Bupati Jember Serius ‘Pelototi’ Aset Daerah

JEMBER, (titik0km.com) – Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, terus berupaya memperbaiki aset kekayaan daerah Jember, baik barang bergerak dan tidak bergerak. Karena pengelolaan aset salah satunya mempengaruhi penilaian BPK RI atas laporan dan kinerja.

Terkait status kompleks Matahari Mall, di Johar Plaza, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dapat dijelaskan bahwa tanah Johar Plaza seluas 8.841 meter persegi sesuai dokumen surat persetujuan bersama tanggal 14 April 1986, Bupati Kepala Daerah TK II Jember dengan Direktur PT Duta Anggada Inti Karena, dan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI nomor 593.35-1299 tanggal 21 September 1987 tentang pengesahan tukar menukar tanah dan bangunan Pemerintah Daerah TK II Jember dengan bangunan milik pihak ke tiga.

“Hal ini masih memerlukan kajian lebih lanjut terhadap tindak lanjut kesepakatan tersebut,” tegas Bupati Faida.

Pemkab Jember, terus berupaya memperbaiki penatausahaan aset milik daerah, dengan melaksanakan kegiatan kegiatan yang melibatkan lintas sektoral dan lembaga vertikal, bersinergi bersama Kejaksaan Negeri Jember, Kepolisian Resort Jember, KPKNL, BPN Jember, Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, sehingga hal itu agar proses peningkatan kualitas pengelolaan barang daerah dapat segera tercapai.

Bupati dalam memelototi aset dan memperketat aset daerah, maka dibentuk Tim Pemanfaatan Aset, Tim Penertiban Aset, Tim Penghapusan Aset, Tim MPTGR, Tim Teknis Penatausahaan Barang Milik Daerah, dan Tim Optimalisasi Penyelesaian Permasalahan Tanah Objek Wisata.

“Sebagaimana dokumen laporan hasil pemeriksaan dari BPK RI, salah satu rekomendasi nya adalah meningkatkan kecermatan dalam proses evaluasi RKA-OPD. Dan telah dilakukan langkah penyesuaian di tahun anggaran berjalan, sehingga kegiatan yang dimaksud tetap dapat berjalan efektif,” tegas Faida,ketika merespon pertanyaan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FKB) tentang evaluasi rencana kerja anggaran OPD di forum sidang paripurna, Jumat (7/7/2017) siang

Sejalan dengan itu, sejak tahun 2017 selain ada evaluasi RKA OPD, juga dilakukan review RKA OPD melalui penelaahan atas penyusunan dokumen untuk memberikan keyakinan terbatas atau limited assurance bahwa RKA OPD telah disusun berdasarkan pagu anggaran dan alokasi anggaran yang ditetapkan Bupati, RPJMD, Renstra OPD, Renja OPD, standar biaya, kebijakan lain, kaidah perencanaan, penganggaran, dalam membantu kepala OPD menghasilkan RKA OPD yang memenuhi prinsip efektif, efisien dan ekonomis dalam pencapaian target kinerja.

Ditegaskan Bupati terkait opini WDP dari Badan Pemeriksa Keuangan RI sebenarnya sebagai pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan dari laporan keuangan yang didasarkan 4 kriteria antara lain ; kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern.
Opini Wajar dengan Pengecualian terhadap laporan keuangan daerah Kabupaten Jember tahun 2016 lebih disebabkan karena penyajian nilai aset tetap yang menurut keyakinan BPK belum optimal.

“Masalah aset ini merupakan bawaan dari masa masa lalu yang memposisikan pengelolaan barang milik daerah tidak lebih penting dibanding pengelolaan keuangan. Sehingga pengelolaan dan penatausahaan aset daerah seringkali diabaikan dan kurang mendapat perhatian,” ujar Bupati Faida.

Kondisi itu berlangsung bertahun tahun, terakumulasi sehingga menjadi permasalahan kronis yang harus segera ditangani dengan sungguh sungguh, supaya tidak menjadi pengecualian dalam opini BPK.

Selain itu, masih kata Faida, sejak diberlakukannya SAP berbasis akrual sangat mempengaruhi aset tetap dalam laporan keuangan. Data base aset tetap yang ada harus dilakukan penyempurnaan mendasar, yakni nilai perolehan aset tetap harus dapat diyakini sehingga apabila tidak terdapat bukti dokumen maka harus dinilai kembali dan hal itu membutuhkan waktu mengingat besar dan luas wilayah tersebar di seluruh Jember.
Audit BPK RI harus dilaksanakan secara obyektif dan independen dan untuk tindak lanjutnya, tidak dapat diselesaikan 1 – 2 tahun, namun membutuhkan konsistensi dan komitmen dari semua pihak.

“Saya telah menegaskan kepada BPKAD, Inspektorat dan seluruh jajaran OPD untuk mendukung audit secara transparan, obyektif dan independen agar penatausahaan keuangan ke depan lebih baik,” pungkasnya. (min/mul)

Bagikan :

Organisasi Islam Radikal Disinyalir Telah Masuk ke Jember

JEMBER, (titik0km.com) – Untuk mencegah dan menanggulangi radikal atau terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggelar sosialisasi (BNPT) menggelar sosialisasi yang melibatkan elemen masyarakat, mahasiswa, tokoh agama, serta jajaran Muspika dan Muspida Kabupaten Jember. BNPT mensinyalir organisasi islam radikal telah masuk di Kabupaten setempat.

Sejumlah mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Jember disinyalir menjadi anggota organisasi Islam radikal. Demikian disampaikan Direktur Pencegahan Deputi 2, Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT), Brigjenpol Hamli, dalam acara sosialisasi ancaman terorisme dan pencegahannya, di gedung New Sari Utama Jember, Kamis (6/7/2017) sore.

Menurut Hamli, saat ini organisasi Islam radikal sudah masuk kelembaga lembaga pendidikan mulai dari paud hinga perguruan tinggi. Dan sejumlah mahasiswa serta dosen di salah satu perguruan tinggi di Jember disinyalir telah menjadi anggota organisasi terlarang tersebut.

“Wilayah tapal  kuda yang meliputi kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang hingga pulau Madura merupakan salah satu target kelompok ini untuk memperluas jaringan. Karakter masyarakatnya yang kuat dalam memegang teguh keyakinan dianggap sebagai sebuah tantangan sekaligus potensi untuk merekrut anggota,”paparnya.

“Untuk itu, Hamli mengajak semua pihak agar lebih waspada terhadap ajaran orang-orang yang menunjukkan ciri-ciri radikal agar ancaman terorisme tidak terus terjadi di negeri ini. (min/mul)

Bagikan :

Kapolres Jember ‘Saring’ Bibit Atlet Petarung MMA Terbaik

JEMBER (titik0km.com) – Untuk mencari bibit bibit atlet terbaik yang memilki jiwa petarung, pemenang yang sportiv, Kepolisian Resor (Polres) Jember menggelar pertandingan Seni bela diri campuran atau lebih dikenal dengan sebutan Mixed Martial Arts (MMA) untuk memperebutkan Piala Kapolres Cup setempat.

“Dalam menyambut hari ulang tahun bhayangkara ini banyak sekali rangkaian rangkaian perlombaan dan pertandingan. Bahkan dari elemen mayarakat banyak sekali yang mengajukan kepada kami terkait kegiatan yang kami gelar,”kata Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, ketika membuka pertandingan MMA dalam rangka ulang tahun Bhayangkara 2017 yang digelar di Mall Roxy Square Jember, Kamis (29/6/2017) siang.

Menurut Kusworo, berawal dari generasi muda jember atlet atlet petarung dari MMA menawarkan untuk di adakannya pertarungan MMA Kapolres Jember Cup dalam rangka memperingati hari ultah Bhayangkara.

“Dan kami merespon baik di adakannya pertandingan tersebut, sehingga di buka pendaftarannya, di buka pertandingannya hingga terkumpul 120 petarung,”terangnya

Tidak hanya dari Jember saja kata Kusworo, bahkan ada yang dari Kalimantan, Bali, Semarang, dan provinsi provinsi lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

“Baru disini akan tersaring bibit bibit petarung, dan ini merupakan pertandingan pembibitan yang dimana kita akan menemukan petarung petarung yang terbaik dari yang bertanding,”ujarnya.

Tidak hanya sampai disini saja, kemudian nantinya akan bertanding di event event yang berikutnya seperti yang akan kami gelar lagi di bulan Agustus, jelas Kapolres.

“Olah raga bela diri adalah olah raga yang memiliki sportivitas yang tinggi, selain olah raga juga berkemampuan untuk menjaga dirinya sendiri, “ucapnya.

Masih menurut Kusworo, pihaknya merasa itu hal yang baik sehingga mensupportnya.

“Sedangkan target dari kegiatan ini sendiri adalah menemukan bibit bibit yang baik yang memiliki jiwa petarung, jiwa pemenang, dan jiwa sportiv, “pungkasnya. (min/mul)

Bagikan :

Tak Mau ‘Kecolongan’ Polres Jember Tingkatkan Penjagaan

JEMBER (titik0km.com) – Ditengah kesibukannya melakukan pengamanan lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, Kepolisian Resor (Polres) Jember juga melakukan peningkatan pengamanan dan kewaspadaan penjagaan baik di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) maupun di Mapolres setempat paska terjadinya penyerangan di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumutera Utara (Sumut) dan Jawa Tengah (Jateng).

Sebelumnya, di Mapolda Sumut Minggu (25/6/2017) sekitar jam 03.00 waktu setempat diserang Teroris.
Satu anggota Polri gugur bernama Aiptu Martua Sigalingging dan dua pelaku berhasil dilumpuhkan, satu tewas ditembak dan satu lagi ditembak pada bagian kaki masih hidup.

Teroris diduga masuk Mapolda lompat pagar, kemudian menyerang pos jaga pintu keluar yg ditutup pada malam hari, kemudian menusuk anggota yang sedang tidur. Kejadian diketahui oleh jaga Brimob dipintu masuk kemudian dikejar dan kedua pelaku ditembak, satu tewas dan satu lagi masih hidup.

“Peningkatan pengamanan dan kewaspadaan penjagaan ini kita lakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyerangan seperti yang terjadi di Mapolda Sumut dan Jateng yang hingga menelan korban jiwa,”kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Selasa (27/6/2017) siang.

Menurut Kusworo, pihaknya melakukan penebalan anggota jaga pengamanan Mako Polres, Polsek, dan Pospam dengan back up dari Brimob.

“Dengan pengaturan jaga Mako dan Pospam yang tidak lebih dari 8 jam untuk menjaga kondisi anggota biar tetap fit, “terang Kusworo.

Lebih lanjut Kusworo menjelaskan, anggota yang melaksanakan patroli sekeliling mako dengan buddy system dan tidak bergerombol.

“Anggota jaga dilengkapi dengan body vest anti peluru dan bersenjata api. Sedangkan perwira untuk pengawasan dan pengendalian anggota jaga,”pungkasnya. (min/mul)

Bagikan :

FWLM Bersama Aktivis Jember Peduli Dhuafa di Bulan Ramadan

JEMBER (titik0km.com) – Sejumlah wartawan yang tergabung dalan Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) bersama aktivis perempuan peduli sosial melakukan kegiatan santunan kepada anak yatim dan bagi bagi bingkisan kepada sesama yang membutuhkan.

“Tak hanya bisa menulis dan mencari berita, wartawan juga dituntut memiliki rasa kepedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan,”kata Ketua FWLM Jember Ihya Ulumiddin disela-sela kegiatannya ketika membagi bagikan bingkisan dan santunan di sebuah Yayasan Bantuan Penyalur Anak Yatim (YABAPENATIM) jalan Kaca Piring, Kelurahan Gebang, Kabupaten Jember, Sabtu (17/6/2017) sore.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sebagai bukti kepedulian wartawan kepada lingkungan sekitar khususnya warga kurang mampu.

“Kami disini memberikan santunan berupa bingkisan untuk anak yatim piatu sebagai bagian dari kepedulian sosial dari wartawan Jember yang tergabung dalam FWLM,” kata Udik sapaan akrab Ketua FWLM Jember ini.

Selain di YABAPENATIM, masih kata Udik, pihaknya juga membagikan bagikan bingkisan dengan sasaran penjual bunga, tukang ojek, dan tukang becak ketika mereka berjuang mencari nafkah dipinggir pingir jalan dibulan ramadan ini.

Hal senada juga diungkapkan aktivis perempuan peduli sosial jember yang di komandoi Kristin (48), sehubungan bulan puasa kita harus berbagi, disini bersama FWLM di kota jember melakukan bhakti sosial untuk meringankan beban anak anak yang ada di yayasan yatim piatu ini.

“Kita tidak berlebihan, memang sudah kewajiban kita bahwa kita harus saling berbagi dan mengasihi, inilah tujuan dalam kegiatan ini, “ujar Kristin.

Masih menurut Kristin, kegiatan ini adalah kegiatan rutin setiap tahunnya.

“Kali ini bingkisan yang kita bagikan berupa sembako, perangkat alat sholat, dan sejumlah uang tunai, “pungkasnya. (min/mul)

Bagikan :

Setetes Urine Berharga Untuk Keselamatan Penumpang

JEMBER (titik0km.com) – Seorang pengemudi angkutan kendaraan umum sulit membuang air kecil ketika akan dilakukan tes urine pemeriksaan narkoba oleh petugas Kepolisian Resor (Polres) Jember.

“Sudah menjadi kebiasaan saya sehari hari ketika hendak membuang air kecil sulit sekali jika ketemu orang lain,” kata salah satu pengemudi kendaraan bus, Moh Sofyan (50) warga Probolinggo Jatim seusai melakukan tes urine di Terminal Tawang Alun Jember, Sabtu (17/6/2017) siang.

Apalagi saat ini ada pemeriksaan tes urine yang dikawal oleh petugas ketika memasuki toilet untuk membuang air kecilnya.

“Tapi tetep saya usahakan walaupun cuma setetes, ujar Sofyan sambil tersenyum malu ketika di wawancarai sejumlah awak media.

Menurutnya, dengan makan teratur dan mengkonsumsi air mineral yang banyak agar bisa badannya sehat tanpa harus mengkonsumsi barang haram,”tuturnya.

Sementara menurut Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, hari ini polres jember melakukan tes urine bagi pengemudi pengemudi kendaraan angkutan umum lintas kota maupun provinsi.

“Tes urine ini untuk mengecek sumber daya manusia yaitu pengemudi kendaraan agar tidak sampai terjadi hal hal yang mengganggu konsentrasinya atau bahkan yang mengganggu keselamatan para penumpangnya, “terang Kusworo.

Menurut Kusworo, sejauh ini sudah ada 15 pengemudi yang melakukan tes urine, dan hasilnya negatif. Kegiatatan ini akan terus kita lakukan bergulir ke pengemudi pengemudi yang lainnya.

Dan Kapolres berharap hasil tes urine semuanya negatif dan akan kita lakukan hingga akhir arus balik nantinya.

Lebih lanjut Kusworo menjelaskan, jika diketemukan pengemudi kendaraan yang positif menggunakan narkoba, tentunya akan kita lakukan proses lebih lanjut dan yang pasti yang bersangkutan tidak akan kita pergunakan untuk mengemudi kendaraan,”tegasnya.

Sehingga akan kita gantikan dengan pengemudi yang lain dalam kondisi sehat dan negatif.

“Untuk sementara ini hanya pengemudi dan kernetnya saja yang kita lakukan tes urine, setetes urine mereka sangat berharga untuk keselamatan penumpang dan dirinya sendiri”pungkasnya. (min/mul)

Bagikan :

Setelah CCTV, Dishub Jember Tambah Rambu Lalin di Jalur Mudik

JEMBER (titik0km.com) – Setelah melakukan pemantauan jalur yang akan dipergunahan untuk mudik dimulai dari Gumitir hingga Terminal Tawang Alun, Dinas Perhubungan (Dishub) Jember melakukan penambahan Rambu Lalulintas (Lalin) disejumlah titik guna untuk persiapan menghadapi massa angkutan lebaran yang akan berlangsung pada 19 Juni hingga 2 Juli 2017. Berbagai persiapan telah dilakukan, seperti tambahan Kamera Pengawas atau CCTV penerapan teknologi baru yang telah dilakukan sebelumnya (baca: http://www.titik0km.com/jelang-arus-mudik-lebaran-dishub-jember-tambah-cctv-penerapan-teknologi-baru.html)

“Pemantauan ini dilakukan untuk mengecek tempat-tempat yang dianggap memiliki kerawanan tinggi, baik rawan macet, rawan kecelakaan lalu lintas dan rawan kriminalitas,”kata Sekretaris Dishub Jember, Gatot Triono seusai melakukan pemantauan bersama Polres Jember jalur yang akan dipergunakan mudik lebaran, Senin (12/6/2017) siang.

Menurut Gatot, beberapa temuan dari kegiatan ini diantaranya, masih kurangnya rambu-rambu Lalulintas disepanjang jalur arus mudik, untuk itu sebelum tanggal 19 Juni 2017 Dishub akan menambahkan rambu-rambu yang dianggap kurang, termasuk di jalur alternatif.

“Sedangkan untuk pengamanan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Jember agar menempatkan personilnya dititik-titik yang dianggap memiliki kerawanan tinggi,”terang Gatot. (min/mul)

Bagikan :

Resmob Selatan Bagikan Takjil Dan Selebaran Maklumat Kapolres Jember

JEMBER (titik0km.com) – Momen Ramadhan di manfaatkan oleh Unit Resmob Selatan Satreskrim Polres Jember untuk berbuat kebaikan, bersama Polsek Balung dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Lokal 2 Jember Selatan, menjelang berbuka puasa melakukan kegiatan bagi bagi takjil gratis serta mengedarkan Maklumat Kapolres Jember kepada warga dan pengguna jalan yang melintasi kawasan lampu merah Jalan Ambulu, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung Jember, Senin (12/6/2017) sore.

Menurut Kanit Resmob Selatan, AIPTU Rahmad Reshiarto, kegiatan bagi bagi takjil ini sudah kita lakukan yang ke 4 kalinya.

“Pertama di wilayah Kecamatan Ambulu, kedua wilayah Kecamatan Kencong, ketigadi wilayah Kecamatan Gumukmas, dan yang ke 4 kalinya hari ini di wilayah Kecamatan Balung, berikutnya akan kita lakukan kegiatan yang sama di wilayah Kecamatan Jenggawah serta Kecamatan Puger” kata Vory sapaan akrabnya Kanit Resmob Selatan ini.

Tidak hanya sekedar membagikan takjil saja dalam aksi kegiatan kali ini, demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, damai, kondusif pada bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.

“Kita juga membagikan selebaran Maklumat Kapolres Jember dengan tujuan masyarakat menghindari kegiatan kegiatan yang bisa meresahkan masyarakat, seperti takbir keliling dan menyulut petasan yang bisa merugikan diri sendiri dan juga orang lain karena itu merupakan perbuatan pidana,”tegasnya.

Sementara menurut Wakil Ketua RAPI Lokal Jember Selatan Jember, Purwanto (36), visi misi RAPI sudah jelas lebih mengutamakan aksi sosial, setiap bulan suci Ramadhan,rutin kita selalu melakukan aksi bagi bagi takjil bersama semua anggota.

“Hari ini kita bersama Polsek Balung dan Resmob Selatan untuk berbuat kebaikan dibulan yang penuh berkah,”ucapnya. (min/mul)

Bagikan :

Tahun Ajaran Baru, Resmob Selatan Dan Muspika Puger Santuni Anak Yatim Piatu di Bulan Ramadhan

JEMBER (titik0km.com) – Tahun ajaran baru sekloh yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, dipergunakan sebaik baiknya oleh Sub Unit Resmob Jember bagian selatan bersama Muspika Puger untuk melakukan kegiatan santunan kepada anak yatim piatu yang bekerjasama dengan Yayasan Ibnu Yazid Indonesia di Dusun Krajan Timur, Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger.

“Untuk membantu dan meringankan beban anak anak yatim piatu, disetiap tahun ajaran baru kita selalu memberikan santunan berupa alat perlengkapan sekolah, apalagi tahun ini bertepatan dengan bulan suci ramadhan, yang dimana bulan yang sangat baik untuk saling berbagi sedekah, “kata Kepala Desa Mlokorejo, Haji Mahfudz seusai melaksanakan kegiatan pembagian santunan kepada anak yatim piatu di halaman kantor Yayasan Ibnu Yazid Indonesia, Dusun Krajan Timur, Desa/Kecamatan setempat, Minggu (11/6/2017) sore.

Mahfudz, yang juga sebagai pengurus yayasan tersebut mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli akan nasib anak-anak yatim piatu yang ada di sekitar kita, dengan cara memberikan bantuan atau sumbangan biaya bertujuan agar mereka bisa melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

“Karena pendidikan sangat penting sekali demi masa depan mereka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak,”ujar Mahfudz.

Hal senada juga disampaikan Kanit Sub Resmob Jember Selatan, IPTU Rahmad Reshiarto atau yang lebih dikenal Vory sapaan akrabnya sehari hari, menurutnya, “anak anak yatim piatu ini sebetulnya tidak mau ditinggal bapak dan ibunya, mereka punya kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan.

“Dengan tetap melanjutkan bersekolah dengan mengenyam pendidikan sebagai bekal untuk meraih apa yang akan dicita citakan nantinya, “tuturnya.

Sementara menurut Ketua Yayasan Ibnu Yazid Indonesia, Junaidi Abdullah,kegiatan santunan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang sumber pendanaannya masih mengandalkan dari para donatur.

“Tidak hanya para anak yatim piatu saja yang kita bantu, para janda dan anak anak kurang mampu juga kita santuni, “terang Junaidi.

Saat ini, kata Junaidi, kurang lebih 76 anak yatim piatu dan anak anak yang kurang mampu telah kita bantu untuk perlengkapan sekolahnya.

“Dan Alhamdulillah, kurang lebih sudah 100 anak yang lulus Sekolah tingkat SMA yang telah kita bantu selama 4 tahun sejak yayasan ini berdiri, “pungkasnya.

Berdasarkan Pantauan wartawan, tampak terlihat Camat Puger, Tokoh masyarakat, dan Polsek setempat hadir dalam kegiatan santunan anak yatim piatu tersebut. (min/mul)

Bagikan :