Bupati Jember, Apresiasi Kader Posyandu

Jember (titik0km.com) – Kader posyandu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Karena itu, mereka patut untuk mendapatkan apresiasi.

“Apalagi di Jember dengan jumlah penduduk yang besar dengan AKI dan AKB yang masih tinggi, maka kader posyandu perlu mendapat pembinaan sekaligus apresiasi,” kata Bupati Jember, dr. Faida, MMR.

Hal itu disampaikan bupati dalam Festival Kader Posyandu yang berlangsung di YPI Al-Asy’ariyah Kecamatan Wuluhan, Senin, 23 Desember 2019.

Festival digelar sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Jember bersama Kader Posyandu untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan pencegahan balita stunting di Kabupaten Jember.

Apresiasi yang diberikan kepada kader posyandu, masih terang bupati, yakni terkait dengan berbagai fasilitas yang patut untuk diterima para kader posyandu.

“Jika tahun pertama honor dinaikkan, tahun kedua diberikan asuransi kesehatan gratis dari pemerintah Kabupaten Jember, dan di tahun ketiga diberikan asuransi ketenagakerjaan,” jlentrehnya.

Sekaligus kali ini dituntaskan 14.380 kader posyandu mendapatkan asuransi BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Pembagian kartunya dilakukan serentak untuk pertama kali sebanyak 2.285 kartu, untuk kader posyandu di Kecamatan Wuluhan, Ambulu, Jenggawah, dan Ajung.

Bupati berkata, ada 100 lebih kader posyandu dari keluarga yang mampu. “Mereka lebih memilih daftar BPJS secara mandiri, karena memang mereka orang-orang baik yang tulus ingin melayani masyarakat,” terang bupati.

Bupati juga menyampaikan, tidak ada kader posyandu yang meminta kepada bupati untuk dirinya sendiri. Malah mereka minta peningkatan fasilitas di posyandu masing-masing.

Untuk mengimbangi semangat kader-kader posyandu yang luar biasa itu, lanjut bupati, kader posyandu diberikan seragam baru sebagai identitas.

“Akhirnya dibuatkan batik khas kecamatannya masing-masing. Ini juga sebagai hadiah di Hari Ibu,” tutur perempuan berlatar belakang dokter ini.

Pada kesempatan ini, bupati juga menyampaikan informasi ada dua kader posyandu yang mendapatkan santunan BPJS Ketenagakerjaan karena meninggal dunia. Santunan diterima ahli warisnya.

Di akhir pengarahannya, bupati menyampaikan ke depan akan menggiatkan kelas-kelas kader posyandu. “Karena merekalah garda terdepan untuk pelayanan kesehatan,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: