Butuh Sosialisasi BPJS Kesehatan untuk Masyarakat Miskin Non Kuota

JEMBER (titik0km.com)PT Askes yang berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) terus gencar melakukan sosialisasi untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang secara efektif berlaku sejak 1 Januari 2014.

Menurut M. Ismail Marzuki, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jember, saat ditemui Titik Nol Kilometer pada Senin (17/2) di RRI Jember, menjelaskan, untuk kepesertaan di dua bulan pertama sejak berubahnya PT Askes menjadi BPJS Kesehatan, kabupaten Jember telah memiliki keanggotaan sebanyak 1,680,885 jiwa, yang terdiri dari peserta askes sebanyak 103,000 jiwa, pemilik kartu Jamkesmas sebanyak 930,963 jiwa, TNI POLRI sebanyak 4,256 jiwa, pemilik kartu JPK dari Jamsostek sebanyak 27,281 dan peserta BPJS mandiri sebanyak 2,645 jiwa, “Untuk peserta BPJS Mandiri memang masih sangat minim, dan kami merencanakan kegiatan sosialisasi sampai ke tingkat desa, untuk itu kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Jember dan Pemkab Lumajang karena BPJS Jember membawahi 2 kabupaten tersebut,” kata Ismail Marzuki.

Target kepesertaan BPJS Kesehatan untuk tahap pertama pada tahun 2014, sebanyak 121,600,000 jiwa sudah terlindungi BPJS optimis akan dilampaui, meskipun dilapangan terkesan banyak kendala seperti yang dikeluhkan masyarakat adalah karena pemberian informasi yang kurang lengkap terhadap program BPJS baik pendaftaran dan penanganan saat pendaftaran di rumah sakit, “Memang ada banyak pertanyaan baik peserta maupun yang belum menjadi peserta, karena memang BPJS ini adalah hal baru, kami telah mempersiapkan strategi untuk peserta BPJS, penyedia jasa atau provider, dan tenaga kesehatan, khususnya dokter agar supaya bisa melewati masa transisi ini dengan lancar,” jelas Ismail Marzuki.

Semetara itu di tempat yang sama, dr Faida MMR, Direktur RS Bina Sehat Jember, menjelaskan bahwa RS Bina Sehat menyadari bahwa BPJS Kesehatan adalah hal baru juga kepada pasien, juga untuk rumah sakit, namun masa transisi ini tidak harus menjadi kekurangan karena masih banyak kelemahan karena kekurangan informasi dan sebagainya,”RS Bina Sehat Jember sendiri sangata menyadari BPJS itu hal baru, sehingga kami berinisiatif menyediakan petugas khusus untuk menjelaskan layanan BPJS yang juga didampingi oleh petugas dari BPJS, ini fungsinya mejelaskan hal-hal yang umum dalam BPJS atau kalau bahasa rumah sakit adalah general consent,” ujar Faida

Harapannya nantinya semua peserta BPJS akan mendapatkan penjelasan yang cukup tentang BPJS sehingga mereka bisa mendapatkan layang sesuai dengan kelasnya. Faida juga menjelaskan RS Bina Sehat sampai dengan saat ini, untuk peserta BPJS masih berkisar 14% dari jumlah total pasien yang melakukan perawatan di RS Bina Sehat Jember.

Mengenai pendaftaran peserta mandiri BPJS, Ismail Marzuki juga menerangkan bahwa proses pendaftaran cukup mudah, hanya dengan membawa Kartu Keluarga (KK) atau KTP,  1 lembar pas foto, dan melakukan pembayaran ke bank, peserta sudah bisa menjadi peserta BPJS dalam waktu yang cukup singkat, “Hanya 15 menit saja, asalkan sudah melakukan pembayaran ke bank untuk peserta mandiri BPJS,” papar Ismail Marzuki.

Bagi yang ingin melakukan pendaftaran BPJS Mandiri bisa menghubungi BPJS Kesehatan di no telepon 500400 atau datang ke kantor BPJS Kesehatan di kota masing-masing, “Untuk kota kabupaten Jember dan Lumajang bisa datang ke kantor cabang Jember di jalan Jawa no 55, juga bisa mendaftar via website di www.bpjs-kesehatan.go.id secara online. Untuk pendaftaran kelas 1 membayar Rp. 59,500/bulan/jiwa, kemudian kelas 2 Rp. 42,500/bulan/jiwa serta kelas 3 Rp. 25,500/bulan/jiwa, untuk hal lain bisa ditanyakan langsung di kantor BPJS terdekat atau rumah sakit yang telah menerima pasien BPJS,” pungkas Ismail Marzuki. (ias)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: