Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Narona » Luar Biasa, Potensi Zakat ASN Jember Bisa Tembus 24 M

Luar Biasa, Potensi Zakat ASN Jember Bisa Tembus 24 M

Luar Biasa, Potensi Zakat ASN Jember Bisa Tembus 24 M

Jember, (titik0km.com) – Potensi terhimpunnya zakat di Jember cukup besar dalam satu tahun, jika dikoordinir dengan baik, zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jember yang jumlahnya ribuan bisa mencapai 24 Milyar lebih, hal ini disampaikan H. Misbahus Salam ketua Baznas Kabupaten Jember saat peluncuran Aplikasi Zakat Online di depan Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, Wakil Bupati Jember Drs. KH. Muqiet Arif serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jember Jumat (8/6/2018) malam di Pendopo Wahya Wibawagraha.

“Jika dikoordinir dengan baik, potensi zakat di Jember dari ASN saja cukup besar, dalam satu tahun bisa mencapai 24 Milyar lebih, hal ini berdasarkan hasil dari penelitian yang kami lakukan dengan melibatkan lembaga penelitian Universitas Jember dan IAIN Jember, jika ini benar-benar dikelola dengan benar dan transparan, saya yakin bisa mengangkat ekonomi masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Jember,” ujar H. Misbahus Salam.

Misbahus Salam menambahkan, saat ini jumlah Muzakki (wajib zakat) yang baru bisa dihimpun oleh Baznas Kabupaten Jember jumlahnya masih ratusan dari golongan pengusaha, namun meski jumlahnya ratusan, jumlah dana zakat yang terhimpun mencapai 500 juta atau 0,5 Milyar, “Saat ini dari unsur pengusaha yang wajib zakat saja yang jumlahnya bisa dihitung, dana yang terhimpun sudah mencapai setengah milyar, dan ini sudah kami salurkan ke beberapa Mustahiq, diantaranya di Mumbulsari, Ledokombo, Sumberjambe, Sukowono, Bangsalsari dan beberapa daerah di kabupaten Jember,” ujar H. Misbahus Salam.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat dimintai pendapat mengenai potensi zakat dari ASN yang cukup besar mengatakan bahwa, zakat itu merupakan kewajiban bagi muslim, kalau memang potensi yang terhimpun dari ASN cukup besar, Pemkab akan membentuk unit-unit penyaluran zakat (upz) di setiap kecamatan, sehingga memudahkan dalam mengkoordinir.

“Dengan potensi yang cukup besar, kami akan membentuk upz-upz di setiap kecamatan, dan tentunya dana sebesar itu bisa kami berharap bisa mengangkat perekonomian masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan di Jember,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Faida menjelaskan, kenapa perlu di bentuk unit-unit penyaluran zakat, karena zakat sudah ditentukan dalam agama, selain wajib, jumlahnya juga sudah ditentukan dan tidak bisa ditawar lagi, “Zakat itu kan wajib bagi yang beragama islam, jadi yang namanya wajib ya harus, gak boleh tidak, begitu juga dengan jumlah yang harus dibayar, yaitu 2,5 persen dari pendapatan, dan jumlah ini juga tidak bisa ditawar, kalau ada ASN yang berpenghasilan 1 juta per bulan, maka yang harus dikeluarkan zakatnya tiap bulan 25 ribu, nah nanti upz-upz yang dibentuk di tiap kecamatan ini yang akan menghimpun sebelum di serahkan ke baznas,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi peluncuran Simba sebuah alpikasi zakat online yang menurutnya lebih teratur dan transparan, sebab selain bisa diakses oleh seluruh masyarakat, Muzakki atau wajib zakat juga bisa menetukan siapa penerima yang di inginkan dari zakat yang dibayarkan, dan baznas yang akan mendistribusikannya sesuai keinginan Muzakki.

“Aplikasi Simba sangat bagus, disitu sangat transparan, berapa penghasilan kita dan berapa kewajiban zakat kita juga bisa dilihat, selain itu, kita sebagai wajib zakat juga bisa menetukan sendiri kepada siapa zakat yang kita bayar untuk disalurkan, jadi sangat simpel dan mengikuti kemajuan tehnology,” pungkas Faida. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top