Bandara Trunojoyo akan Terapkan Pengembangan Bandara Blimbingsari

Bupati Sumenep Tertarik Pengembangan Bandara di Banyuwangi

BANYUWANGI (titik0km.com) –  Perkembangan penerbangan di Bandara Blimbingsari telah menarik perhatian daerah lain, salah satunya adalah Kabupaten Sumenep. Secara khusus Bupati Sumenep A. Busyro Karim bersama sejumlah pejabatnya melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi untuk memperoleh wawasan  terkait perkembangan bandara kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut. Kunjungan itu diterima langsung oleh Bupati Abdullah Azwar Anas, di Pendopo Shaba Swagata, Kamis (6/2).

Menurut rilis resmi pemkab Banyuwangi melalui situs banyuwangi.go.id pda (6/2), Busyro mengatakan,Kabupaten Sumenep telah memiliki Bandara Trunojoyo dengan panjang landasan 1160 meter. Saat ini, bandara tersebut sedang dalam persiapan menyambut dimulainya penerbangan komersil pertama dengan pesawat berkapasitas 40 – 50 seat. “Maskapai yang siap masuk ke Bandara Trunojoyo sudah positif Trigana Air. Ada dua pesawat yang disiapkan dengan kapasitas 40 seat dan 50 seat untuk rute Sumenep-Surabaya,” ungkapnya.

Berbagai hal untuk realisasi penerbangan komersial tersebut pun menurut Bupati Busyro telah dilakukan. Diantaranya berkoordinasi dengan Dirjen perhubungan udara terkait rute penerbangan serta melengkapi infrastruktur navigasi penerbangan. Namun Bupati Busyro mengaku masih memerlukan banyak wawasan agar penerbangan komersial tersebut bisa berjalan dengan lancar dan berkelanjutan. “Kami ingin mendapatkan kiat-kiat dari Banyuwangi yang telah lebih dulu berhasil mengoperasikan penerbangan komersial. Kami ingin bandara Trunojoyo terus beroperasi tanpa ada hambatan baik terkait regulasi maupun keberlangsungan penerbangan itu sendiri,” kata Busyro.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan sejak awal beroperasinya penerbangan komersil di bandara Blimbingsari diupayakan agar berjalan dengan business to business atau tanpa adanya bantuan dari pemkab.  Konsekuensinya agar penerbangan bisa berkesinambungan dan pesawat selalu terisi penumpang maka Pemkab juga ikut melakukan promosi kepada masyarakat. “Pada masa awal saya juga ikut jadi sales, menawarkan para pengusaha untuk melakukan perjalanan ke Surabaya pakai pesawat. Selain itu perjalanan dinas PNS juga saya minta untuk memakai pesawat,” tutur Anas.

Selain itu untuk memperjelas wewenang Pemerintah daerah dan pemerintah pusat di bandara, Anas menyampaikan telah melakukan MoU dengan Dirjen Perhubungan udara tentang pengoperasian dan pengembangan bandar udara Blimbingsari. “Ini penting agar kedepan tidak terjadi permasalahan yang bisa mengganggu kelancaran  operasional di bandara,” sebut Anas.

Pada kesempatan itu, Anas juga menyampaikan kalau Bandara Blimbingsari pada akhir tahun ini akan ditingkatkan kelasnya dari bandara penumpang menjadi bandara kargo. Sebagai persiapan akan dilakukan penebalan runway  agar bisa dilandasi pesawat berkapasitas besar. “Banyuwangi memiliki potensi yang melimpah baik pertanian, perkebunan dan kelautan. Kami ingin transportasi udara bisa menjadi alternatif pengiriman barang karena lebih cepat dan efisien. Untuk itu akan dilakukan penebalan landasan dengan dana Rp. 54 miliar. Target kami, bandara kargo akhir tahun sudah bisa terlaksana,” ucap Anas. (asd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: