18.493 RTSM Manfaatkan Dana Sosial PNPM MPd

kepala bapemas edy budi susilo menyerahkan bantuan di balungJEMBER (titik0km.com) – Sampai tahun 2012, sebanyak 18.493 warga sudah mendapatkan alokasi dana sosial PNPM Mandiri Perdesaan. Bahkan, surplus yang di dapat dari pengelolaan dana bergulir oleh Unit Pengelola Kegiatan (UPK) dalam PNPM Mandri Perdesaan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang tergolong Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Hal ini disampaikan Edy B. Susilo, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Pemkab Jember.

Menurut Edy yang juga selaku Kepala Satker PNPM MPd Jember ini, RTSM yang tidak produktif ini menjadi sasaran PNPM Mandiri Perdesaan dari pos alokasi dana sosial. Bentuk kegiatan dalam penyaluran dana sosial sangatlah beragam. Ini tergantung kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah kecamatan. Termasuk  kebutuhan mendesak dari para RTSM non produktif yang harus dipenuhi.

Untuk menentukan jenis kegiatan ini, kata Edy, harus diputuskan bersama antara jajaran kelembagaan PNPM di kecamatan melalui Musyawarah Antar Desa (MAD). Sedangkan operasional pelaksanaannya dilakukan oleh kepanitiaan yang dibentuk di forum MAD tersebut. “Ini sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas program,” ujarnya.

Menurut Edy, kegiatan bantuan sosial ini menunjukan bahwa masyarakat telah mampu berbuat untuk saudaranya yang tidak produktif di luar segmen garapan PNPM MPd yang selama ini kental dengan memberdayakan masyarakat miskin produktif.

Dijelaskan, untuk Jember, sudah 19 Kecamatan yang mengalokasikan surplus dengan total nilai Rp 869.818.500 yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan bantuan sosial berupa paket sembako, kambing bergulir, ternak itik, khitanan massal, kawin massal, PMT Balita dan lansia, rombong/gerobak usaha untuk PKL, beasiswa, dan santunan anak yatim.

“Besar kecilnya dana sosial ini tergantung dari pengelolaan dan SPP PNPM Mandiri Perdesaan yang dikelola UPK di masing-masing Kecamatan,” paparnya. Semakin besar aset yang dikelola, ada kecenderungan dana sosial yang akan didapat juga semakin besar.  Tentunya juga harus diimbangi dengan minimnya nilai tunggakan.

Dengan pengalokasian dana sosial tersebut, Edy merasa bangga karena miskin rentah golongan masyarakat tidak produktif juga dicover oleh PNPM MPd. “Saya bangga karena PNPM MPd juga berhasil menyentuh saudara kita yang miskin rentah/tidak produktif, sehingga bisa merasakan manfaat PNPM MPd dalam bentuk bantuan sosial. Ke depan saya berharap kepada semua pelaku PNPM MPd, khususnya jajaran kelembagaan UPK, BP UPK dan BKAD, agar pengelolaan dana bergulir SPP lebih ditingkatkan dan diminimalisir terjadinya tunggakan,” ungkapnya. Dengan harapan, surplus yang akan dialokasikan untuk RTSM bisa semakin besar, tidak hanya dalam bentuk barang habis pakai, tetapi juga yang bisa digulirkan kembali, misalnya ternak bergulir. (tnt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: