Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Features » Rumah Sakit Malaysia Tahan Jenazah TKI Selama 14 Hari, Ini Langkah Yang Dilakukan Bupati

Rumah Sakit Malaysia Tahan Jenazah TKI Selama 14 Hari, Ini Langkah Yang Dilakukan Bupati

Rumah Sakit Malaysia Tahan Jenazah TKI Selama 14 Hari, Ini Langkah Yang Dilakukan Bupati

JEMBER (titik0km.com) Proses pemulangan pasien warga Jember yang terkendala biaya rumah sakit di luar daerah kembali dilakukan Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, jika sebelumnya Pemkab Jember memanfaatkan penggunaan program Surat Pernyataan Miskin (SPM) untuk pasangan suami istri asal Bangsalsari yang merantau di Bali, kali ini Bupati memulangkan jenazah Amintyas Wahyuni (30) TKI asal Dusun Sumuran Desa Klompangan Ajung Jember setelah pihak rumah sakit di Malaysia menahan jenazah selama 14 hari karena memiliki tunggakan biaya pengobatan.

“Kami baru mendengar tiga hari lalu kalau ada TKI yang jenazahnya tertahan di Malaysia dari ramai perbincangan di media sosial, lalu setelah dilakukan pengecekan pihak terkait, kami ketahui kalau yang bersangkutan berangkat ke Malaysia secara ilegal, namun meski demikian, kami tetap memberikan solusi terbaik bagi warga yang belum tercover BPJS dengan menggunakan SPM yang dianggarkan dari APBD,” ujar Bupati Jember Minggu (10/6/2018).

Bahkan saat ini Pemkab sedang membahas mekanisme transfer uang pembiayaan pengobatan selama berada di rumah sakit Kuala Lumpur tempat pasien berobat hingga biaya pemulangan jenazahnya, dimana biaya awal pengobtana sebesar 15.000 Ringgit Malaysia (RMY) lalu turun menjadi 7.000 RMY. Dari biaya 7.000 RMY ini ada donatur staf ahli Kemenaker membantu sebesar 1.500 RMY dan sisanya dicover oleh Pemkab Jember yaitu sebesar 5.500 RMY

“Saat ini kami (Pemkab Jember) sedang membahas mekanisme transfer dana ke rumah sakit, karena kami sebelumnya belum mendapatkan informasi sama sekali atas kejadian itu dan baru tiga hari yang lalu, korban sendiri meninggal karena sakit dan sebelumnya telah mendapat perawatan di rumah sakit di Malaysia,” terangnya.

Sebagai himbauan kepada warga Jember, Bupati Faida meminta kepada semua warga Jember yang akan dan sudah menjadi TKI untuk segera mendaftarkan diri ke Disnakertrans agar supaya bisa tercatat dan terurus segala kelengkapannya.

“Jika sewaktu-waktu terkena musibah yang tidak kita inginkan bersama maka dengan mudah segala kepengurusannya, dan saat ini ambulans Dinkes Pemkab Jember sudah siap menjemput jenazahnya di bandara Juanda Surabaya untuk di antarkan ke Jember,” pungkasnya. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top