22 Mahasiswa Difabel, Ikuti Seleksi Wawancara Penerima Beasiswa Pemkab Jember

Jember, (titik0km.com) – Program beasiswa Pemkab Jember untuk mahasiswa asal Jember, baik yang menempuh pendidikan D3 hingga S2, diharapkan terus berlanjut, tidak hanya kepada mahasiswa yang selama ini sudah menerima beasiswa, tapi juga menjadi harapan bagi 22 Difabel yang pada Kamis, (22/1/2020) ikut seleksi wawancara penerima beasiswa di Pendopo Pemkab Jember.

“Program beasiswa yang digulirkan pemerintah kabupaten Jember dibawah kepemimpinan Bupati Faida ini, saya berharap terus berlanjut, karena sangat membantu warga Jember yang ingin melanjutkan pendidikannya namun keterbatasan biaya, dan Bu Faida bisa memberikan solusinya,” ujar Muhammad Zaenuri S.Pd ketua Perpenca (Persatuan Penyandang Cacat) Jember saat mengikuti test seleksi wawancara beasiswa.

Zaenuri tidak sendiri, ia datang bersama 22 penyandang disabilitas dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Jember dan luar Jember, mereka juga mengikuti tes seleksi yang disiapkan khusus di lobi bawah Pendopo Wahyawibawagraha Pemkab Jember.

“Kami akan menyampaikan kabar baik ini kepada teman-teman perpenca yang lain yang ingin melanjutkan pendidikannya, bahwa Bupati Jember telah hadir dengan memberikan kesempatan yang sama kepada disabilitas untuk menempuh jenang pendidikan lebih tinggi,” beber Zaenuri.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Dr. H. Edy B Susilo, kepada wartawan mengatakan, bahwa wawancara tes seleksi penerima beasiswa ini sudah digelar sejak tanggal 21 hingga 31 Januari esok, dan pada hari ini ada 22 penyandang Disabilitas yang mendapat panggilan.

“Wawancara untuk mahasiswa difabel berlangsung dalam satu waktu dan bertempat di lantai bawah Pendapa Wahyawibawagraha, dan petugas yang mewawancarai adalah dari Kepala Dinsos saat ini dan mantan Kepala Dinsos sebelumnya, yang tahu persis terhadap penyandang disabilitas,” ujar Dr. Edy B Susilo.

Edy menambahkan, test wawancara kepada penyandang disabilitas ini, merupakan bentuk perhatian Bupati Jember terhadap kaum minoritas, agar sejajar dan bisa sama-sama mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Persyaratannya sama dengan mahasiswa lainnya. Yakni aktif sebagai mahasiswa pascasarjana, menunjukkan kartu hasil studi, menunjukkan kartu rencana studi dan lain sebagainya,” jlentreh Edi.

Edi berharap para penyandang disabilitas yang diberi beasiswa ini dapat termotivasi dan lebih bersemangat menyelesaikan kuliahnya. “Semua akan mendapatkan beasiswa berupa biaya hidup dan Uang Kuliah Tunggal (UKT),”  pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: