Titik 0 Km

Amati, Tiru, Modifikasi (ATM) – Suwandono (Motivator dan Penulis Novel)

“Bagaimana cara menemukan ide bisnis? Bagaimana memulainya?” itulah jenis pertanyaan yang sering saya terima dari pembaca web portal titik0km.com ini sejak saya rutin menulis tema kewirausahaan. Meskipun pertanyaan itu terkesan sederhana, ternyata banyak orang mengalami kesulitan untuk menjawabnya.

Ada banyak buku, artikel dan seminar yang menjabarkan secara detail cara menemukan ide bisnis yang baik, diuraikan pula beragam strategi dan taktik efektif untuk membangun suatu bisnis. Namun, tetap saja penjelasan panjang lebar itu masih dirasa belum cukup.

“Saya justru merasa bingung setelah membaca banyak buku cara berbisnis,” tulis seorang pembaca melalui email yang dikirimkan pada saya.

Saya amat memahami keluhan semacam itu, karena banyak buku yang hanya bermain di wilayah teori dan kurang “membumi”, sehingga belum bisa dijadikan panduan teknis bagi orang yang masih awam dengan dunia wirausaha/bisnis.

Apakah memang sulit untuk menemukan ide bisnis dan memulainya? TIDAK.

Ada metode amat sederhana dan efektif, yakni metode ATM : Amati, Tiru, Modifikasi. Metode ini amat mudah diterapkan dan tidak memerlukan banyak teori. Siapa pun bisa mengadopsi jurus ATM ini, yang berpendidikan tinggi hingga yang buta huruf, yang memiliki modal kapital dan yang bermodal “dengkul”, yang hidup di kota maupun desa.

Berikut ini uraian secara garis besar tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam penerapan metode ATM.

AMATI

Yang dimaksud adalah mengamati bisnis yang sukses dijalankan orang lain. Mengamati bukan dalam arti hanya melihat, akan tetapi mempelajari seluk beluk bisnisnya, menganalisis dan menyimpulkan. Bisnis yang dipilih untuk diamati tentu bisnis yang bidang dan skalanya sesuai dengan kemampuan dan kondisi kita (memungkinkan untuk dilakukan). Jauh lebih baik jika memilih bidang bisnis yang disukai, karena peluang keberhasilannya akan lebih tinggi.

Mengamati, pada prinsipnya adalah proses belajar dan menyerap pengalaman orang lain. Oleh karenanya menuntut kejelian dan kecerdikan. Seorang pengamat yang baik adalah yang berhasil menyerap banyak hal dari obyek yang diamati, termasuk kekurangan dan kelebihannya.

Jika misalnya telah memiliki ketertarikan terhadap suatu bidang bisnis yang terbukti sukses dijalankan orang lain, seyogianya pengamatan dilakukan tidak hanya pada satu sasaran, jauh lebih baik jika mengamati beberapa sasaran dengan bidang bisnis yang sama. Konsultasi dengan pelaku bisnis yang gagal dalam bidang yang sama juga patut dilakukan. Dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan yang lebih komprehensif (lengkap).

Perihal teknis pengamatan tentu bisa berbeda antar individu karena setiap orang memiliki gaya masing-masing yang dirasa efektif. Namun, cara paling mudah untuk memulai proses pengamatan adalah dengan menjadi konsumen dari sasaran yang dimaksud, melakukan dialog dan interaksi langsung.

TIRU

Setelah proses pengamatan usai dilakukan dan memperoleh pengetahuan yang cukup, langkah selanjutnya adalah melakukan action. Jika tidak ingin repot memeras otak dan energi untuk merancang sistem dan berbagai hal teknis, maka langkah meniru adalah cara paling mudah untuk dilakukan.

Yang harus diperhatikan dalam proses meniru adalah etika dan pertimbangan yuridisnya. Jangan sampai terjebak dalam situasi yang berakibat buruk, melanggar etika dan hukum. Prinsip usaha, pola kerja, sistem manajemen, peralatan yang digunakan, proses produksi, standar pelayanan, strategi pemasaran, hingga mentalitas dan fighting spirit adalah hal yang dapat ditiru dan tidak beresiko berurusan dengan hukum. Jika yang ditiru adalah logo perusahaan, merek dan hal lain yang dilindungi undang-undang, tentu akan berakibat fatal.

Proses meniru dimulai dari tahap perencanaan. Dengan adanya contoh yang telah diamati maka menyusun perencanaan bisnis menjadi amat mudah. Langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti perencanaan tersebut dengan tindakan nyata.

Dengan menempuh metode “Amati dan Tiru”,  dapat memangkas pemborosan waktu dan energi yang seharusnya digunakan untuk menemukan ide bisnis serta memikirkan cara kerjanya. Keuntungan lainnya adalah bidang bisnis yang diamati dan ditiru adalah bidang bisnis yang telah terbukti diterima “pasar” dan menuai sukses. Hal ini sejalan dengan salah satu prinsip dasar dalam berbisnis, yakni memilih bidang usaha yang dibutuhkan orang banyak, bukan bidang usaha yang “bisa” kita lakukan. Karena apa yang bisa kita lakukan/kerjakan belum tentu diterima “pasar” dan menuai sukses. Apalah artinya kita bisa membuat/memproduksi suatu barang/jasa tetapi tidak laku di pasaran?

MODIFIKASI

Apakah tidak cukup dengan mengamati lantas meniru? Belum. Perbedaan kharakter, gaya, sumber daya dan kondisi antar individu menuntut modifikasi harus dilakukan. Selain sebagai penyesuaian, modifikasi juga bertujuan untuk menutup kelemahan (dari hasil pengamatan) dan memberi nilai tambah. Pada tahapan inilah diperlukan kreativitas dan kejelian, agar perubahan/penyesuaian yang dilakukan dapat menambah daya tarik dan efektifitas.

Jika contohnya sudah baik dan terbukti sukses, apakah tetap diperlukan modifikasi? Menurut saya, modifikasi tetap harus dilakukan. Selain untuk menghindari disebut plagiat, modifikasi tersebut bertujuan untuk menambah baik hal yang sudah baik. Kita bisa mempermudah, membuat lebih nyaman, lebih sederhana, lebih bersih, lebih sesuai harganya, dan lebih-lebih lainnya.

Metode Amati Tiru Modifikasi ini sebenarnya adalah metode alamiah yang telah dilakukan oleh semua manusia dalam segala aspek kehidupan. Dalam dunia bisnis, hampir semua pelaku bisnis juga telah menerapkan metode ini dalam menemukan ide bisnis baru atau untuk mengembangkan bisnis yang telah ada.

Sebagai pengusaha property, saya pun melakukan hal yang sama. Mengamati banyak proyek real estate, melihat trend yang ada, mempelajari konsep yang diterapkan pengusaha lain yang terbukti sukses dan lain sebagainya. Dari hasil pengamatan tersebut, saya berusaha meniru dan memodifikasi untuk pengembangan bisnis saya sendiri.

Bagi pembaca yang memiliki keinginan kuat untuk berwirausaha tetapi masih belum menemukan ide bisnis dan tak tau cara memulainya, metode Amati Tiru Modifikasi ini patut dijadikan alternatif jalan keluar. Amati bisnis orang lain yang terbukti sukses, pelajari segala sesuatunya, tiru semua hal yang baik, buang yang buruk, modifikasi/sesuaikan dengan keadaan diri sendiri, mulailah action membangun bisnis.

Untuk menjadi pengusaha sukses tidak harus menjadi “penemu”, banyak pengusaha hebat yang sebenarnya hanyalah “peniru yang cerdas”. Meskipun pada awalnya hanya mengamati, meniru dan memodifikasi bisnis orang lain, pada akhirnya akan bisa menemukan gaya dan seni tersendiri setelah melakukan action.

Semoga uraian singkat ini dapat menjawab pertanyaan “Bagaimana cara menemukan ide bisnis? Bagaimana memulainya?”. Semoga.(*)

Bagikan :