2014, Sistem Jaminan Sosial Nasional Berlaku

Pers Confrence PERSI Jatim JEMBER (titik0km.com) Tahun 2014, masyarakat yang tidak mampu akan mendapatkan akses kesehatan dan berobat melalui program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN 2014) yang akan berlaku per 1 januari 2014. Kabar inilah yang disampaikan Dr. dr. Sutoto M. Kes Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) yang juga sekaligus Ketua Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dalam temu pers dengan awak media elektronik, cetak dan online sebelum acara pembukaan Safari Manajemen II PERSI Daerah Jawa Timur, di Hotel Panorama, Jember hari ini (22/03).

Dr. dr Sutoto M.Kes yang didampingi oleh Ketua PERSI Jatim dr. H. Dodo Andono MPH, yang juga Direktur RS dr. Sutomo Surabaya, menyatakan bahwa Safari Manajemen PERSI ini untuk mendorong pelayanan kesehatan agar siap dan mampu memberikan pelayanan prima pada saat program SJSN 2014 diberlakukan. “jadi unsur pelayanan dari tingkat primer seperti klinik kesehatan, puskesmas sampai pada tingkat sekunder untuk rumah sakit tipe B, C, D serta tingkatan tersier untuk rumah sakit tipe A, harus mempersiapkan diri untuk SJSN 2014 tanpa kecuali,” jelas Sutoto kepada awak media yang hadir saat itu.

“Saat ini di seluruh Indonesia terdapat 2115 rumah sakit berbagai tipe yang semuanya harus mengikuti akreditasi untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien, dan sebenarnya akreditasi tersebut sangat diperlukan untuk memberikan kendali mutu dan kendali biaya. Kendali mutu akan memberikan pelayanan prima kepada setiap pasien dan kendali biaya adalah menghitung biaya yang dibutuhkan sesuai dengan sakit yang di derita pasien,” ungkapnya lagi.

“Kendali mutu sangat penting karena berhubungan dengan masa sakit pasien, jika pasien bisa sembuh dalam 5 hari, ya hanya dirawat 5 hari dan bukan 8 hari, karenanya kendali mutu akan meningkatkan kemampuan rumah sakit, dokter dan perawat dalam merawat pasien, sedangkan kendali biaya akan menformulasikan biaya perawatan pasien selama dia di rawat di rumah sakit, dan akan muncul dalam bentuk paket dimasing masing rumah sakit tersebut, jadi semua biaya akan jelas,” ujar Sutoto.

Untuk SJSN 2014 yang akan berlaku per 1 Januari 2014, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung pemerintah melalui transformasi PT. (Persero) Askes mejadi BPJS yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan bagi seluruh penduduk baik itu PNS, TNI/POLRI, pekerja swasta, penduduk miskin, dan sebagainya, yang preminya dibayarkan oleh pemerintah melalui BPJS. “Semuanya sudah di atur dalam UU BPJS, sehingga tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan, karena sudah menjadi perundangan negara,” kata Sutoto.

Persi_200p_1“Melalui Safari Manajemen PERSI ini, kami mendorong semua rumah sakit, terutama yang berada di wilayah Besuki ini untuk mempersiapkan diri menghadapi SJSN 2014, yang tidak bisa mengikuti kendali mutu dan kendali biaya, akan kita bantu sampai mampu mengaplikasikan kendali mutu dan biaya tersebut, disinilah akreditasi rumah sakit yang dilakukan oleh KARS  berperan. Perannya akan menilai rumah sakit yang ada di seluruh Indonesia,” tutup Sutoto di sesi terakhir temu pers. (ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: