Anggota DPR Ri Komisi IX Sosialisasi BPJS

Jember (titik0km.com) – Komisi IX DPR RI terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya BPJS Kesehatan kepada masyarakat, Senin (13/2/2017) bertempat di Desa Kertosari Kecamatan Pakusari Jember, Anggota Komisi IX DPR RI Drs. Ayub Khan bersama dengan BPJS Cabang Jember menggelar Sosialisasi kepada masyarakat penerima dan yang belum menerima BPJS Kesehatan terutama masyarakat miskin.

“Kami dari Komisi IX DPR RI akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, apakah mereka sudah menerima Kartu BPJS apa belum, dan hari ini kami undang penerima kartu BPJS khususnya yang JKN (KIS) apakah mereka sudah benar-benar menerima apa belum, dan ternyata ada sebagian yang belum menerima, biasanya hal ini terhenti di kantor desa atau juga masih proses pengiriman,” ujar Ayub Khan dari Partai Demokrat.

Oleh karena itu, Ayub akan memantau langsung pendistribusian kartu BPJS Kesehatan kategori JKN, karena dirinya juga memiliki data-data penerima kartu JKN, jangan sampai hak masyarakat tidak diterima. “Kami disamping sosialisasi juga memantau langsung, apakah penerima JKN sesuai dengan data yang kami pegang, sebab kami memiliki data by name by addrress,” tambah Ayub.

Roi Winandra Putra Kepala Unit Hukum Kominikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Cabang Jember yang juga hadir pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa semua masyarakat Indonesia punya hak untuk mendapat jaminan kesehatan hal ini tertuang dalam UU nomor 40 Tahun 2004.

“Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau, disinilah JKN hadir untuk warga negara Indonesia,” ujar Roi panggilan akrabnya.

Sementara kepala Kantor BPJS Kesehatan Jember Tania Rahayu yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa, banyak masyarakat yang tidak paham dalam menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sehingga kegiatan semacam ini akan terus disosialisasikan kepada masyarakat penerima JKN.

“Keluarga penerima JKN, otomatis tertanggung semua, apakah bapak ibu tahu maksud dari tertanggung semua?,” tanya Tania kepada warga yang hadir.

Ternyata dari umpan pertanyaan yang disampaikan oleh kepala BPJS Kesehatan tersebut tidak semua warga penerima JKN memahaminya, lalu Tania memanggil salah satu warga kedepan, disini lalu dicontohkan bagaimana dengan yang dimaksud tertanggung semua.

“Ibarat bapak ini, bersama dengan istrinya yang sedang mengandung, dan punya anak dalam satu keluarga, mereka tertanggung semua oleh JKN, jadi yang dimaksud tertanggung semua adalah semua keluarga,” ujar Tania menjelaskan.

Dalam kesempatan tersebut, Tania juga mengatakan bahwa peserta BPJS Kesehatan berupa JKN, untuk saat sakit dan rawat jalan atau opname tidak perlu harus selalu meminta rujukan ke Rumah Sakit, tapi cukup ditangani Puskesmas, bisa minta rujukan ke Rumah Sakit jika memang kondisi sangat tidak memungkinkan ditangani oleh Puskesmas.

“Untuk masyarakat penerima JKN atau BPJS Kesehatan, kalau pas sakit dan berniat menggunakan kartunya, tidak perlu harus minta rujukan ke Rumah Sakit, jika Puskesma masih mampu menanganinya, cukup di puskesmas, hal ini semata-mata untuk memberikan pelayanan yang maksimal,” ujar Tania . (MYN/AL1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: