Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Bisnis » Kabag Hukum Pemkab Jember : “Masterplan Sudah Dipenuhi, PTPN 12 Minta HGU Dirubah Jadi HPL”

Kabag Hukum Pemkab Jember : “Masterplan Sudah Dipenuhi, PTPN 12 Minta HGU Dirubah Jadi HPL”

Kabag Hukum Pemkab Jember : “Masterplan Sudah Dipenuhi, PTPN 12 Minta HGU Dirubah Jadi HPL”

Jember (titik0km.com) – Persoalan mandegnya pelebaran jalan yang dihentikan oleh pihak PTPN 12 lantaran tidak ada surat dari Bupati ditanggapi Kepala Bagian Hukum Pemkab Jember Ratno Cahyadi Sembodo, menurutnya, apa yang disampaikan Manager Kebun Mumbulsari PTPN 12 Kishartono terkait master plan sudah tercantum pada saat penandatanganan MoU.

“Semua persyaratan telah dipenuhi dalam penandatanganan kesepakatan yang dilakukan oleh Bupati Jember, Angkasa Pura 2, dan Dirut PTPN 12 pada 6 Juli 2018 di Jakarta, dalam kesepakatan itu juga tertuang kalau pelaksanaan pelebaran jalan bisa dikerjakan terlebih dahulu,” ujar Ratno Jumat (31/8/2018).

Ratno menambahkan, bahwa dalam MoU 6 Juli disepakati jika infrastruktur akan dibangun lebih dulu untuk akses alat berat masuk ke lokasi Bandara, “Artinya, kesepakatan pasca MoU yang dihadiri sejumlah pihak menyatakan kalau infrastruktur termasuk pelebaran jalan masuk bisa dikerjakan dahulu, sambil menunggu penyusunan master plan,” kata Ratno.

Ratno juga menambahkan tidak segera dikirimkannya surat oleh Bupati Jember kepada direksi PTPN 12, bukan berarti dalam hal ini bupati tidak mau melakukan atau membiarkannya berlarut-larut, bupati menginginkan jaminan dari pihak PTPN 12 untuk komitmen dan tidak berubah-rubah.

“Bupati mau, tapi jaminannya apa dari PTPNXII? karena dari waktu ke waktu terus berubah permintaannya. Awal (minta) masterplan, terus minta HGU (Hak Guna Bangunan) dirubah dulu menjadi HPL (Hak Pengelolaan) baru bisa dikerjakan pelebaran jalannya, lha sekarang minta surat Bupati, padahal pada pertemuan terakhir 29 Agutus lalu semua sudah sepakat kalau pelebaran jalan akan dimasukkan ke Master plane, kalau seperti ini siapa yang menghambat,” imbuh Ratno.

Ratno juga menyampaikan, dengan persoalan seperti ini, masyarakat bisa menilai sebenarnya bupati sangat bersungguh-sungguh untuk merealisasikan proyek strategis nasional perluasan bandara Notohadinegoro yang akan memberikan dampak siginifikan kepada peningkatan Kesejahteraan masyarakat dan pihak mana yang selalu mencari-cari alasan agar pelaksanaanya molor tidak sesuai target. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top