Budi Anne Keliat Prof Orang Gila

Oleh : Akhmad Fauzi

Hanya dua kali tayang saya melihat sosok ini di sebuah televisi. Ditayangan pertama, hanya tertegun melihat sosok ini. Namun, ketika tayangan yang ke dua, di stasiun tv yang sama, mulai terasa ada kekaguman. Tertegun benar dengan gaya beliau berinteraksi dengan klienya. Betapa tidak ada jarak dalam interaksi itu sampai saya lupa kalau yang diajak interaksi itu adalah orang gila (maaf). Betapa malunya saya yang tidak bisa selentur beliau ketika berhadapan dengan siswa. Yang nota bene orang waras (maaf).
Alangkah Indahnya kalau profesianalnya kepribadian beliau ini, yang tentunya berangkat dari tebalnya literatur keilmuwan dan di asah oleh penglaman lapangan, menjadi idola untuk perilaku interaksi kita dalam keseharian.

Koruptor yang disebagian orang mungkin dianggap lebih “gila” dari pada yang gila. Teroris (mungkin) juga begitu, temasuk bandar (apa saja) diperlakukan seperti beliau memperlakukan pasiennya, rasanya pencegahannya lebih efektif. Bolehlah kita berargumen mereka (koruptor, teroris, bandar-bandar) itu lebih kejam dan background permasalahannya lebih mendasar (mungkin karena isme, karena kelompok, atau karena apa saja), tetapi bawah sadar manusia itu akan tetap terbuka untuk kembali menyadari kekhilafannya. Nah, yang dilakukan Ibu Profesor ini, menurut psikologi pembelajaran di fikir saya, seperti itu.

Ibu profesor tidak lagi melihat yang diajak bicara sebagai “terdakwa”. Ibu ini menyentil dulu zero mindnya (zona alpa) sang klien agar tumbuh rasa lapangnya. Lebih dari itu (melihat mimik yang saya tangkap), tampak sekali nol persen praduga akan kliennya. Maka pantas kalau mereka yang beringaspun begitu “nggah-nggih” saja ketika di ajak bicara.

Lihat bagaimana sang Ibu ini menyapa awal sang pasien di balik ruang pengap pengasingannya. Ia sapa dengan senyum, ia panggil nama, mendekat tanpa rikuh, menanyakan ketidaknyamanan yang dirasakan, memberikan nasehat sekaligus solusinya. Semua itu beliau perankan setulus raut wajah yang saya tangkap, di layar kaca itu.
Inginya saya mengulas profil beliau sedetil mungkin, tetapi saya urungkan dengan alasan saya yakin sudah banyak pembaca yang mengetahui siapa beliau. Cukupah bagi saya menyadari kalau ternyata saya terlalu gila dalam berinteraksi selama ini, baik kepada orang-orang dekat saya lebih-lebih kepada anak didik saya.

Salam untuk Anda, Ibu Profesor. InsyaAllah Anda telah menjadi salah satu panutan saya dalam hal kepribadian. Benar sekali lahan yang Engkau pilih, karena (menurut beliau) dari satu juta penderita kejiwaan (gila maksudnya) terlalu minim yang mau melayani mereka. Salam…

Sumber data :
1. Metro Hari Ini (edisi Kamis, 22 Agustus 013, 12.30 wib.)
2. http://postkotapontianak.com/lintas-barat/landak/1642-prof-dr-budi-anna-keliat-skp-mappsc-jangan-remehkan-masalah-penderita-kejiwaan.html

Catatan :
Mohon maaf kepada Ibu Prof. Doktor Budi Anne Keliat, S.Kp., M.AppSc. yang belum sempat memohon ijin ke beliau (maklum, tahu kami hanya di televisi dan di jejaring sosial) untuk menyampaikan konten artikel ini. Artikel ini adalah bukti inspiratifnya Ibu bagi saya, mungkin juga bagi pembaca artikel ini. Semoga termaklumkan.

Kertonegoro, 3 Agustus 2013

Budi Anne (postkotapontianak.com)

Prof. Doktor Budi Anne Keliat, S.Kp., M.AppSc.

One thought on “Budi Anne Keliat Prof Orang Gila

  1. Dear, Redaksi @titik0km.com

    Maaf, ada ralat lagi, yaitu pada sumber foto yang ada. Foto di atas diambil dari postkotapontianak.com

    Demikian ya, biar tidak dianggap plagiat kan?

    Tetap semangat ya Red? Kiprah terus untuk Jember tercinta (eeehhh.. Jember TERBINA). Sukses…

    Salam,

    Akhmad Fauzi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: