Titik 0 km | Dari Sini Semua Berawal
Anda di sini: Home » Bisnis » Bupati Jember Kenalkan Suwar Suwir Coklat Dalam Temu Lapanga Kakao 2018

Bupati Jember Kenalkan Suwar Suwir Coklat Dalam Temu Lapanga Kakao 2018

Bupati Jember Kenalkan Suwar Suwir Coklat Dalam Temu Lapanga Kakao 2018

Jember, (titik0km.com) – Acara Temu Lapang Kakao 2018 yang digelar di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Jember pada Selasa (27/11/2018) dengan dihadiri Dirjen Perkebunan Bambang Wahyu Dwi Antoro, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, serta puluhan kepala daerah dari berbagai daerah di Indonesia, Puslit Koka memperkenalkan varietas Koka baru yang diberi nama Mulia.

Tidak mau kalah dengan terobosan yang dilakukan Puslit Koka, Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR yang didaulat sebagai daerah tuan rumah dihadapan ratusan peserta juga memperkenalkan produk unggulan daerah yang dikombinasi dengan hasil pengolahan coklat dari Puslit Koka.

“Jember selain dikenal sebagai kota karnaval, juga dikenal dengan sebutan kota Suwar Suwir, untuk pada kesempatan hari ini, kami juga memperkenalkan produk lokal hasil dari industri rumahan, jika sebelumnya orang hanya mengenal suwar suwir saja, kini ada kombinasi  hasil dari sinergi antara produk lokal Jember dengan puslit, yaitu Suwar Suwir coklat,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi adanya acara temu lapang koka 2018 ini bisa menjadikan daerah-daerah yang sedang mengembangkan perkebunan koka untuk terus terjalin, “Ada istilah saudara se persusu, yaitu satu ibu, ada juga saudara satu ayah yang disebut keluarga kandung, nah untuk bupati Mahakam Ulu, Bupati Manokwari, dan beberpa kepala daerah yang hadir disini bisa dikatakan sebagai saudara satu Kakao, karena kita sama-sama sedang mengembangkan budidaya perkebunan Kakao,” tambah Bupati.

Sementara Dirjen Perkebunan Bambang Wahyu Dwi Antoro, pada kesempatan tersebut mengatakan, bahwa tantangan petani Kakao saat ini adalah bisa meningkatkan produksinya, dengan adanya Kakao varietas baru yang diberi nama Mulia ini, diharapkan produksi Kakao Indonesia bisa semakin bagus.

“Temu Lapang kako ini diharapkan bisa meningkatkan produksi Kakao secara Nasional, dan Jember sebagai pusat dari pengembangan bibit diharapkan bisa memberikan kontribusi yang lebih, dan hari ini saya melihat varietas kakao terbaru yang diberi nama Mulia, dimana kelebihan dari Kakao ini adalah bisa meningkatkan produksi kakao sampai 34 kali lipat, dan bibit baru ini akan disebar di seluruh perkebunan Kako yang ada di Indonesia,” ujar Bambang.

Namun demikian, Bambang mengatakan, bahwa varietas Kakao yang diberi nama Mulia ini, meski bisa menghasilkan produksi kako sampai 34 kali lipat, bukan berarti tidak ada kelemahannnya, dan kelemahan ini oleh Bambang disebut sebagai tantangan tersendiri bagi petani Kakao.

“Kelemahan dari Kakao varietas terbaru ini adalah, bibitnya tidak tahan terhadap hama, oleh karenanya, bibit Kakao Mulia ini akan diberikan kepada petani yang rajin dan telaten saja, sedangkan untuk petani yang agak rajin akan diberi Kakao yang lain yang lebih tahan terhadap hama,” tambah Bambang.

Selain itu, kelebihan lain dari Kakao varietas terbaru hasil dari penelitian Puslit Kakao Jember yang diberi nama Mulia adalah warna yang putih dan aroma yang lebih tajam, “Kelebihan dari Kakao varietas baru ini adalah warna yang putih bersih serta aroma yang lebih tajam dari pada kakao yang selama ini sudah ada,” pungkas Bambang. (*)

Bagikan :

Leave a Comment

Scroll to top