Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Bisnis » Manager PTPN XII Mumbulsari Mentahkan MoU antara Direksi PTPN, AP II, Kemenhub dan Pemkab Jember

Manager PTPN XII Mumbulsari Mentahkan MoU antara Direksi PTPN, AP II, Kemenhub dan Pemkab Jember

Manager PTPN XII Mumbulsari Mentahkan MoU antara Direksi PTPN, AP II, Kemenhub dan Pemkab Jember

Jember (titik0km.com) – Tidak dimulainya pelebaran jalan menuju Bandara Notohadinegoro Jember oleh pihak Manager PTPN XII Mumbulsari pada Kamis (30/8/2018) kemarin, dinilai mementahkan MoU yang telah disepakati bersama antara Dirut PTPN XII, Kemenhub, Angkasa Pura II (AP II) dan Pemkab Jember  pada 6 Juli 2018 lalu, akibatnya pembangunan akses menuju bandara terhenti.

“Kami belum pernah menerima surat dari Bupati Jember terkait master plan pelebaran jalan menuju bandara, sehingga kami tidak bisa memberikan izin pengerjaanya hari ini, memang 4 hari lalu ada surat tembusan dari Pemkab Jember terkait masterplan, namun surat itu ditujukan ke Kemenhub, bukan ke Direksi PTPN, disinilah kami tidak bisa memutuskan, kalau surat dari Bupati sudah ada, maka kami akan membahas dengan kantor wilayah untuk selanjutnya di serahkan ke Direksi dan diputuskan bersama dengan pemegang saham, sebelum memberikan izin pelebaran jalan menuju bandara,” ujar Kis Hartono kepada sejumlah wartawan Jumat (31/8/2018).

Ketika disinggung jika sebelumnya antara Kemenhub, AP II, Dirut PTPN XII dan Pemkab Jember sudah membuat kesepakatan pada 6 Juli, Kis menyangkal jika pertemuan yang dilakukan atasannya pada Juli itu bukan MoU tapi sebuah kesepakatan, “MoU belum dibuat, yang dilakukan pada 6 Juli itu kesepakatan saja, MoU akan dibuat kalau sudah ada masterplannya,” ujar Kis Hartono.

Padahal dari data yang diterima media ini, pada 6 Juli 2018, PT Angkasa Pura II Persero bersama dengan PTPN XII dan Pemkab Jember sudah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait pemanfaatan lahan milik PTPN XII dan atau Barang milik Daerah Kabupaten Jember untuk pembangunan, pengembangan dan pengusahaan Bandara Notohadinegoro di Jember.

Surat MoU yang ditanda tangani Bupati Jember, Dirut PTPN XII dan PT. Angkasa Pura II

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Bupati Jember dr.Hj. Faida, MMR, dan Direktur Utama PTPN XII Berlino Mahendra Santosa yang disaksikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dan Direktur Holding PTPN M. Cholidi.

MoU ini merupakan langkah awal bagi seluruh pihak dalam bekerjasama guna meningkatkan rute, frekuensi, dan kualitas penerbangan di Bandara Notohadinegoro untuk mendukung perekonomian, perdagangan dan pariwisata serta memperluas konektivitas udara bagi masyarakat Jember dan sekitarnya.

Secara umum MoU yang ditandangani oleh perseroan dan para pihak akan meliputi Penyediaan lahan sesuai kebutuhan master plan Bandar Udara Notohadinegoro Kabupaten Jember, Pemberian rekomendasi dan/atau penerbitan Peraturan Daerah yang terkait keamanan dan keselamatan penerbangan, Proses pembangunan, pengembangan, dan/atau pengusahaan Bandar Udara Notohadinegoro Kabupaten Jember yaitu area sisi udara dan/atau sisi darat, Penyediaan infrastruktur dan/atau aksesibilitas Bandar Udara Notohadinegoro Kabupaten Jember, Penghijauan lingkungan di sekitar Bandar Udara Notohadinegoro Kabupaten Jember dan Pembebasan Bandar Udara Notohadinegoro Kabupaten Jember dari Obstacle untuk menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan.

Bahkan untuk pengembangan bandara Notohadinegoro Jember yang sudah di setujui Presiden RI Joko Widodo ini, pihak Angkasa Pura II menganggarkan dana sebesar 200 Milyar, hal ini disampaikan Presiden Director PT Angkasa Pura II (persero) AP II Muhammad Awaludin pada saat penandatananan MoU Juli lalu.

“Seluruh poin yang disepakati dalam MoU tersebut akan didetailkan lebih lanjut dalam Perjanjian Kerjasama (PKS), khususnya dalam aspek pengembangan seluruh infrastruktur bandara dimana kami berencana akan melakukan investasi di Bandara Notohadinegoro dengan estimasi nilai sebesar ± Rp 200 Milyar,” pungkas Awaludin. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top