Candi Deres Jember Saksi Kekuatan Ekonomi Majapahit di Timur Jawa

JEMBER (titik0km.com) – Perkembangan sebuah daerah memang tidak terlepas dari asal-usul daerah tersebut sehingga bisa berkembang menjadi sebuah wilayah pemukiman. Tak kurang seperti kota kecamatan Kencong, Jember yang juga memiliki sejarah panjang bersama dengan wilayah sekitarnya.

Menurut Iwan Kusuma, pemerhati masalah sosial, seni dan budaya yang ditemui titik0km.com pada Jumat (27/09) di kediamannya, mengungkapkan bahwa Kabupaten Jember ini memiliki sejarah yang cukup menarik, bahkan sejak era Majapahit wilayah selatan Jember seperti Puger, Kencong serta Gumuk Mas menjadi rute perjalanan Raja Majapahit yang terkenal seperti Hayam Wuruk, “Memang banyak petilasan seperti Candi Deres di Gumukmas dan kemungkinan juga terdapat bangunan suci di Situs Gondosari di Wuluhan, Situs Kranjingan dan situs-situs lainnya yang belum digali,” papar Iwan Kusuma.

Beberapa waktu yang lalu, sebuah bedah buku dengan judul “Kencong Menjadi Kota” yang diselenggarakan oleh Taman Baca Budaya (TBB) Salam Jember dan FKPPI pada pertengahan tahun 2012 itu, menghadirkan beberapa narasumber seperti sejarawan UNEJ Krisnadi M.Hum, Pakar Pariwisata Jember Juhanda M. Par serta penilik budaya Drs. Didik Purbodrio mencoba membahas buku karya Setyo Hadi, Direktur TBB Salam Jember.

Dalam bedah dan diskusi buku tersebut terungkap bahwa, wilayah selatan Jember memiliki potensi yang luar biasa bahkan sejak jaman Hayam Wuruk menjadi Raja Majapahit, “Kota Kecamatan Kencong sendiri sudah dikenal sebagai pusat ekonomi yang cukup kuat pada saat era Majapahit, jika diberikan kesempatan untuk menjadi kota besar akan sangat potensial sekali,” papar Iwan Kusuma yang didapuk menjadi moderator bedah buku tersebut.

“Bahkan beberapa dari peserta bedah buku, saat itu mengungkapkan sebaiknya Kencong dan sekitarnya berdiri sendiri terlepas dari Kabupaten Jember, atau pada saat kota Jember menjadi Kotamadya, yang paling cocok untuk menjadi Ibukota Kabupaten adalah Kencong,” jelas Iwan Kusuma

Memang secara sepintas jarak dari kota Jember menuju kota Kencong sekitar 50 km itu memang dirasa perlu ada pusat perekonomian baru dan mengembangkan Kencong sebagai pusat perekonomian untuk mendukung daerah sekitarnya seperti Puger dengan TPI-nya, kawasan Gumuk Mas dengan habitat rawa yang unik, serta kawasan pertanian yang sangat produktif seperti Ambulu dan Wuluhan.

“Jika memang Kencong dan sekitarnya itu tidak strategis, mustahil daerah itu dikunjungi oleh Raja Majapahit kala itu, juga masih ada bukti lain seperti tetenger atau pertanda dengan dibangunnya Candi Deres di Gumuk Mas saat Majapahit berkuasa di nusantara, juga Presiden RI, SBY pun saya duga juga melakukan hal yang sama seperti dilakukan Hayam Wuruk kala itu, berkunjung ke wilayah Jember Selatan, kemarin SBY mampir ke TPI Puger, tempatnya saya duga kurang lebih juga sama dengan Hayam Wuruk saat berkunjung ke Puger,” kata Iwan Kusuma yang juga merupakan salah satu Calon Legislatif untuk Propinsi Jatim Dapil IV Jember Lumajang dari PKPI tersebut.

Jalur kunjungan Raja Hayam Wuruk memang bisa dilacak dari kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca, yang banyak diyakini adalah laporan pandangan mata perjalanan Raja Besar Majapahit tersebut. Hal ini juga sedang ditelaah oleh TBB Salam Jember dengan mengadakan penelitan situs, sejarah serta seni budaya khususnya pada wilayah Jember Selatan, termasuk meneliti Candi Deres di Gumuk Mas Jember.

“Tujuannya sebetulnya sederhana, agar generasi muda kita mampu memahami dinamika masa lalu melalui sejarah dan memberikan warna dalam wawasan kebangsaan Indonesia, termasuk bagaimana membangun Indonesia itu sendiri, bisa berkaca dari sejarah tersebut,” tutup Iwan Kusuma kepada titik0km.com pagi itu. (ias/nd)

Iwan Kusuma Calon Legislatif Propinsi no. 1 Dapil 4 Jember Lumajang berangkat dari PKPI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: