Catatan dari Kunjungan Presiden Jokowi, Kesan Sederhana Begitu Melekat

JEMBER (titik0km.com) Presiden RI, Ir H Joko Widodo, dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Jember selama dua hari Sabtu dan Minggu (12-13/8/2017), memberi kesan kesederhanaan. Meski demikian standart pengamanan untuk Presiden dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) tetap dijalankan ketat.

Disambut Gubernur   Jawa Timur DR Soekarwo dan istri, Kapolda Jatim Irjen Mahfud Arifin dan istri, Jokowi, hanya mengenakan songkok hitam, hem putih dibalut jaz hitam dengan hanya satu pin logo istana menempel di dada sebelah kiri, dan sarung merah warna marun.

Untuk pesawat Kepresidenan, di antara pesawat kecil dan boeing yang cocok mendarat di Bandara Notohadinegoro, Jokowi memilih yang buatan British Aerospace, jenis BAe-146 ATR-RJ 85. Pesawat keluaran 1978-2001 dan hanya diproduksi 387 unit saja ini dibeli semasa Presiden Soeharto. RJ 85 ini ditangani Aviastar, Pelita Air dengan spesifikasi sederhana dan tidak terlalu mewah.

Pesawat Kepresidenan ini sering digunakan oleh Presiden Abdurrahman Wahid, BJ Habibie, dan Megawati untuk kunjungan ke daerah – daerah, dengan hanya dilengkapi 2 ruang VVIP, dengan 44 seat.

Seperti biasa, Presiden Jokowi, dalam pesawat selalu ditemani wartawan istana sebanyak 8 orang, ditemani 3 orang Menteri, dan beberapa staf khusus Kepresidenan dan Paspampres.

Menteri yang ikut rombongan satu pesawat dengan Jokowi, adalah Menteri Pariwisata Arif Yahya, Kepala Sekretariat Kepresidenan Teten Masduqi, Juru Bicara Presiden Johan Budi, Menteri ATR/Pertanahan Sofyan Djalil, dan Menteri Pendidikan Muhadjir Effendi.

Di ruang tunggu VVIP Bandara Notohadinegoro, ditemani Wakil Bupati Jember Drs KH Muqit Arif, Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, langsung memeluk ibu negara Iriana Jokowidodo, dan menyalami Jokowi. Perbincangan hangat langsung terjadi antara keduaya.

Sesekali diselingi bisik bisik Jokowi, kepada Faida. Tidak jelas apa yang diperbincangkan dan dibisikkan kepada Faida. Hanya saja Bupati Jember Faida, menjelaskan bahwa dirinya menyampaikan aspirasi masyarakat Jember agar Bandara Notohadinegoro, dibantu Presiden untuk dijadikan Bandara Embarkasi Antara, untuk urusan Haji dan Umroh.

“Kita langsung menyampaikan aspirasi dan keinginan masyarakat Jember yang diamanahkan kepada Bupati Jember untuk diperjuangkan. Yang paling besar adalah peningkatan Bandara Notohadinegoro,” ujar Faida.

Berlangsung kurang lebih 5 menit di ruang VVIP Presiden Jokowi, langsung mengajak berangkat menuju Ponpes Nuris, tetapi terlebih dahulu mampir makan siang di Rumah Makan Terapung, di Mangli, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Di sana rombongan Presiden makan siang. Baru setelah itu, rombongan Presiden Jokowi ditemani Bupati Faida, langsung berangkat menuju Pondok Pesantren Nurul Islam, di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, sesuai agenda yang direncanakan.

Presiden Joko Widodo, tiba di Ponpes Nuris, sekitar pukul 14.30 WIB, Sabtu (12/8/2017). Presiden langsung disambut KH Muhyidin Abdussomad, Ra Abduh, dan keluarganya, serta beberapa anggota DPRD Jember.(hms/ali/mlj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: