Banyak Jalan Menuju Roma

Oleh : Agus Susanto*

Ibarat kita sedang melakukan perjalanan panjang, pasti ada suatu tujuan yang akan kita tempuh. Demikian juga halnya dengan perjalanan didalam dunia usaha kita. Pasti ada suatu keinginan dan harapan yang ingin kita capai. Saya ambil contoh kita akan melakukan sebuah perjalanan dari kota Jember menuju kota Surabaya. Jarak tempuh sudah dapat kita ambil sebuah kepastian adalah sekitar dua ratus kilo meter dari kota Jember.

Start awal kita mulai dari alun-alun kota Jember, kalau saudara mempunyai Global Positioning System atau yang lebih dikenal dengan GPS, maka alur jalan-jalan yang akan dilalui sudah bisa didengarkan dari suara operator yang mengarahkan kemana kita akan berjalan.

Dari alun-alun kota Jember, kita akan dipandu berjalan lurus sampai di jalan A Yani dan berbelok kekanan ke arah jalan Trunojoyo. Berjalan lurus sejauh kurang lebih tiga kilometer menuju jalan Cokroaminoto akan diarahkan ke kiri menuju jalan Gajah Mada. Lalu lurus saja ke arah jalan Hayam Wuruk, terus ke arah Mangli, lanjut ke arah Rambipuji, lurus terus Bangsalsari dan Tanggul dan seterusnya dan seterusnya.

Dipastikan tidak mungkin kita tersesat dengan bantuan GPS tadi. Kalaupun kita salah jalan, maka GPS akan menghitung ulang arah jalan kita.

Demikian halnya juga dengan perjalanan usaha kita. Pastikan dulu kita mau bergerak kemana? Kemana arah tujuan dunia usaha kita? Kalau seumpama kita akan berusaha dalam bidang trading atau penjualan, pastikan barang apa yang ingin kita jual. Kalau kita akan berusaha dibidang jasa, pastikan juga jasa apa yang ingin kita berikan ke masyarakat. Jangan sampai kita tidak tahu arah dan tujuan kita didalam dunia usaha kita.

Banyak dari kita yang tidak memberikan suatu tujuan kemana kita akan bawa usaha kita? Sehingga tujuan kita yang sebenarnya ke arah Surabaya, tapi saat ini kita masih berada di kota Tanggul arahnya sudah benar dan jelas. Masalahnya kita terlalu berlama-lama di kota Tanggul itu sampai-sampai lupa akan arah dan tujuan kita yang sebenarnya.

Yang memperparah lagi kita sampai merasa nyaman di kota Tanggul tersebut.Padahal jalan ke Surabaya masih panjang dan kita sudah cukup puas di kota Tanggul.

Masih panjang jarak waktu dan jarak kota yang akan segera kita lalui diperjalanan ini.

Tapi kita sudah berhenti di suatu kota dan menimati sekali tinggal di kota tersebut. Mimpi kita adalah berusaha kuliner yang bisa sampai membuka beberapa cabang di kota-kota lain di Jawa Timur. Setelah realita yang terjadi. Kita sudah membuka depot skala kecil di perhentian pertama kita, lupa kita bahwa perhentian pertama itu bukan tempat tinggal kita selamanya. Tapi hanya suatu tempat perhentian untuk sejenak mengambil nafas dan bergerak,berolah raga didalamnya.

Segeralah bangkit untuk melanjutkan perjalanan usaha yang belum tuntas tersebut. Ambil bekal dan perlengkapan yang cukup untuk memulai perjalanan usaha yang diperlukan. Semisal didalam perjalanan tersebut ada suatu masalah di tengah jalan, ban kempis, pohon tumbang, kecelakaan dan sebagainya. Jangan takut dan lengah apalagi sampai mengeluh bahwa ini adalah suatu perjalanan yang salah dan melelahkan.

Ambil rute yang lain jikalau kita menghadapi hal-hal yang sedemikian. Ada suatu cerita tentang semut dan lalat. Ada seekor lalat yang terbang di tumpukan sampah dipekarangan sebuah rumah. Lalat tersebut mencoba mencari nafkah di tumpukan sampah. Terlihat olehnya pintu rumah tersebut terbuka sedikit dan lalat memberanikan diri untuk masuk kedalam rumah tersebut dan dengan senyum yang puas si lalat berkata “aku harus menikmati makanan yang lebih segar daripada makanan sampah diluar”. Tiba-tiba pintu rumah tersebut ditutup oleh pemiliknya. Dan si lalat berusaha untuk keluar dari rumah tersebut. Dilihatnya dari jendela kaca, teman-teman lalat lainnya memanggil dia untuk segera keluar dari rumah tersebut. Dan dia berusaha untuk segera memenuhi panggilan teman-temannya. Lalu si lalat segera ingin keluar ditubruknyalah jendela kaca tersebut sekali, hasilnya tidak bisa. Diulang lagi kedua kalinya ditubrukkan lah dirinya kekaca tersebut, hasilnya tetap tidak bisa. Akhirnya setelah berusaha berulang kali si lalat kecapaian dan pingsan di bawah jendela kaca.

Tak jauh dari tempat pingsannya si lalat nampak segerombolan semut keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Ketika menemui seekor lalat yang tidak berdaya maka dikerubutilah dan digigitlah si lalat tersebut hingga mati. Lalu semut itu bersama-sama semut yang lain membawa si lalat yang sudah mati tersebut kedalam sarangnya.

Didalam perjalanan si semut kecil bertanya kepada semut yang lebih besar, ”Ada apa dengan lalat ini? Kenapa dia pingsan dan sekarat?” Si semut yang lebih tua menjawab, ”Hal ini sering terjadi, banyak lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya si lalat ini sudah berusaha keras sekali untuk keluar dari rumah tersebut. Berapa kali si lalat menerjang jendela kaca? Sampai akhirnya si lalat kecapaian dan akhirnya lemas dan pingsan. Dan akhirnya bisa menjadi menu makanan kita,” tukas si semut tua tersebut.

Si semut kecil menerima jawaban dari semut tua tapi masih ada pertanyaan lagi,”Si lalat tadi kan sudah berusaha keras didalam hidupnya untuk keluar dari rumah tersebut, tapi kenapa tidak berhasil?” Semut tua menjawab lagi sambil tetap memanggul bangkai lalat tersebut,”Lalat itu adalah seorang yang tak kenal lelah dan menyerah untuk keluar dari masalahnya. Si lalat sudah mencoba berkali-kali untuk hal itu. Hanya saja si lalat itu melakukannya dengan cara yang sama berulang kali.”

Semut tua lalu menghentikan langkahnya dan menurunkan si bangkai lalat itu sambil berkata serius, “Ingat semut-semut muda! Jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu tidak kurang dan tidak lebih persis sama dengan si lalat ini!”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, tapi para pemenang melakukan dengan cara yang berbeda!

Kisah tadi bisa kita ambil hikmahnya, kalau sebuah pintu tertutup untuk dunia usaha kita, jangan terlalu lama berdiri didepannya. Tengok kanan dan kiri saudara, pasti ada pintu-pintu lain yang sedang terbuka menanti semangat dan langkah kita untuk kita segera masuk dan berhasil didalamnya!

Banyak jalan menuju Roma. Adalah kutipan yang pas untuk dunia usaha dan dunia entrepreneur kita semua, bahkan juga ungkapan tersebut juga berlaku untuk bidang dunia-dunia yang lainnya. Semoga bermanfaat! Salam entrepreneur.

*Agus Susanto ([email protected])

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: