Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Features » Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK : “Kalau Ada Warga Jember Yang Terluka Karena Begal, Rasanya Seperti Istri Digoda oleh Pria Lain,”

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK : “Kalau Ada Warga Jember Yang Terluka Karena Begal, Rasanya Seperti Istri Digoda oleh Pria Lain,”

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK : “Kalau Ada Warga Jember Yang Terluka Karena Begal, Rasanya Seperti Istri Digoda oleh Pria Lain,”

JEMBER (titik0km.com) – Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH. SIK merasa geram dengan aksi begal yang mulai marak di beberapa wilayah di Jember, bahkan dirinya mengatakan jika melihat berita warga Jember terluka dan berdarah akibat aksi begal, dirinya mengibaratkan seperti istri yang digoda oleh pria lain, ingin marah dan geram. Hal ini disampaikan oleh Kapolres saat menyerahkan kendaraan operasional jenis sepeda motor Trail kepada jajaran Resmob di halaman Mapolsek Sumberbaru, Kamis (18/5/2017) sore.

“Kalian tentu sedih dan geram saat membaca berita di media yang memberitakan warga Jember menjadi korban begal mengalami luka parah sedang dirawat di rumah sakit, bahkan saya mengibaratkan kalau melihat warga yang menjadi korban begal ibarat istri kita digoda oleh orang lain,” ujar Kapolres saat memimpin Apel sore.

Bahkan Kapolres memerintahkan tembak ditempat kepada pelaku kejahatan yang dianggap mengibarkan bendera perang di wilayah hukumnya, “Kalau sampai begal melakukan perlawanan, silahkan tembak ditempat, asal semua sesuai prosedur yang sudah diberlakukan,” tegas Kapolres Jember.

Kapolres menambahkan, bahwa dalam menjalankan tugasnya, polisi memiliki 6 eskalasi, yaitu hadir ditengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, diharapkan dengan adanya polisi saat patroli pelaku kejahatan akan berpikir dua kali ketiak mau beraksi, “Polisi dalam menjalankan tugasnya memiliki enam eskalasi, yang pertama, dengan kehadiran polisi diharapkan pelaku kejahatan mengurungkan niatnya, jika tetap membandel, maka polisi bisa menggunakan perintah lisan, jika tetap melakukan perlawanan terlebih membahayakan jiwa, maka polisi bisa melakukan tembak ditempat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres dengan didampingi Plt. Kasatreskrim AKP. Sutanto menyerahkan 5 sepeda motor jenis trail kepada jajaran Resmob serta rompi anti peluru yang akan digunakan saat menjalankan tugas di lapangan. (aisy/mint/mlj)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top