga perlu kepedulian dan gerakan bersama untuk memutus rantai penyakti tersebut, apalagi mencegah lebih baik daripada harus mengobati.

“Beberapa penyakit seperti Jantung klaimnya paling tinggi dialami oleh BPJS, oleh karena itu perlu adanya gerakan bersama, karena jika penyakit penyakit seperti itu menjangkiti masyarakat, maka akan menimbulkan banyak masalah lainnya, seperti produktifitas masyarakat akan menurun, sehingga akan mempengaruhi kehidupan lainnya terutama di lingkungan keluarga,” tegas Bupati.

Bupati juga mengatakan bahwa 20 tahun lalu tren penyakit masyarakat hanya ada beberapa jenis seperti Ispa, jantung dan diabetes, namun saat ini hipertensi sudah masuk pada urutan terutama di Jawa Timur, “Jumlah penyakit yang menjadi tren di masyarakat, saat ini sudah ada 10 jenis, dan hypertensi menduduki urutan kedua, oleh karena itu penting sekali ada gerakan bersama untuk dengan dimulai dari diri sendiri dan keluarga,” pungkasnya. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top