Bagiak Gembili Pangkas Kadar Kolesterol

JEMBER (titik0km.com) – Saat mendengar nama Gembili, mungkin sudah tidak banyak lagi orang yang mengenal tanaman pangan yang satu ini. Gembili punya nama latin Dioscorea Esculenta ini dan ditengah menjamurnya makanan instan makanan dari ubi gembili sudah mulai tenggelam. Selama ini ubi aung , begitu gembili disebut di tatar sunda, telah menjadi salah satu bahan pangan inferior atau dianggap tidak memiliki nilai ekonomi di masyarakat karena potensinya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kondisi inilah yang menyebabkan Dr. Ir.  Herlina, MP, terpicu melakukan penelitian untuk tanaman yang juga disebut lesser yam di barat ini. Ternyata gembili menghasilkan satu yang disebut zat glucomannan dan menyatu dengan protein. Zat tersbut mampu menurunkan kadar LDL atau kolestrol jahat yang terdapat dalam tubuh serta sebaliknya mampu meningkatkan HDL atau kolestrol baik yang juga dibutuhkan oleh tubuh kita. “Kandungan serat gembili sangat tinggi sehingga baik dikonsumsi untuk kesehatan,” papar Herlina kepada titik0km.com

Dr. Ir.  Herlina, MP yang getol meneliti gembili sejak tahun 2007 itu, menjelaskan bahwa kandungan umbi gembili sangat luar biasa, “Umbi gembili banyak mengandung senyawa bioaktif yang termasuk polisakarida larut air yang bisa digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan bisa memperbaiki kualitas makanan yang biasa dipakai untuk pengental kecap, pembuatan sosis, pembuatan minuman sari buah dan masih banyak lainnya”, kata Herlina.

“Gembili biasanya tumbuh menjalar pada batang pohon memang mengandung polisakarida sangat tinggi sehingga dia bisa menjadi bahan tambahan makanan yang murah, sehat dan juga berkualitas,” jelasnya lagi.

Dosen Fakultas Teknologi Pertanian ini juga telah membuat produk tepung gembili. “Jika dibandingkan dengan terigu, nilai ekonomisnya hampir sama, tetapi dari sisi pemanfaatannya yang berbeda, Dengan teknologi yang dimiliki saat ini rendemen gembili sekitar 25 %, sehingga dalam 1000 gram gembili akan menghasilkan 250 gram tepung gembili,” ujar Herlina.

Saat ini sentra penghasil gembili terdapat dihampir seluruh wilayah Jawa Timur. Tersebar mulai dari Banyuwangi hingga Ponorogo, bahkan didaerah GunungKidul, propinsi DIY. Rata-rata didaerah itu gembili memang belum banyak dimanfaatkan secara maksimal. Dr. Ir. Herlina, MP yakin kedepan usaha pengolahan gembili ini akan bisa berkembang dengan baik.

Herlina juga bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk meneliti produk-produk turunan gembili, “Kami juga telah mempunyai UKM binaan yang menggunakan tepung gembili, salah satu produknya adalah kue bagiak yang diproduksi UKM di kabupaten Banyuwangi,” jelasnya.

“Keunggulan produk Bagiak ini adalah memiliki tekstur dan bentuk tidak mudah pecah, sehingga enak dipandang mata, enak dilidah, juga lebih kaya serat karena menggunakan tepung gembili, yang lebih penting lagi mampu mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh” pungkas Herlina. (ias)

Produk Bagiak yg menggunakan tepung gembili Dalam Kemasan dalam kemasan 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: