50 Bahasa Daerah Nusantara Terancam Punah

Kemendibud Luncurkan Program Revitalisasi Bahasa Daerah untuk Cegah Kepunahan Bahasa Daerah

JAKARTA (titik0km.com) – Tidak dapat dipungkiri Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa merupakan negara dengan kekayaan budaya yang paling beragam di dunia, salah satunya kekayaan bahasa yang digunakan di Nusantara. Terdapat sebanyak 700-an bahasa daerah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, sayangnya 50 bahasa diantara terancam punah. Untuk mencegah punahnya bahasa daerah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjalankan program revitalisasi bahasa daerah, yang peluncuran bertepatan dengan Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang jatu pada hari Jumat (21/2).

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), revitalisasi berarti proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali. Revitalisasi bahasa dimaknai sebagai upaya menciptakan bentuk dan fungsi baru tertentu terhadap suatu bahasa yang terancam punah.

Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa Kemdikbud, Sugiyono, mengatakan Kemdikbud memiliki program revitalisasi bahasa untuk mencegah semakin bertambahnya bahasa daerah yang punah. “Revitalisasi dilakukan kalau sebuah bahasa masih mungkin dihidupkan lagi,” ujarnya saat jumpa pers Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional di Gedung D Kemdikbud, Jakarta, seperti yang dirilis oleh humas kemendikbud pada hari yang sama.

Untuk bentuk sastra, katanya, Kemdikbud sudah memulainya dengan proyek Lamut di Banjamasin, Kalimantan Selatan. Ia menjelaskan, Lamut adalah salah satu genre sastra Banjar atau kerap diartikan sebagai cerita bertutur dengan menggunakan alat musik sejenis gendang. Sedangkan untuk bahasa, Sugiyono mengatakan, revitalisasi dilakukan dengan mengumpulkan generasi tua sebagai penutur dan generasi muda sebagai pewaris bahasa daerah, untuk membahas pelestarian bahasa daerah.

Di kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Bahasa, Multamia RMT Lauder mengatakan, penyebab punahnya bahasa daerah adalah jumlah penuturnya yang sedikit, dan kurangnya minat generasi muda menggunakan bahasa daerah dalam bertutur. Saat ini , katanya, ada sembilan bahasa daerah yang sudah punah di Indonesia. Ke-sembilan bahasa daerah tersebut berada di Papua, karena berada di wilayah-wilayah terpencil, dan sangat sedikitnya penutur. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: