Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Features » Pembangunan dan Pengembangan Bandara Jember Dimulai Pekan Depan

Pembangunan dan Pengembangan Bandara Jember Dimulai Pekan Depan

Pembangunan dan Pengembangan Bandara Jember Dimulai Pekan Depan

JEMBER (titik0km.com) – Pengerjaan pengembangan Bandara Notohadinegoro Jember menjadi Bandara Sub Embarkasi Haji akan digarap minggu depan. Hal tersebut disampaikan secara resmi oleh Dirjen Perhubungan Udara, Agus Susanto yang mewakili Menteri Perhubungan, dalam rapat bersama antara Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Angkasa Pura II, PTPN XII, serta Bupati Jember di Jakarta, Rabu (11/1/2018).

Angkasa Pura II selaku Perusahaan BUMN didapuk untuk membangun calon Bandara Sub Embarkasi Haji ini.

Penunjukan Angkasa Pura II, dinilai oleh Agus Santoso sebagai pilihan yang tepat karena kondisi tanahnya sebagian besar merupakan hak milik dari PTPN XII.

“Hambatan persoalan tanah yang akan di tempati tersebut akan diselesaikan secara internal melalui mekanisme Business to Business (B to B) antara Angkasa Pura II dengan PTPN XII.

Selain itu, penunjukan Angkasa Pura II kali ini akan menjadikan pelayanan Bandara Notohadinegoro Jember sebagai Bandara Sub Embarkasi Haji semakin maksimal.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jember, dr. Hj. Faida,MMR mewakili rakyat Jember mengucapkan terima kasih atas komitmen Presiden RI, Joko Widodo dalam mewujudkan impian rakyat Jember mempunyai embarkasi haji sendiri.

“Ini sekaligus¬† merupakan bukti sinergi Pusat dan Daerah dalam upaya memajukan infrastruktur akan segera tercapai,” ucap Faida.

Sebagai tindak lanjut dari rapat tersebut, dibentuklah team force (tim kerja bersama) yang terdiri dari Perwakilan Dirjen Perhubungan Udara, AP II, PTPN XII dan Pemkab Jember yang akan bekerja mempersiapkan segala sesuatu terkait proyek pengembangan bandara ini.

 

Setelah pengerjaan pengembangan Bandara Notohadinegoro selesai, maka Bandara ini bisa melayani operasional Pesawat Jenis Boeing B737-800NG/ 900 ER dan tipe Airbus A320.

Sebelumnya Presiden RI, Joko Widodo mengamini pengembangan Bandara Notohadinegoro untuk menjadi Bandara Embarkasi Haji yang dinyatakan secara resmi dalam lawatannya ke Jember pada 13 Agustus 2017.

Presiden langsung memerintahkan Menteri Perhubungan untuk menangani proyek pengembangan bandara dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp. 370 milyar yang bersumber dari APBN.

Sementara pengerjaannya sesuai instruksi Presiden, dimulai pada awal 2018 dan sudah harus selesai dalam kurun waktu 2 tahun atau maksimal akhir 2019.

Saat ini Bandara Notohadinegoro memiliki panjang landasan pacu 1645 x 30 m, taxiway 141 x 18 m, apron 68 m x 96 m, serta memiliki luas gedung terminal 920 m2 (40 x 23 m).

Pada pengembangannya nanti Bandara Notohadinegoro akan melalui dua tahapan. Tahap I yakni pengembangan sampai tahun 2019 yaitu untuk pekerjaan perluasan appron dan taxi way menjadi 96,50 m x 68,50 m, penyusunan Studi RTT untuk perpanjangan runway serta perluasan terminal dan penyusunan studi lainnya, peningkatan pagar keamanan bandara, land clearing dan penyiapan lahan untuk perpanjangan serta pengadaan armada PKPPK.

Adapula pekerjaan Peningkatan Kapasitas Runway menjadi 2250m x 45m. Perluasan gedung terminal, Pemenuhan fasilitas lainnya, dan Pembuatan jalan inspeksi bandara sepanjang 5.100 m x 45 m.

Sedangkan Tahap II yaitu tahapan setelah tahun 2019. Adapun pekerjaannya akan digunakan untuk perpanjangan Runway s/d 2500 m x 45 m dan pembangunan fasilitas lainnya untuk mendukung embarkasi haji. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top