Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Bisnis » Sosialisasi Program Hulu Hilir Pertanian, Petani Bakal di Asuransikan

Sosialisasi Program Hulu Hilir Pertanian, Petani Bakal di Asuransikan

Sosialisasi Program Hulu Hilir Pertanian, Petani Bakal di Asuransikan

JEMBER (titik0km.com) – Pemerintah Propinsi Jawa Timur (Pemprop Jatim) melalui Dinas Pertanian Propinsi terus mensosiaslisasikan Program Hulu-Hilir di Sektor Pertanian, Rabu (7/2/2018) bertempat di Aula Wahya Wibawa Graha Pendopo Pemkab Jember, dihadapan ratusan Gapoktan se Kabupaten Jember, plt. Kepala Dinas Pertanian Jatim Hadi Sulistyo memaparkan program Hulu Hilir Pertanian ini merupakan pilot project nasional dan satu-satunya di Indonesia.

“Program Hulu-Hilir ini merupakan program Gubernur yang didukung oleh Presiden, karena program ini untuk mensejahterakan petani, dimana setiap gapoktan yang memenuhi persyaratan akan mendapat bantuan modal untuk mengembangkan usaha pasca panen dengan menggandeng pihak Bulog dan asuransi,” ujar Hadi Sulistyo.

Menurut Hadi, setiap Gapoktan akan mendapat bantuan permodalan, dimana petani bisa mengembangkan usahanya pasca panen, jika selama ini, petani hanya menjual gabah baik kepada Bulog maupun tengkulak, dan harga dari gabah ini sendiri sering terjun bebas, serta pendapatan yang diperoleh petani sangat minim.

“Dengan program ini, petani nanti tidak lagi menjual gabah, tapi menjual berasnya dengan kualitas medium ke Bulog, dengan menggandeng pihak Jasa Asuransi Indonesia, petani tidak perlu lagi khawatir mengalami gagal panen, karena ada pihak asuransi yang akan menalangi, ” beber Hadi.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR yang mengikuti acara sosialisasi sampai selesai ini mengatakan bahwa Pemkab sangat mendukung program Hulu-Hilir di sektor pertanian ini, sebab program ini tidak hanya memberikan kemudahan petani dalam mencari modal, tapi juga bisa menciptakan petani di Jember khususnya dan Jawa Timur menjadi pengusaha.

Dan yang lebih menggembirakan adalah adanya Asuransi dari Dinas Petanian Propinsi bagi petani yang mengalami gagal panen, dimana nilai pertanggungan asuransi sebesar Rp 6.000.000 per hektar/ per musim tanam, dimana preminya yang bayar pemerintah.

“Saya sengaja mengikuti kegiatan ini sampai akhir, sebab saya ingin melihat teknis dan konsep yang disampaikan oleh Dinas Pertanian Propinis, dan saya tidak ingin dengan adanya kerdit modil pertanian ini justru membebani petani di Jember, tapi alhamdulillah, ternyata konsep programnya bagus, namun mengenai pihak Bulog yang siap membeli beras petani, Pemkab Jember minta untuk dibuat nota kesepakatan MoU antara Petani dengan Bulog, kalau ini disepakati, saya sebagai bupati siap menjadi jaminan untuk petani Jember,” tegas Bupati. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top