Banyuwangi Etno Carnival 2013 Tampilkan Budaya Kebo Keboan

BANYUWANGI (titik0km.com) – Kekayaan budaya Indonesia, terutama budaya daerah memang sudah sepatutnya untuk dilestarikan sehingga generasi muda masih dapat mengenal kebudayaannya sendiri.

Ini dipahami oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang akan menggelar Banyuwangi Etno Carnival (BEC) 2013 yang sedianya akan digelar esok, Sabtu (07/09) di Banyuwangi mulai pk. 10.00 WIB. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Banyuwangi memiliki banyak kekayaan seni budaya tradisional yang luar biasa.

BEC 3 dikemas dalam satu gelaran budaya yang diharapkan mampu menjembatani modernisasi seni budaya lokal yang berkembang di masyarakat Banyuwangi menjadi event parade berskala Internasional dengan tetap membawa nilai-nilai yang ada dalam masyarakat baik secara spirit budaya maupun filosofinya. Mengenai tema untuk BEC 2013 sendiri mengangkat tema “Kebo-keboan” dan digunakan sebagai tema untuk Banyuwangi Ethno Carnival 3 kali ini.

Selain BEC 3, Pemkab Banyuwangi juga mempersilahkan para penghobi fotografi untuk menjadi bagian dari BEC 3 ini dengan membuka pendaftaran khusus bagi penghobi fotografi.

BEC 3 ini diperkirakan akan menarik minat masyarakat seputar Kota Banyuwangi sendiri, juga menarik minat beberapa tokoh nasional untuk hadir di gelaran BEC 3 kali ini.

Seperti misalnya Abu Rizal Bakri, yang datang pada Jumat (06/09) siang dan mendarat di lapangan terbang Blimbing Sari Banyuwangi. Seperti yang diungkapkan melalui fan page  pribadi Abu Rizal Bakri menuliskan, “Memberikan ceramah motivasi di SMKN 1 Banyuwangi serta bersilaturahmi dengan pengurus Partai Golkar Banyuwangi, dan menghadiri undangan Pak Bupati Abdullah Azwar Anas di acara Banyuwangi Ethno Carnival 3,” tulis Abu Rizal Bakri di Fan page-nya.

Beberapa pengguna Facebook, mengomentari kedatangan Ketua Partai Golkar dengan berbagai komentar. Frederikson Simbolon mengungkapkan, “Ada bandara juga toh di banyuwangi.. Wah hebat ya banyuwangi,” tulis dia.

Namun ada juga yang menanyakan kasus Lumpur Lapindo Sidoarjo, seperti yang dikomentarkan oleh Juan Keii, “Mampir sidoarjo, pak,” dan kemudian disambung dengan komentar Rina May’e Pramudita, dengan komentar singkat, “mana berani,”

Terlepas dari itu semua melalui gelaran BEC 3 ini, Pemkab Banyuwangi seolah ingin membuktikan bahwa kekayaan budaya yang dimiliki benar-benar dianggap sebagai aset yang sangat berharga dan berupaya melestarikan dengan kemasan yang disesuaikan dengan perkembangan jaman.

Seperti apa Gelaran BEC 2013, kita nantikan esok, karena www.titik0km.com akan melaporkan secara langsung jalannya acara tersebut on the spot dari Banyuwangi. (ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: