Buntu Pertemuan Masalah PKL Pasar Avatar Kencong

JEMBER (titik0km.com) – Pertemuan PKL (Pedagang Kaki Lima) dan Camat Kencong akhirnya tidak membuahkan hasil. Sujono selaku Camat Kencong akan bertindak sesuai aturan untuk menertibkan PKL yang berjualan di sekitar Pasar Avatar Kencong.

Pasalnya pada saat pertemuan PKL Pasar Avatar dengan Camat Kencong pada hari Senin, (17/2) yang diadakan setelah Camat Kencong mengeluarkan surat peringatan dari Camat Kencong No. 30/76/35.09.20/2014. Tujuan pertemuan ini mencari jalan keluar atas peringatan pemindahan PKL, para pedagang kaki lima Pasar Avatar pun mempertanyakan Surat Peringatan dari Camat Kencong yang memberi peringatan agar PKL memindahkan usahanya dari jalur di sekitar Pasar Avatar mulai tanggal 15 Februari s/d 25 Februari 2014.

Pertemuan ini dihadiri Jajaran Muspika Kencong, Camat, Danramil dan Perwakilan Dari Polsek Kencong, serta 15 PKL yang didampingi sejumlah mahasiswa ekstra kampus dan LSM tersebut, Camat Kencong, Sujono, menjelaskan tentang dikeluarkan Surat Peringatan itu berdasarkan upaya penegakan aturan yang ditaati bersama, “Bahwa pkl yang menggunakan berem jalan tidak ada ijin, pengaduan masyarakat, agar tidak mengganggu parkir yang akan menggunakan badan jalan,” jelas Sujono.

Pihak pedagang sekitar Pasar Avatar pun berkeberatan dengan adanya peringatan ini, seperti yang diungkap salah satu PKL yang telah lama membuka lapak di sekitar Pasar Avatar Kencong, “Kenapa baru sekarang aturan ini diterapkan,” ungkap Umar Tahu salah satu PKL.

Dia melanjutkan, padahal PKL itu keberadaannya sudah ada sejak sebelum pasar Avatar dibangun. Sementara itu PKL lainnya, Pak Topan menyatakan, “Kenapa kok hanya PKL sekitar Pasar Avatar yang ditertibkan, sedangkan PKL di Jalan Tanggul, Jalan Sukoreno, Belakang Masjid Kencong dan lain-lainnya, kok tidak diberi surat peringatan, kami ini orang kecil yang mencari sesuap nasi Pak,” ungkap Pak Topan dengan sedikit kesal.

Camat Kencong, Sujono, bersikukuh bahwa peringatan ini, dirinya hanya menegakkan aturan yang ada sesuai Perda No. 6 Tahun 2008 tentang PKL di Jember dan Perbup No. 36 tentang Pengaturan PKL. Mendengar alasan ini, perwakilan PKL Lingkungan Pasar Avatar merasa diperlakukan diskriminasi, bahkan Jono salah satu PKL yang juga warga Wunguan sekitar Pasar Avatar menyatakan akan mengumpulkan tanda tangan persetujuan warga sekitar tentang keberadaan PKL dan turut andil dalam meningkatkan perekonomian warga sekitar lingkungan PKL Pasar Avatar dengan usaha mereka.

PKL Pasar Avatar juga menyesalkan bahwa peringatan yang dikeluarkan Camat Kencong tidak memberi solusi tempat alternatif bagi PKL selain di Pasar Avatar. Namun walau argumentasi dari PKL Pasar Avatar telah diungkapkan, Sujono tetap bersikukuh bahwa peringatan tetap berjalan dan akan diajukan ke Pemkab untuk ditindak lanjuti.

Pada akhir pertemuan, Camat Kencong menyatakan bahwa surat peringatan telah dikeluarkan, apabila terjadi penggusuran dirinya tidak akan bertanggung jawab karena PKL masih membandel. PKL Pasar Avatar pun juga mengaku akan ngotot untuk tetap berjualan di sekitar Avatar, karena surat peringatan itu dianggap sangat diskriminatif, karena hanya menyoal PKL di seputar Pasar Avatar, sedangkan yang lain tidak diberikan peringatan. (ysh/ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: