Arum Sabil Dipilih Sebagai Sosok Inspirasi Petani Jember

JEMBER (titik0km.com) – Banyak cara yang dilakukan untuk menunjukkan kepeduliannya kepada petani. Seperti yang dilakukan komunitas #sahabatpetani Jember. Hari Minggu di Car Free Day (21/9), mereka turun jalan mengajak masyarakat Jember yang tumpah ruah di Car Free Day, untuk lebih peduli dan bersahabat dengan petani.

Aksi simpati yang dilakukan belasan relawan #sahabatpetani itu cukup unik. Mereka mengajak berfoto selfie setiap orang yang adi di Car Free Day, sembari berpose memegang poster #sahabatpetani. Harapannya, agar setiap orang yang berfoto bersama itu, mulai memiliki kesadaran bahwa petani memiliki peran penting, dalam ketersediaan pangan bagi kelangsungan hidup manusia.

Selain aksi berfoto selfie, mereka juga menyabarkan brosur tentang pentingnya peran petani dan juga membagikan pin dan kaos bertuliskan #sahabatpetani. “Perjuangan petani untuk ketersediaan pangan nasional, patut kita apresiasi. Bahkan, kami wajib mengetahui segala persoalan petani dengan berbagai solusinya,” tegas Umar Samawi Tashar, koordinator #sahabatpetani.

Menariknya, dalam setiap atribut #sahabatpetani tersebut, tergambar sketsa wajah tokoh petani tebu nasional Arum Sabil. “Kami sengaja memasang gambar pak Arum Sabil, sebagai simbol bahwa Jember memiliki sosok petani hebat seperti beliau. Kami pun berharap, figur Arum Sabil mampu menjadi motivasi kebangkitan petani di Jember,” terangnya.

Masih kata Umar, gerakan #sahabatpetani yang mereka gagas tersebut, juga mulai giat mereka kampanye, melalui sejumlah jejaring media sosial. “Kami pun berharap,  agar masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata tentang pejuang pangan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Dias Novsa Pradana, seorang Mahasiswa Unej Asal Gebang Patrang, mengaku senang dan bangga bisa turun jalan bersama #sahabatpetani. Baginya, sebagai generasi penerus bangsa, kepedulian terhadap petani wajib dimiliki setiap pemuda. “Kita tidak bisa memiliki kedaulatan pangan, jika tidak ada beras hasil dari padi yang ditanam petani,” paparnya.

Mahasiswa yang masih duduk di bangku semester tiga tersebut, juga miris jika mendengar masih banyak petani yang kurang beruntung dan miskin. “Petani sering buntung, tengkulak yang mengambil untung. Karenanya, kita butuh bergerak untuk petani kita,” katanya. (mjl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: