4 Kali Operasi Tumor Parotis Doni Belum Juga Sembuh

JEMBER (titik0km.com) – Pasangan Sudahnan dan Sutiah, pasangan warga Dusun Karang Sukun Bintoro kecamatan Patrang Jember ini, tidak pernah membayangkan jika anak pertamanya, Doni Widodo yang saat ini belajar di SMK Berdikari Jember menderita tumor parotis semenjak berusia 3 tahun.

Saat Doni Widodo ditemui di posko pendaftaran dan informasi Operasi Gratis 5000 Dhuafa RS Bina Sehat Jember, Kamis (8/5), Doni masih mengenakan seragam sekolah SMK swasta itu, mengaku telah minta ijin pada sekolahnya untuk tidak mengikuti pelajaran hari itu, untuk mendapatkan informasi tentang program sosial Operasi Gratis 5000 Dhuafa.

Doni datang bersama relawan dari YDSF Jember kemudian bertutur tentang tumor parotis yang di derita sejak kecil itu. Anak pertama dengan dua bersaudara mengalami benjolan di pipi kiri akibat kelenjar ludah parotis yang terserang tumor itu telah menjalani empat kali operasi. “Dulu sewaktu sekolah SD dan SMP sudah pernah di operasi di RSD Soebandi Jember dua kali, dan di Surabaya juga dua kali,” tuturnya kepada wartawan Titik Nol Kilometer.

Sekarang Bapak baru saja berangkat ke Batam untuk kerja di bangunan (Kuli Bangunan, Red), masih sembilan hari dari sekarang, sedangkan ibu di rumah dengan adik saya,” kata Doni.

Tumor parotis yang di derita Doni berupa benjolan serupa dengan godongan itu, memang menyebabkan mata kiri Doni tidak bisa berkedip akibat tertarik ke bawah kelopak matanya, Doni sering juga merasa minder karena sakit yang di deritanya.

Hariri, salah seorang relawan Operasi Gratis 5000 Dhuafa yang mendampingi Doni Widodo mengakui bahwa Doni memang terlihat tidak percaya diri terutama jika saat berada di sekolah, “Gurunya juga sering bercerita kalau Doni sering tidak masuk,” ujar Hariri yang juga menjadi staf pendayagunaan di salah satu lembaga amil zakat nasional, YDSF Jember itu.

Direktur RS Bina Sehat Jember, dr. Faida MMR menerangkan, untuk kasus tumor parotis ini memang tidak masuk dalam 9 kasus dalam aksi sosial operasi gratis ini, tapi tetap di terima untuk mendaftarkan diri. “Doni tadi juga sudah di ambil fotonya, agar nanti bisa di screening oleh tim dokter yang terlibat dalam Operasi Gratis 5000 Dhuafa ini, selanjutnya akan dicarikan alternatif jalan keluarnya, mungkin dengan penggalangan donasi dari para dermawan agar Doni serta pasien lain yang menderita sakit di luar 9 kasus ini bisa di operasi secara gratis,” jelas dr. Faida MMR.

“Pinginnya juga ikut operasi gratis ini, akhirnya saya datang ke RS Bina Sehat Jember ini, tapi ternyata sakit saya tidak termasuk yang di operasi gratis” ujar Doni yang masih berharap agar bisa mengikuti program Operasi Gratis 5000 Dhuafa ini. (ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: