Akibat Cuaca Buruk Kerugian Nelayan Capai Rp31 Milyar

SURABAYA (titik0km.com) – Akibat cuaca buruk yang berlangsung dari bulan Desember hingga Pebruari membuat sebagian besar nelayan mengalami kerugian karena hilangnya hasil laut. Pasalnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat total kerugian yang dialami nelayan tembus Rp31 milyar secara nasional. Ini disebabkan cuaca buruk dan gelombang tinggi, ditambah bencana banjir menyebabkan sebagian besar mereka tidak melaut.

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Anang Noegroho, Senin (10/2), seperti yang dikutip dari Kominfo Pemprov Jatim pada hari yang sama, mengatakan, total kerugian tersebut didapat dari hasil laporan sejumlah Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, PPN Kejawanan, PPN Pelabuhan Ratu, PPS Cilacap, PPN Pekalongan, dan PPN Prigi. Dalam laporannya, jumlah nelayan yang tidak dapat melaut akibat cuaca buruk pada bulan Januari 2014 sekitar 15.459 orang nelayan, dengan potensi kerugian sekitar Rp31 milyar. “Sampai dengan saat ini, kita  terus melakukan pemantauan dampak cuaca buruk,” tuturnya.

Dikatakannya, nelayan merupakan pelaku utama usaha penangkapan ikan. Jumlah nelayan saat ini sekitar 2,6 juta orang tersebar di 12.179 desa pesisir. Sebagian besar nelayan merupakan nelayan kecil yang rentan terdampak oleh terjadinya cuaca buruk. Adanya cuaca buruk mengakibatkan nelayan yang sebagian besar mengoperasikan kapal-kapal penangkap ikan berukuran di bawah 30 gross ton (GT) tidak dapat melaut, khususnya di Pantura Jawa.

Untuk menanggulangi dampak cuaca buruk bagi nelayan, KKP telah melakukan berbagai upaya diantaranya, bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Kementerian Sosial melakukan upaya tanggap darurat melalui penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP). Nelayan kecil yang tidak dapat melaut dikategorikan sebagai masyarakat yang terkena bencana sosial, sehingga berhak mendapatkan pasokan CBP. Dalam pelaksanaannya, Dinas Kelautan dan Perikanan di Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Sub Dolog setempat.

Ditambahkannya pula, selain menyalurkan bantuan cadangan beras pemerintah bagi nelayan yang terkena dampak cuaca buruk, tahun 2014 juga akan disalurkan program paket pengembangan usaha mina pedesaan (PUMP) senilai Rp200 milyar untuk 2.000 kelompok usaha bersama (KUB). Melalui PUMP, diharapkan nelayan dapat terus mengembangkan kegiatan usaha penangkapan ikan sekaligus mengembangkan kegiatan ekonomi produktif lainnya sebagai sumber penghasilan tambahan.

KKP juga bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melakukan upaya penanganan secara sistemik dengan menginformasikan kondisi cuaca dan keamanan pelayaran bagi nelayan melalui pelabuhan perikanan terdekat maupun melalui layanan SMS, khususnya bagi para nelayan yang telah terdaftar dan memiliki kartu nelayan.

Program pemberdayaan lain dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan selama cuaca buruk, yakni menggalakkan program pengembangan diversifikasi usaha bagi nelayan dan pengembangan usaha ekonomi produktif bagi wanita atau istri nelayan. Untuk jaminan kesehatan bagi nelayan dan keluarganya, KKP bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Daerah memberikan fasilitas asuransi bagi nelayan dan Jamkesmas bagi keluarga nelayan.

Sementara itu, sebagai salah satu upaya implementasi Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, pada 5 Pebruari 2014, KKP telah berhasil melakukan penandatangan kesepakatan dengan Ditjen Migas, BPH Migas, dan PT. Pertamina. Dimana disepakati bahwa penggunaan BBM bersubsidi sebesar paling banyak 25 KL perbulan dapat dimanfaatkan oleh kapal ikan Indonesia dengan verifikasi dan surat rekomendasi dari Pelabuhan Perikanan atau Kepala SKPD Provinsi/Kab/kota yang membidangi perikanan, dan bukan didasarkan pada ukuran kapal yang digunakan. “Dengan demikian, kapal dengan ukuran di atas 30 GT dapat menggunakan BBM bersubsidi. Hal ini telah dapat menghapus kekhawatiran pelaku usaha yang selama ini tidak terlayani untuk memanfaatkan BBM bersubsidi,” pungkasnya. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: