Bajingan Kusir Gerobak Sapi yang Terlupakan

Oleh : Y. Setiyo Hadi*

Pesona Gerobak Angkutan Tradisional di Jember Selatan

Di tengah alat transportasi yang semakin modern dan cepat, gerobak yang ditarik dua ekor sapi itu terseok-seok dalam mempertahankan keberadaannya. Seiring perkembangan jaman, manusia menginginkan kecepatan mobilitas transportasi dalam berbagai aktifitasnya.

“Bajingan”, sebagaimana dahulu mereka disebutan, adalah julukan yang lazim untuk kusir sapi gerobak yang jarang muncul pada masa sekarang ini. Bajingan disini bukanlah istilah untuk menyebut penjahat atau perampok atau penyamun, namun benar-benar digunakan untuk menyebut kusir gerobak yang ditarik dua sapi.

Beberapa puluh tahun lalu di wilayah Jember Selatan, masih banyak ditemui gerobak-gerobak yang ditarik sapi yang beroperasi di Kencong, Jombang, Puger, Umbulsari dan Gumukmas. Fungsi utama dari gerobak ini sebagai alat transportasi massal untuk berbagai keperluan, misal: mengangkut barang dagangan dari satu pasar ke pasar lain, mengangkut hasil bumi, mengangkut material bangunan, dan lain sebagainya.

Dahulu, pemilik gerobak dianggap memiliki status ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan lainnya seperti hal saat ini pemilik truk maupun mobil yang memiliki fungsi yang sama dengan gerobak. Pada masanya, pemilik gerobak yang ditarik dua sapi merupakan para orang-orang kaya yang memiliki lahan sawah luas, sehingga untuk mempermudah pengangkutan hasil panen digunakanlah gerobak-gerobak tersebut, seperti halnya sekarang menggunak truk untuk mengangkut hasil bumi dan lain sebagainya.

Perlahan tapi pasti, kini gerobak yang ditarik dua sapi mulai menghilang di jalanan, dikalahkan oleh moda transportasi yang menggunakan mesin dengan daya angkut lebih banyak serta lebih cepat. Sebelum adanya mikrolet atau truk, gerobak ini merupakan raja jalanan.

Kini, raja jalanan ini kini sudah tua dan menghilang di jalanan, hanya ditemukan satu dua aja dan itu tidak beredar setiap harinya. Pada waktu-waktu tertentu aja bisa ditemui, seperti yang dilihat di foto dalam tulisan ini (diambil pada 28/2 di seputar Kencong Jember).

Gerobak ditarik dua sapi kini menjadi barang langka dan antik. Gerobak sapi ini menjadi rekaman sejarah / masa lalu dalam perkembangan alat transportasi dari masa ke masa.(*)

*Y. Setiyo Hadi, 28022014, juga salah penggiat Musium Salam Boemi Poeger Kencong Jember dan sedang menggiatkan gerakan Pokoke Nulis!!!: Aku Bangga Sebagai Orang Indonesia

Bajingan Kusir Gerobak Sapi yang Terlupakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: