Begini Hasil Penetapan LPP APBD 2018 Pemkab Jember

Jember (titik0km.com) – DPRD Jember menyetujui rancangan peraturan daerah Laporan Pertangungjawaban Pengguna Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (LPP APBD) 2018, dan menjadi peraturan daerah yang ditetapkan bersama Pemerintah Kabupaten Jember dan DPRD Jember pada sidang paripurna yang digelar di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Jember pada Kamis (18/7/2019) siang.

“Pada prinsipnya kami menerima LPP APBD 2018 yang disampaikan oleh Bupati Jember, namun ada beberapa catatan yang harus dibenahi, terutama soal adanya SILPA yang disebabkan dari kesalahan Administrasi di Dinas Kesehatan sesuai dengan rekomendasi dari BPK RI, sehingga tahun depan Jember bisa meraih kembali predikat  WTP,” ujar Suwignyo Widagdo juru bicara Badan Anggaran DPRD Jember.

Sementara Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR usai sidang paripurna yang hanya berlangsung tidak sampai 2 jam ini menyatakan, bahwa pihaknya mengucapkan terima kasih kepada DPRD Jember yang telah menyetujui dan menerima LPP APBD 2018.

“Saya kira semua memiliki spirit dan semangat yang sama, baik ekskutif maupun legislatif, dalam hal ini DPRD Jember, karena kedua lembaga ini merupakan satu rangkaian pemerintahan di daerah yang memiliki tujuan yang sama, bagaimana perencanaan dan pengelolaannya bisa dilakukan lebih awal, sehingga akan mengurangi Silpa-Silpa, seperti yang terjadi di Dinas Kesehatan,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR. kepada wartawan.

Sidang paripurna ini sendiri sempat molor 1 jam, dari undangan yang tersebar, sidang dimulai pada pukul 13.00 siang, namun baru dimulai pada pukul 14.00 lebih dan berakhir pada pukul 15.50, dengan dihadiri oleh 37 dari 50 anggota DPRD Jember. (*)

Bagikan :

Jelang Pilkades Serentak, Bupati Jember Lantik 80 Pj Kades

Jember (titik0km.com) – Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR, Selasa (16/7/2019) petang melantik 80 Pejabat Kepala Desa (pj. Kades) beberapa kecamatan se Kabupaten Jember, selain itu 1 kepala desa hasil Pergantian Antar Waktu (PAW) yakni Heru Ali Wahyudi Kades Cangkring Jenggawah juga dilantik, pelantikan ini sendiri digelar di Pendopo Wahya Wibawagraha Pemkab Jember.

“Kepada Pj. Kades yang dilantik sore ini, agar tidak menjadi timses calon kades, jalankan tugas dan amanah ini sebaik mungkin, awasi penggunaan dana pilkades, jangan sampai ada beban untuk calon yang akan maju sebagai kepala desa,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan, agar Pj. Kades dan Kades hasil PAW yang dilantik, bisa mejadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah daerah. “Pj. Kades dan kades hasil PAW, harus bersinergi dan bisa menjadi jembatan pelayanan masyarakat, karena ini amanah,” pesan Bupati.

Kabupaten Jember sendiri pada September 2019 nanti akan menggelar Pilkades secara serentak untuk 161 desa, dengan dibagi menjadi 4 gelombang, dimana gelombang pertama akan digelar pada 5 September, 12 September, 19 September dan 26 September.

Sedankan pelantikan kades terpilih akan dilakukan secara bertahap juga pada bulan Oktober 146 desa dan 15 desa untuk bulan September. “Saya berharap agar Pj. Kades tidak bermain-main, harus bisa menjaga integritas dan netralitas, sehingga bisa menciptakan suasana yang damai selama pilkades berlangsung,” pungkas Bupati. (*)

Bagikan :

Lepas Jamaah Haji, Bupati Ini Pesan Bupati Kepada 1984 Jamaah Asal Jember

Jember (titik0km.com) – 1984 Jamaah haji asal Jember, Selasa (16/7/2019) berkumpul di Gedung Balai Serba Guna Kaliwates Jember, kegiatan yang dikemas dengan doa bersama ini, sekaligus pelepasan secara simbolis yang dilakukan oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan kepada jamaah haji asal Jember, agar tetap menjaga nama baik dan juga tidak terpisahkan oleh kloter-kloter, dan saling gotong royong dengan membantu sesama jamaah, terlebih saat ini cuaca di Arab Saudi mencapai 43 derajat celcius.

“Untuk jamaah haji asal Jember, jangan sampai tidak membantu jamaah lain karena beda kloter, tapi harus saling gotong royong, dan menjaga kesehatannya, dengan memanfaatkan waktu luang untuk istirahat, apalagi cuaca di arab saudi saat ini sangat panas, hentikan bermedsos selama menjalankan ibadah haji, dari pada buat upload-upload foto di fb, lebih baik dibuat istirahat,” pesan Bupati Jember kepada jamaah.

Jamaah haji asal Jember sendiri terbagi menjadi 5 kloter, mereka terdiri dari koloter 43 sampai 47, dimana 4 kloter murni dari warga Jember semua, sedangkan 1 kloter, yakni kloter 47 diisi oleh berbagai jamaah dari berbagai kabupaten di sekitar Jember.

Sementara Kasi Penyelenggara Haji Kemenag Kabupaten Jember Muhammad Tholib, kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa jamaah haji asal Jember seluruhnya mencapai 2039 jamaah, namun beberapa diantaranya mengalami kendala pemberangkatan, sehingga saat ini yang tersisa 1984 jamaah.

“Ada beberapa jamaah yang menunda pemberangkatannya, diantaranya 9 orang meninggal, ada yang mencalonkan kades, dan ada yang belum siap berangkat tahun ini, totalnya mencapai sekitar 53 orang yang tidak bisa berangkat tahun ini,” ujar Tholib.

Sedangkan dari data yang diterima media ini, jamaah haji termuda asal Jember berusia 18 tahun 2 bulan asal Ajung dan yang tertua usia 98 tahun asal Kalisat, dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan micropon untuk membantu kelancaran ketua kloter selama membimbing jamaah haji asal Jember. (*)

Bagikan :

Jadi Yang Terbaik, Stand Pemkab Jember Raih Juara 1 di Harkopnas ke 72

Jember, (titik0km.com) – Stand pameran Pemerintah Kabupaten Jember meraih juara pertama sebagai stand terbaik tingkat kabupaten dalam ajang pameran peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 di Purwokerto, Minggu, (14/7/2019).

Menanggapi kabar gembira ini, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, mengatakan, berulang kalinya Pemkab Jember meraih juara di sejumlah event pameran nasional tak lepas dari sistem yang ditata selama ini. “Alhamdulillah, sistem sudah mulai berjalan, dan hasilnya Jember bisa langganan juara,” tuturnya

Bupati menilai, setiap program yang disusunnya, memiliki tujuan yang akhirnya berdampak baik untuk kepentingan masyarakat Jember. Khususnya, produk lokal Jember yang selalu dipromosikan dalam setiap pameran.

Maka tidak heran, lanjut bupati, setiap kali pameran, rombongan Jember selalu menjadi perhatian pengunjung.  Produk lokal yang dipamerkan pun ludes terjual, karena dikemas serius oleh tim khusus dari Bagian Perekonomian Pemkab Jember.

“Follow up dari setiap pameran, pelaku produk lokal Jember selalu menemukan pasar baru di beberapa daerah yang kami kunjungi,” katanya dengan nada bangga.

Disamping itu, bupati mengatakan, tropi sebagai juara pada pameran yang dibuka Menteri Koperasi itu sudah diterima Kabag Perekonomian Pemkab Jember Slamet Sugianto, SH, M.Si yang mendapat tugas langsung dari Bupati Faida.

Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Jember, Slamet Sugianto, SH, M.Si menyampaikan, dalam raihan juara ini tidak lepas dari visi dan arahan langsung dari Bupati Jember, yaitu dengan memprioritaskan Jember dengan 4C-nya.

“Sesuai dengan visi bupati, kita dalam pameran ini memprioritaskan 4C, yaitu Coffe, Chocolate, Cigar, dan Culture,” tuturnya.

Andilnya pelaku UKM dalam pameran ini juga menjadi kunci keberhasilan, karena UKM sendiri yang mengerti tentang keunggulan produknya, sehingga mampu menjelaskan produknya dengan baik.

“Dalam setiap pameran kita selalu membawa pelaku UKM. Dalam kesempatan ini, kita membawa pengrajin batik dan barista dari Jember,” jelasnya.

Slamet mengatakan, respon masyarakat yang datang ke pameran Jember sangat baik. Ini terbukti dengan ludesnya produk di stan dan banyaknya suplier yang menginginkan produk Jember.

“Respon masyarakat sangat luar biasa. Bahkan banyak suplier yang meminta kontak person UKM untuk mendatangkan produk Jember ke wilayahnya,” pungkas slamet.  (*)

Bagikan :

Bupati Jember Siapkan Bibit Tanaman dan Buku Untuk Bekal Pasukan Yonif R 509 dalam Pamtas RI-PNG

Jember (titik0km.com) – Bukan hanya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang memberikan support dan semangat kepada 450 pasukan Yonif R 509 Balawara Yudha dalam penugasan Pamtas di RI-PNG, Bupati Jember dr. Hj. Faida juga memberikan hal yang sama untuk dijadikan bekal pasukan dalam menjaga wilayah perbatasan RI dengan Papua New Guinea.

“Kami membantu bekal bagi anggota Yonif 509 berupa bibit-bibit tanaman buah dan juga buku-buku untuk anak-anak Papua, kami juga menitipkan salam untuk saudara sebangsa di Papua melalui Dansatgas, bahwa kami semua juga saudara dalam naungan NKRI,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Bupati menjelaskan, bantuan bekal berupa bibit tanaman kepada pasukan yang ditugaskan Pamtas di RI-PNG, dikarenakan selain lebih mudah, masa penugasan pasukan Pamtas di Papua cukup lama, yakni 9 bulan, sehingga dengan bantuan bibit tanaman buah, akan bermanfaat saat 4 bulan masa berbuah.

Sementara Dansatgas Letkol. Inf. Wira Muharromah, mengusapkan terima kasihnya atas support dan bantuan bibit buah dan buku dari Pemkab Jember, karena memang penempatan pasukan Yonif R 509 berada di wilayah utara Papua, dimana dengan medan perbukitan dan rawa, lokasi nya juga jauh dari perkampungan.

“Memang nanti kami akan ditugaskan di wilayah Papua bagian utara, dimana selain jauh dari warung, medannya juga di hutan dan rawa, dan bibit tanaman buah ini sangat berarti, karena nanti akan ditanam di lokasi tersebut, kalau kita bawa bekal makanan jadi atau siap masak, tidak bisa bertahan lama, dan satu-satunya cara adalah dengan menanam buah-buahan atau ubi-ubian,” pungkas Wira. (*)

Bagikan :

Ke Jember, Panglima TNI Cek Kesiapan Pasukan Pamtas RI-PNG Yonif R 509/BY

Jember (titik0km.com) – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto Jumat (12/7/2019) sore, melakukan kunjungan ke Jember untuk melakukan pengecekan 450 pasukan Yonif Rider 509/Balawara Yudha Kostrad, kunjungan Panglima TNI didampingi Pangkostrad TNI Letjend Besar Harto Karyawan dan beberapa petinggi TNI lainnya dan diterima oleh jajaran Forpimda Jember.

Dalam sambutannya, Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, bahwa TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI, oleh karenanya kualitas prajurit menjadi perhatian serius. “Melihat sorotan mata prajurit Condromowo (sebutan untuk pasukan Yonif Rider 509,red) saya yakin prajurit TNI ini bisa mengatasi segala rintangan yang akan dihadapi di Papua nanti,” ujar Panglima TNI memberi semangat kepada prajurit Yonif R 509.

Kepada sejumlah wartawan, Panglima TNI menjelaskan, bahwa pengecekan persiapan pasukan Pamtas RI-PNG dilakukan, karena kondisi medan di Papua merupakan perbukitan dan rawa, sehingga yang dihadapi oleh prajurit tidak hanya pengacau keamanan, tapi juga hal lain, seperti penyakir malaria, maupun lainnya.

“Kunjungan ini untuk melihat kesiapan prajurit TNI yang akan ditugaskan di Papua, terutama mengenai peralatan dan bekal, dan tadi juga memberikan tambahan peralatan terutama untuk menghadapi persoalan diluar pengacau, jadi mereka nanti berangkat selamat dan lengkap, pulangpun selamat dan lengkap,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto

Sementara Dansatgas Pamtas RI-PNG dari Yonif R 509/Balawara Yudha Letkol. Inf. Wira Muharromah, kepada wartawan mengatakan, bahwa kunjunga Panglima TNI di Jember, merupakan support yang luar biasa, sehingga menambah semangat pasukannya menjelang pemberangkatan Pamtas ke Papua.

“Kunjungan Panglima TNI ke Yonif 509 merupakan support dan pemberi semangat pasukan kami yang luar biasa, sehingga kami sangat yakin bisa menjalankan tugas ini sebaik mungkin, dan doa dari masyarakat agar kami semua bisa kembali dengan selamat dan lengkap,” ujar Letkol. Inf. Wira Muharromah. (*)

Bagikan :

Gelar Halal bi Halal, Bupati Ajak Komunitas Lansia Jadi Kepanjangan Tangan Bantu Lansia

Jember (titik0km.com) – Pemerintah Kabupaten Jember mengajak komunitas keluarga besar lansia Jember dan Ikatan Isteri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Jember menjadi kepanjangan tangan Bupati dalam membantu lansia di Kabupaten Jember.

Ajakan ini disampaikan dalam acara halal bihalal keluarga besar lansia Jember dan IIDI Cabang Jember, bersama Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR di kediaman ibunda Bupati Jember, Widad Mustahar, Kamis, (11/7/ 2019), jl. Panjaitan Sumbersari Jember.

“Ibu-ibu di komunitas ini kan banyak temannya. Saya mengajak ibu-ibu untuk menjadi kepanjangan tangan bupati dalam membantu sesama lansia,” tutur Bupati. Membantu lansia yang perlu mendapat perhatian.

“Perhatian itu tidak selalu membagi harta atau uang, tetapi perhatian juga berupa akses informasi serta kepedulian terhadap sesama,” bupati.

Komunitas hanya perlu menginformasikan program pemerintah kepada lansia. Bupati juga akan menugaskan resmi lansia di komunitas ini untuk meninjau fasilitas umum bagi lansia, supaya layak bagi lansia.

Diantara program Pemkab Jember untuk lansia ialah katering gratis bagi lansia di atas 60 tahun yang hidup sendiri atau kurang mampu. Juga BPJS Kesehatan melalui APBD Pemerintah Kabupaten Jember kepada lansia di atas 60 tahun.

“Saya buat dalam peraturan bupati, seluruh lansia yang perlu dibantu iuran BPJS-nya dibiayai oleh APBD Pemerintah Kabupaten Jember tanpa terkecuali,” imbuhnya.

Bupati meyakini, bahwa komunitas ini terbentuk dengan maksud dan tujuan yang besar, maka bupati ingin komunitas ini lebih bermanfaat untuk semuanya.

“Kebahagiaan yang haqiqi itu kalau bisa berguna buat orang lain dan bisa membahagiakan orang lain,” ujarnya.

Di Jember, lanjutnya, terdapat 10 persen penduduk lansia. Dari sepuluh persen itu sekitar 40 persennya adalah lansia produktif dan masih aktif. Bahkan ada yang menjadi atlit lansia berprestasi.

Kata bupati, lansia yang mandiri bukan soal uang ataupun fisik. Tetapi, mandiri adalah tentang sikap dan mental. “Dengan arti, jika bisa dilakukan sendiri maka dilakukan, jika tidak bisa maka perlu bantuan orang lain.”

Sementara itu, Widad Mustahar menyampaikan, halal bihalal lansia digelar untuk bersilaturrahim. Di usia yang memasuki 77 tahun, katanya, adalah usia yang membutuhkan banyak teman.

“Saya merasa, usia 77 tahun adalah usia yang istimewa. Jika jauh dengan teman-teman, nanti saya akan seorang diri,” tutur perempuan yang disapa Umi Widad ini.

Kata Umi Widad, untuk menjaga diri agar tetap sehat juga harus menjaga hubungan dengan teman. “Seseorang yang diandalkan menjadi teman itu saling membahagiakan, bukan saling merusak,” pesannya.

Umi Widad juga mengaku bersyukur atas kedatangan Bupati Jember, serta meminta kepada tamu yang hadir untuk membantu bupati untuk mencapai tujuannya sebagai pemimpin.

“Saya jarang bertemu dengan anak saya. Saya menyampaikan terima kasih dan terharu, karena sudah datang sebagai anak dan Bupati Jember. Dan bantulah anak saya supaya bisa mencapai tujuannya sebagai pemimpin,” Umi Widad. (*)

Bagikan :

Persiapan MTQ Tingkat Propinsi, Seleksi Kafilah di Jember Masuki Tahap II

Jember (titik0km.com) – Guna menghadapi Musabaqoh Tilawatul Qur’an  (MTQ) Provinsi Jawa Timur ke-28, Pemerintah Kabupaten Jember melaksanakan pembinaan dan seleksi kafilah tahap kedua.

“Ada 73 orang kafilah MTQ Kabupaten Jember,” kata Bambang Saputro, SH, MSi di Aula Balai Diklat BKPSDM, Sabtu (6/7/2019).

Kepala Bagian Bina Mental Setda Kabupaten Jember ini menjelaskan, 73 orang tersebut merupakan hasil pembinaan dan seleksi yang digelar pada 2 – 3 Maret 2019 lalu. “Saat ini diselenggarakan kembali seleksi dan pembinaan tahap kedua,” ujarnya.

Pada tahap ini, mereka akan mendapatkan pembinaan dari Dewan Hakim MTQ Kabupaten Jember dan dibantu oleh Dewan Pembina LPTQ Jawa Timur.

Untuk sesi seleksi, lanjutnya, para kafilah akan disaring menjadi 48 orang. Mereka ini yang menjadi Kafilah MTQ Kabupataten Jember untuk mengikuti MTQ Provinsi Jawa Timur.

“Nanti akan diambil sebanyak 48 orang yang menjadi kafilah MTQ Kabupaten Jember,” terang Bambang.

Agar lebih matang, 48 kafilah tersebut mendapatkan pembinaan lanjutan dari Dewan Hakim MTQ Kabupaten Jember dan Dewan Pembina LPTQ Jawa Timur.

“Agar lebih matang lagi dalam rangka persiapan nanti menyongsong pelaksanaan MTQ Jawa Timur,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, Bupati dan Wakil Bupati Jember berharap pembinaan dan seleksi tahap kedua ini menghasilkan kafilah MTQ sebaik-baiknya.

“Kami berupaya semaksimal  mungkin untuk mendapakan prestasi yang terbaik di even ini,” harap tegas Bambang.

Terkait target, Bambang menyebut kaligrafi menjadi salah satu unggulan dari kafilah MTQ Kabupaten Jember.

Sebab, setiap ada even tingkat Jawa Tmur, kafilah Jember setiap tahun selalu mendapatkan peringkat.

Sementara itu, Syaifullah Hudi mengatakan, pembinaan dan seleksi berlangsung selama dua hari, 6 – 7 Juli 2019.

Pada hari pertama, semua kafilah akan mendapatkan pembinaan selama satu hari. Hari berikutnya merupakan sesi seleksi.

Seleksi ini untuk mencari satu orang yang mewakili cabang perlombaan. “Beberapa cabang sudah mengerucut sat orang,” terangnya.

“Hari ini murni pembinaan. Besok hari Minggu baru seleksi,” pungkasnya. (*)

Bagikan :

Stand Pameran Pemkab Jember Jadi Primadona Pengunjuga Festival di Karo

Karo (titik0km.com) – Stand pameran Pemkab Jember, benar-benar menjadi primadona di Festival Bunga dan Buah, Karo, Sumut 2019. Baru sehari dibuka, buah yang dipamerkan pun nyaris ludes. Padahal, pameran baru usai Minggu (7/7) mendatang.

Kabag Perekonomian Pemkab Jember Slamet Sugianto, mengaku takjub dengan kinerja tim yang langsung diarahkan Bupati Faida dari Jember.  “Strategi ibu bupati, stand kami dipancing dengan dua talent JFC. Akhirnya semua pengunjung membludak di stand kami,” akunya, Jumat (5/7) sore.

Tak hanya itu, berbagai buah-buahan super jumbo rekomendasi Bupati Faida, menjadi rebutan pengunjung. “Semua nyaris diborong. Kami bingung, karena juri belum menilai. Akhirnya kami batasi demi penilaian,” katanya.

Buah super jumbo itu seperti nanas seberat 6 kg perbuahnya. Selain itu ada jeruk berukuran bola volly, serta melon dan jambu Jember tanpa biji. “Kami juga membawa edamame hampir satu kwintal. Semua nyaris ludes. Kalau tidak dicegah, langsung habis terjual,” bangganya.

Kata Slamet, semangat Bupati Faida mengkampanyekan produk lokal Jember, diakuinya sudah mulai bisa dirasakan dampak positifnya. Satu sisi petani mulai semangat menanam buah pilihan berkualitas dan di sisi lain, pasar menyambutnya dengan baik.

“Misinya jelas. Pemkab Jember hadir menjadi marketing produk lokal, untuk menggairahkan semangat warganya,” paparnya. Bahkan diakui Slamet, Bupati Faida mengkontrol langsung setiap kali pameran digelar, supaya hasilnya sesuai misi Jember bangkit dengan produk lokalnya. (*)

Bagikan :