Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Entrepreneur » Sikapi Warga Miskin, Kadinsos Berharap Media Tidak Mengekploitasi Secara Berlebihan

Sikapi Warga Miskin, Kadinsos Berharap Media Tidak Mengekploitasi Secara Berlebihan

Sikapi Warga Miskin, Kadinsos Berharap Media Tidak Mengekploitasi Secara Berlebihan

JEMBERTIMES – Ramainya pemberitaan di group media sosial terkait pemberitaan Hanni (42) warga Dusun Karangtengah Desa Sumberpakem Sumberjambe Jember yang menderita sakit dengan tumbuhnya benjolan sebesar dua kepalan orang dewasa membuat kepala Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Jember angkat Bicara.

Isnaini Dwi Susanti Kepala Dinas Sosial Pemkab Jember mengatakan bahwa jauh hari sebelum media sosai memberitakan dan menyoroti miring terkait kondisi Hanni, pihaknya sudah terlebih dahulu menangani pasien tersebut, bahkan saat dibawa ke Rumah Sakit dr. Soebandi juga atas usaha relawan bersama dengan pemerintah desa setempat.

“Jauh sebelum teman-teman media memberitakan bu Hanni pasien yang mengalami benjolan di leher, kami sudah mendatangi kediaman beliau, saya sandiri tau info ini dari relawan kami, sehingga kami bersama dengan pemerintah desa setempat membawa bu Hanni untuk menjalani perawatan di rumah sakit dr. Seobandi, namun saat pihak rumah sakit merujuk ke Surabaya agar penyakitnya di operasi, pasien menolak dan memilih pasrah dirumah, jadi pemberitaan yang berkembang saat ini saya lihat hanya eksploitasi yang berlebihan,” ujar Santi panggilan akrabnya saat ditemui media ini Selasa (5/12/2017).

Santi berharap agar media onjektif dalam memberitakan hal-hal yang terkait kemiskinan, jangan hanya karena ingin ada viewer pada medianya lalu pemberitaan di buat eksploitasi, “Saya hanya prihatin ketika di group watshapp ramai membicarakan pesien ini tapi mereka tidak melihat sebelumnya apa yang sudah di lakukan oleh kami, lebih baik langsung sampaikan ke kami jika ada warga tidak mampu yang butuh pertolongan, kami pasti akan merespon, bukan malah eksploitasi untuk mengejar viewer diatas penderitaan orang lain,” ujar mantan plt. Kabag Hukum ini.

Bahkan menurut perempuan berjilbab, jika ada warga miskin di Jember yang membutuhkan pertolongan, baginya sama dengan melihat ayat-ayat Alquran, sehingga pihaknya pasti akan segera merespon, “Saya sudah berusaha membujuk pasien agar mau dirujuk ke Surabaya, bahkan untuk keluarga yang mau mendampingi selama pasien ada di Surabaya kami siapkan anggaran pendampingan 75 ribu per hari, juga perawatan pasca operasi juga sudah kami siapkan, tapi memang yang bersangkutan tidak mau dirujuk,” jelas Santi.

Bahkan Santi berjanji akan mendatangkan pskilogi untuk merayu pasien agar mau dirujuk di Suarabaya, “Kalaupun toh bu Hanni Pasrah dengan kondisinya saat ini, ya tetap harus ada ikhtiyar untuk mengobati, kami akan mengajak ahli pskologi untuk merayu pasien agar mau dirujuk, sambil menunggu pasien mau diobati, kami juga memberikan bantuan Sembako kepadanya,” tambah Santi.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr. Hj. Nurul Qomariah, menurut mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Probolinggo ini, pihak Puskesmas sudah melakukan pendampingan perawatan kepada pasien asal Sumberjambe tersebut, bahkan saat dirujuk ke Rumah Sakit dr. Soebandi, namun karena peralatan di Rumah Sakit ada yang kurang, pasien direkomendasikan untuk dirujuk ke Surabaya.

“Kami sudah berusaha untuk memotivasi pasien agar mau dirujuk ke Surabaya, bahkan mulai kades, camat, Danramil juga sudah memotivasi agar pasien mau di obati, tapi oranganya tetap tidak mau, dan lebih memilih pasrah, kalau ada yang masih mempersoalkan kinerja pemerintah kurang tanggap, kami kembalikan kepada yang menilai,” ujar Nurul. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top