Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Features » Libatkan Ribuan Warga, Pelatihan BLS Masuk Rekor MURI

Libatkan Ribuan Warga, Pelatihan BLS Masuk Rekor MURI

Libatkan Ribuan Warga, Pelatihan BLS Masuk Rekor MURI

Jember (titik0km.com) – Kembali Jember mencatatkan sanamnya dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), nama yang tercatat kali ini Pelatihan Basic Life Support (BLS) yang melibatkan 2.548 masyarakat sebagai peserta terbanyak, dimana pelatihan BLS ini sendiri adalah pelatihan menolong sesama dalam kondisi darurat.

“Jember berhasil meraih rekor MURI atas Pelatihan BLS dengan peserta terbanyak, dimana menurut perhitungan kami diketahui total pesertanya berjumlah 2.548 orang,” ujar staf MURI, Anastasya Siregar Minggu (3/12/2017), setelah memberikan piagam penghargaan MURI kepada Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR., Minggu (3/12).

Anastasya mengatakan, prestasi yang diraih Jember ini berhasil menumbangkan prestasi sebelumnya yang dilakukan oleh Universitas Sriwijaya, dimana pada pelatihan BLS di Universitas Sriwijaya jumlah peserta 1.903 orang.

Bupati Jember yang menerima langsung piagam penghargaan MURI tersebut mengatakan bahwa prestasi ini adalah prestasi milik masyarakat Jember. “Kini Jember sudah punya ahli-ahli BLS untuk menolong sesama dalam kondisi darurat, dan prestasi ini juga milik warga Jember,” terang Bupati Jember saat menyampaikan sambutan di hadapan ribuan masyarakat Jember.

Kegiatan ini sendiri atas prakarsa Dinas Kesehatan Pemkab Jember berkerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember untuk melatih masyarakat Jember agar menguasai teknik BLS.

Menurut dr. Suryono selaku Ketua Panitia sekaligus dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, perlunya pelatihan BLS bagi masyarakat ini karena pada 5 menit pertama adalah waktu emas dalam menyelamatkan hidup sesorang melalui pemberian pertolongan pertama berupa pijat jantung.

“Kondisi darurat dengan terhentinya jantung bisa terjadi dimana saja, maka dari itu, tidak hanya tenaga kesehatan, justru masyarakat awam harus bisa teknik BLS ini,” ungkap dr. Suryono di sela-sela Pelatihan BLS kepada ribuan masyarakat Jember yang bertempat di Aula GOR PKPSO Jember.

Ribuan peserta pelatihan BLS foto bersama Bupati usai acara

Suryono menguraikan cara untuk memberikan dengan diawali dengan menepuk pundak orang yang tidak sadar untuk memastikan atau mengidentifikasi apakah benar-benar tidak sadarkan diri.

“Pertama, pundaknya ditepuk beberapa kali sambil dipanggil, jika tetap tidak ada respon baik berupa gerakan maupun suara, maka berteriaklah untuk meminta tolong untuk mengaktifkan sistim emergency,” urainya.

Saat itulah orang yang mengerti tehnik BLS bisa melakukan pijat jantung dimana untuk mengetahui lokasinya dengan membagi dua tulang dada, bagian terbawah tepat ditengah.

“Dilokasi pijat jantung, Ditekan seperti memompa sedangkan untuk kecepatannya yaitu 100-120 kali permenit dan tidak boleh terputus-putus,” beber dr. Suyono.

Sementara Supiyanah salah satu peserta, asal Desa Sabrang, Kec. Ambulu saat diwawancarai mengatakan bahwa pelatihan ini adalah pertama kalinya ia ikuti, “Saya bersyukur, ini ilmu baru bagi saya, harapan saya bisa menolong sesama pada waktu-waktu emas tersebut,” ungkap Supiyanah kepada media ini. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top