Bertekad Memajukan Universitas Muhammadiyah Jember Bersama

Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. Aminullah ElhadyJEMBER (titik0km.com) – Rektor Universitas Muhammadiyah Jember, Dr. H. Aminullah Elhady, bertekad kedepan perguruan tinggi yang dipimpinnya mampu berkembang pesat dan mengembalikan “kejayaannya” seperti pada tahun 1987. Karena saat itu, Unmuh Jember tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka dengan kemajuan paling pesat di wilayah Indonesia Timur.

“Tentunya kita bermimpi untuk mengulang masa kejayaan yang pernah diraih oleh Unmuh Jember, di masa lalu. Kita pernah menjadi perguruan tinggi swasta terbesar dengan berbagai penghargaan dan pengakuan secara nasional. Bahkan kita tahun 1987 itu, jauh lebih unggul daripada Universitas Muhammadiyah Malang (UMM),” jelas Dr. Aminullah, dalam pengarahannya saat membuka Program Training Baitul Arqam, untuk dosen dan karyawan baru di lingkungan Unmuh Jember, beberapa waktu yang lalu (9/5).

Saat itu, kata Rektor, selain prestasi akademik yang diraih,  belum ada perguruan tinggi swasta yang mempunyai program peningkatan kualitas dosen dengan memberi fasilitas sekolah tahap lanjut bagi para dosennya  ke program pascasarjana. “Karena itu, saya berharap para dosen muda dan juga karyawan baru di lingkungan Universitas Muhammadiyah Jember, mampu meningkatkan etos kerja dan kemampuannya, hingga mampu membawa keunggulan kampus kita seperti dulu,” harapnya.

Saat ini, kata Rektor yang sudah menjabat dua periode ini, posisi Unmuh Jember berada di level menengah dari 170 perguruan tinggi milik Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Untuk level puncak, kata Dr Aminullah, justru saat ini diraih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan  Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Keduanya, sama-sama meraih Akreditasi A. Sedang PTS di luar Muhammadiyah, Akreditasi A hanya diraih Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Karena itu, pengalaman berharga yang pernah menjadikan Unmuh Jember sebagai perguruan tinggi swasta terbaik, di eranya kata Rektor, harus diulang di masa mendatang. Berbagai persoalan kelembagaan dan konflik yang sempat mendera perguruan ini, dan mengakibatkan lembaga ini terhambat untuk berkembang, harus bisa dijadikan pelajaran agar tidak terulang di masa mendatang. (ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: