Berharap Bisa Gratis, Pilkades di Jember Dianggarkan APBD dan APBDes

Jember (titik0km.com) – Ongkos politik pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), tidak jauh beda mahalnya dengan pemilihan calon anggota legislatif, bahkan pilkades sebelumnya, untuk mndaftar menjadi calon kepala desa di Jember, sejumlah cakades harus mengeluarkan uang pendaftaran minimal 20 juta, belum termasuk ongkos lainnya meliputi banner dan biaya kampanye.

Namun paradigma seperti ini, perlahan akan berubah, hal ini menyusul pemilihan Pilkades yang dianggarkan melalui dana APBD, APBDes dan pihak ketiga jika dibutuhkan, “Pilkades kali ini dianggarkan dari APBD dan APBDes, tidak menutup kemungkinan juga dari pihak ketiga, cuma saya berharap dana ABPD dan APBDes sudah cukup untuk membiayai pesta demokrasi ini, sehingga masyarakat desa bisa memilih pemimpin yang memiliki integritas, komitmen, kredibilitas yang bagus. Bukan karena politik uang,” terang Kadispemasdes Jember Ir. Eko Heru Sunarso MM kepada wartawan.

Heru menambahkan, untuk setiap desa yang menyelenggarakan Pilkades, Pemkab sudah menganggarkan dana dari APBD sebesar 70-75 juta per desa, dana sebesar itu akan diwujudkan berupa barang yang dibutuhkan dalam Pilkades. Seperti kotak suara, kertas suara, banner, maupun bilik suara dan honor Panitia. Sementara besar anggaran dari masyarakat atau bakal calon ditentukan dalam forum musyawarah desa.

“Bantuan anggaran dari Pemkab melalui APBD bukan berupa uang, tapi berupa barang, seperti kotak suara, banner, kertas suara maupun honor panitia, sedangkan untuk hal-hal lain seperti pengeras suara maupun terop jika dibutuhkan, bisa dengan dana lain seperti dari APBDes maupun pihak ketiga, namun alangkah baiknya jika dana APBD dan APBDes mencukupi, sehingga benar-benar gratis untuk calon kades,” tambah Heru.

Pemilihan kepala desa ini, jelas Heru, berpijak pada Peraturan Bupati Jember nomor 41 tahun 2019 tentang pedoman pelaksanaan pemilihan kepala desa dan antarwaktu. Pijakan hukum lainnya yaitu surat keputusan bupati tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak.
Tahapan persiapan hingga pelantikan kepala desa terpilih dimulai dari pembentukan panitia kepala desa, 18  – 20 Juni. Sementara pelantikan kepala desa terpilih akan dilakukan secara bertahap. Yakni  pada bulan Oktober untuk 146 desa dan bulan Desember bagi 15 desa. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: