BEC 3 Diminati Wisatawan Dalam dan Luar Negeri

BANYUWANGI (titik0km.com)Banyuwangi Ethno Carnival (BEC 3) yang dilaksanakan pada Sabtu (07/09) di Taman Blambangan Banyuwangi telah menjadi rangkaian pembuka Banyuwangi Festival. Tak kurang Bupati Banyuwangi, Abdullah Aswar Anas menyebutkan bahwa target ekonomi, lingkungan, sosial-budaya dan kualitas pengelolaan destinasi menjadi tujuan digelarnya Banyuwangi Festival ini. Festival ini akan berlangsung sampai mencapai puncaknya pada Hari Jadi Banyuwangi atau HARJABA.

Dalam pengamatan titik0km.com, memang secara rata-rata melalui acara BEC 3, cukup banyak menarik minat masyarakat baik dalam dan luar negeri untuk menyaksikan langsung saat BEC 3 ini digelar, serta tema budaya yang sengaja diangkat untuk mengenalkan tradisi adat masyarakat Banyuwangi memang cukup menarik.

Beberapa diantaranya terdapat, Abu Rizal Bakrie Ketua Umum Partai Golkar, Irsan Noor Ketua APAKSI, Muhaimin Iskandar Menakertrans RI, Emillia Contesa serta Denada. Juga nampak dr Faida MMR, Direktur RS Bina Sehat Jember juga CEO RS Al Huda Genteng Banyuwangi, Arief Tjahyono, Kepala Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, serta Mulyadi Direktur titik0km.com, juga tampak menonton pagelaran karnaval bertema The Legend of Kebo Keboan Blambangan tersebut. Menurut Mulyadi, acara BEC 3 ini menunjukan keinginan kuat dari Kabupaten Banyuwangi untuk menjadi tujuan wisata,” Sayang disiplin masih kurang, seperti tiba-tiba banyak orang lalu lalang di runway, atau tiba-tiba berdiri dari tempat duduk sehingga menyulitkan penonton yang dibelakang.”, kata Mulyadi.

Senada dengan Mulyadi, dr Faida MMR, juga menyayangkan kekurang disiplinan penonton sehingga mengganggu penonton yang lain, “Saya kira itu terjadi dimana-mana, ambil contoh JFC di Jember yang sudah 12 kali digelar, baru bisa mencapai tujuan diharapkan, BEC juga demikian mungkin di acara yang berikut akan lebih baik lagi, dan kalau bisa polisi yang jaga di tenda penonton itu juga duduk, itu yang paling penting, karena mereka (polisi, red) berdiri dan penonton duduk, ya yang dibelakang jadi nggak kelihatan,” kata Faida.

BEC 3 ini juga dihadiri oleh beberapa wisatawan manca, pelajar dan ekspatriat yang sedang belajar atau bertugas di Banyuwangi. Salah satu wisatawan dari Inggris, Rob dan Judy juga menyatakan sangat menikmati acara BEC 3 tersebut, “Kami beruntung bisa melihat BEC 3 ini, secara kebetulan kami singgah di Bali dan memang kami sangat beruntung bisa melihat acara ini,” papar Rob yand didampingi Judy.

Secara keseluruhan gelaran BEC bisa menvisualkan tradisi ritual kebo-keboan yang ada di masyarakat Banyuwangi, namun penjelasan tentang apa itu kebo-keboan Blambangan sangat kurang sekali, juga hadirnya 3 kebo, kebo geni, kebo tirto dan kebo bumi tidak terjelaskan oleh pembawa acara, sehingga banyak orang bertanya apa itu kebo geni, kebo tirto dan kebo bumi.

Sukses untuk BEC 3, Sukses untuk Banyuwangi Festival 2013. (mjl)

Kebo Bumi Kebo Geni Kebo TirtoArief Tjahyono-dr Faida MMR-Mulyadi juga menonton BEC 3 di Banyuwangi Rob dan Judy wisatawan dari Inggris yang juga menyempatkan diri untuk menyaksikan BEC 3 di Banyuwangi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: